Breaking News:

Ilmuwan Yakin Kanker Kerongkongan Bisa Dipicu Faktor Lingkungan, Masih Perlu Bukti Lebih Lanjut

Hingga kini para ilmuwan masih berupaya mengidentifikasi faktor lingkungan yang bisa picu kanker

manado.tribunnews.com
Ilustrasi sel kanker 

TRIBUNHEALTH.COM - Lingkungan bisa jadi merupakan salah satu penyebab kanker.

Namun bukti ilmiah yang mendukung pandangan ini masih belum jelas.

Terbaru, sebuah studi mencoba memahami faktor lingkungan dalam menyebabkan kanker kerongkongan.

Namun Michael Stratton, direktur Wellcome Sanger Institute, menyebut hasil dari upaya tersebut kurang memadai.

Penelitian tersebut fokus pada jenis yang dikenal sebagai karsinoma sel skuamosa esofagus.

Tujuannya adalah untuk mengungkap mengapa beberapa bagian dunia menderita tingkat penyakit kankaer kerongkongan yang sangat tinggi.

Daerah ini termasuk bagian dari Iran, Turki, Kenya dan China, di mana penyakit ini adalah bentuk kanker yang paling umum.

Di banyak bagian lain dunia, kejadiannya relatif rendah, sebagaimana dilansir TribunHealth.com dari The Guardian.

Penyabab masih teka-teki

Ilustrasi kemoterapi pada pasien kanker
Ilustrasi kemoterapi pada pasien kanker (Tribunnews.com)

Baca juga: Apakah Wasir dan Sembelit Bisa Memicu Kanker? Ini Jawaban Dokter Spesialis Penyakit Dalam

Baca juga: Ketahui Gejala Umum Penyakit Kanker Mulut, Ini Penjelasan drg. Andi Tajrin M.Kes., Sp. BM (K)

"Segala macam faktor eksternal yang berbeda telah dikemukakan untuk menjelaskan tingkat tinggi ini," kata Stratton.

“Beberapa peneliti telah menyarankan ada hubungan dengan tingkat konsumsi alkohol yang tinggi, misalnya."

"Tetapi Iran memiliki tingkat minum yang sangat rendah. Yang lain telah menyarankan bahwa asap minyak dari memasak bisa terlibat."

"Namun, tampaknya tidak ada kesamaan antara daerah-daerah yang berbeda ini yang dapat menjelaskan tingkat tinggi ini. Ini benar-benar teka-teki.”

Meneliti dari kanker kerongkongan

ilustrasi kanker kerongkongan
ilustrasi kanker kerongkongan (tribunnews.com)

Baca juga: Perokok Aktif Maupun Pasif Memiliki Faktor Risiko Mengalami Kanker Paru-paru, Begini Ulasan Dokter

Baca juga: Peluang Hidup Penderita Kanker Prostat Bergantung pada Stadium, Penting untuk Lakukan Deteksi Dini

Untuk mencoba memecahkan misteri tersebut, Stratton dan timnya dianugerahi £20 juta oleh Cancer Grand Challenges, sebuah inisiatif yang didirikan oleh Cancer Research UK dan National Cancer Institute di AS.

Dengan dukungan ini, kelompoknya sekarang mempelajari genom dari beberapa jenis tumor, dengan pekerjaan yang dimulai pada karsinoma skuamosa esofagus.

Kanker esofagus bisa sulit diobati karena sering didiagnosis lama setelah tumor mulai terbentuk di dalam tenggorokan seseorang.

“Ada insiden yang sangat tinggi di Kenya dan mengingat stigma umum yang terkait dengan kanker di sana, banyak pasien tidak langsung pergi ke dokter atau rumah sakit dan malah pergi ke dukun,” kata Mimi McCord, yang telah terlibat dalam penelitian ini.

“Gejala mereka memburuk dan kerabat akhirnya membawa mereka ke rumah sakit pusat dari seluruh negeri. Pada saat itu biasanya sudah terlambat bagi kebanyakan dari mereka.”

Menganalisis faktor lingkungan

Ilustrasi sel kanker yang menyebar
Ilustrasi sel kanker yang menyebar (wow.tribunnews.com)
Halaman
12
Penulis: anrosikin
Editor: Melia Istighfaroh
Ikuti kami di
Data Berhasil Terkirim!
Data Harus Diisi!
KOMENTAR

BERITA TERKINI

Tribun JualBeli
© 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved