Breaking News:

dr. Tan Shot Yen Tegaskan Daging Kambing Tak Picu Hipertensi, Justru Lebih Soroti Hal Ini

Menurut dr. Tan Shot Yen, ada produk lain dalam makanan yang lebih berisiko memicu hipertensi

Freepik.com
Ilustrasi - Sate kambing bisa sebabkan hipertensi 

TRIBUNHEALTH.COM - Dokter, Filsuf, dan Ahli Gizi Komunitas, dr. Tan Shot Yen menegaskan makanan tak menyebabkan hipertensi.

Hal itu dia sampaikan ketika menjadi narasumber dalam salah satu sesi Malam Minggu Sehat, yang tayang live di YouTube Tribunnews.

Pasalnya, kerap kali berbagai makanan dikaitkan dengan hipertensi.

Sebut saja sate kambing yang dianggap bisa meningkatkan tekanan darah.

"Jadi hipertensi itu begini, kita harus berpikir mengapa kita memiliki masalah dengan makanan?"

Alih-alih membenarkan, dr. Tan justru menyoroti konsumsi garam.

Baca juga: Hipertensi Kerap Tak Disertai Gejala, Pakar Kesehatan Tekankan Pentingnya Kontrol Darah Rutin

Baca juga: Perlu Diwaspadai, Hipertensi Termasuk Penyebab Utama Masalah Gagal Ginjal

ilustrasi sate kambing
ilustrasi sate kambing (kompas.com)

"Karena biang keroknya adalah natrium atau garam, sifatnya menarik air," jelasnya.

Sekali lagi, dr. Tan menegaskan problem bagi orang hipertensi adalah ketika mengkonsumsi natrium atau sodium terlalu banyak.

"Jadi bukan salah kambingnya. Ngga bener itu," tegasnya.

Masalah hipertensi sering kali timbul justru dari bumbu atau makanan penyertanya.

"Jadi yang problem ada di kecapnya, oseng, cocolan, ya itulah."

Karenanya, dia menegaskan daging kambing tak memicu hipertensi.

Baca juga: Tak Hanya Faktor Usia, Pembuluh Darah Kaku Beresiko Terjadinya Hipertensi

Baca juga: Jantung Koroner Jadi Penyebab Umum Serangan Jantung, Makin Berisiko pada Penderita Hipertensi

ilustrasi pemeriksaan penderita hipertensi
ilustrasi pemeriksaan penderita hipertensi (Freepik)

"(Itu) mitos. Kambingnya baik-baik saja kok. Kalau gitu, orang Timur Tengah, Eropa, yang doyan makan kambing hipertensi semua mereka," pungkasnya.

Kriteria hipertensi

Dalam forum yang sama, dia menjelaskan kriteria hipertensi.

Pertama, hipertensi stadium 1 ketika tensi darah ada di angka 130 mmHg hingga 138 per 80 sampai 89 mmHg.

Stadium 2, tekanan sistolik ada di angka 140 mmHg atau lebih, diastolik lebih atau sama dengan 90 mmHg.

"Nih bisa kita bayangkan orang yang tekanannya normal, dalam klasifikasi baru bisa dianggap hipertensi."

Baca berita lain tentang kesehatan umum di sini.

(TribunHealth.com/Nur)

Penulis: anrosikin
Editor: Melia Istighfaroh
Ikuti kami di
Data Berhasil Terkirim!
Data Harus Diisi!
KOMENTAR

BERITA TERKINI

berita POPULER

© 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved