Breaking News:

dr. Nurul Rakhmawati Paparkan Terapi yang Harus Dilakukan Jika Otak dan Tulang Belakang Alami Cedera

Menurut dr. Nurul Rakhmawati kerusakkan saraf bisa memberikan efek jangka panjang dan bisa terjadi selamanya.

kompas.com
Ilustrasi sistem saraf manusia, begini ulasan dr. Nurul Rakhmawati 

TRIBUNHEALTH.COM - Otak merupakan organ vital dan kompleks yang dilindungi oleh tengkorak dan selaput otak (meninges).

Bersama saraf tulang belakang, otak berperan sebagai pusat kendali tubuh dan menyusun sistem saraf pusat.

Sistem saraf inilah yang kemudian bekerja sama dengan sistem saraf tepi untuk memberi kemampuan seseorang dalam melakukan berbagai aktivitas setiap hari.

Baca juga: Ahli Gizi Sebut Protein Nabati Bisa Gantikan Protein Hewani Bagi Orang yang Alergi Protein Hewani

Seperti berbicara, berjalan, bernafas, hingga konsumsi makanan maupun minuman.

Ilustrasi sistem koordinasi pada manusia
Ilustrasi sistem koordinasi pada manusia, simak ulasan dr. Nurul Rakhmawati (kompas.com)

Hal ini disampaikan oleh Dokter Spesialis Neurologi, dr. Nurul Rakhmawati yang dilansir Tribunhealth.com dalam tayangan YouTube KOMPASTV program Ayo Sehat edisi 25 Oktober 2021.

Anatomi otak tersusun dari 3 bagian utama.

Yakni otak besar (cerebrum), otak kecil (cerebellum), serta batang otak.

Baca juga: Benarkan Rutin Minum Teh Dapat Mengurangi Risiko Terjadinya Penyakit Kronis? Begini Ulasan Ahli Gizi

Ketiga bagian tersebut saling bekerja sama untuk menjalankan sistem tubuh.

Apabila terjadi cedera dan perdarahan pada otak maka harus segera diberikan tindakan yang tepat oleh dokter.

Jika perdarahannya yang terjadi cukup luas, maka memerlukan evakuasi perdarahan.

Ilustrasi sel saraf manusia
Ilustrasi sel saraf manusia (kompas.com)

Dimana tindakan ini tentunya memerlukan operasi.

Namun jika cedera yang terjadi hanya berupa pembengkakan, maka cukup dengan penggunaan obat-obatan yang dimasukkan melalui infus.

Jika terjadi fraktur atau patah pada bagian vertebrae (tulang belakang), dokter menuturkan jika harus segera diberikan tindakan operasi.

Baca juga: dr. Arini Widodo Paparkan Cara Tepat dan Aman Mengeluarkan Komedo Agar Tidak Memicu Luka dan Bopeng

Lantaran dokter harus menyelamatkan sistem saraf dari kerusakkan yang lebih hebat dikemudian hari.

Dokter menambahkan jika kerusakkan saraf bisa memberikan efek jangka panjang dan bisa terjadi selamanya.

ilustrasi nyeri tulang belakang
ilustrasi nyeri tulang belakang (medan.tribunnews.com)

Penjelasan Dokter Spesialis Neurologi, dr. Nurul Rakhmawati dilansir oleh Tribunhealth.com dalam tayangan YouTube KOMPASTV program Ayo Sehat edisi 25 Oktober 2021.

(Tribunhealth.com/Diyanti)

Baca berita lain tentang kesehatan di sini.

Penulis: Dhiyanti Nawang Palupi
Editor: Ekarista Rahmawati
Ikuti kami di
Data Berhasil Terkirim!
Data Harus Diisi!
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved