Breaking News:

Tak Hanya Faktor Usia, Pembuluh Darah Kaku Beresiko Terjadinya Hipertensi

Hipertensi bisa terjadi pada siapa saja. Pada umunya hipertensi terjadi pada orang yang berusia lanjut, orang berusia dewasa muda bisa hipertensi.

pixabay.com
Ilustrasi hipertensi 

TRIBUNHEALTH.COM - Semua orang bisa terkena hipertensi.

Hipertensi terjadi dikarenakan kekakuan pada pembuluh darah.

Jenis hipertensi dibagi menjadi 2, yakni hipertensi primer dan hipertensi sekunder.

Hipertensi primer yakni, hipertensi yang tidak diketahui penyebabnya tetapi sebagian besar terjadi karena kekakuan pembuluh darah dan sebagainnya.

Pada hipertensi sekunder dikarenakan adanya penyakit yang mendasarinya seperti kelainan ginjal, kelainan hormon, dan sebagainya.

Semua bisa beresiko terkena hipertensi.

Ilustrasi hipertensi
Ilustrasi hipertensi (pixabay.com)

Baca juga: Kapan Seseorang Perlu Melakukan Skrinning Kesehatan Mental? Ini Kata dr. Zulvia Oktanida Syarif

Saat bertambah usia dan dikarenakan pembuluh darah kaku maka beresiko terjadi hpertensi.

Semakin bertambah usia semakin beresiko terkena hipertensi karena pembuluh darah kaku maka tekanan dipembuluh darah akan meningkat.

Biasanya sering terjadi pada seseorang yang berusia diatas 45 tahun.

Laki-laki lebih rentan mengalami hipertensi karena permasalahan hormonal.

Perempuan sedikit yang mengalami hipertensi, apabila kejadiannya sebelum menopause.

Setelah perempuan mengalami menopause, maka tidak ada lagi perlindungan dari hormon esterogen.

Baca juga: dr. Lusiyanti Sebut Porsi Makan yang Pas Bisa Membuat Kulit Lebih Sehat

Maka, kejadian perempuan setelah mengalami menopause akan sama dengan laki-laki.

Seseorang yang memiliki riwayat keluarga penderita hipertensi, maka bisa terkena hipertensi.

Hipertensi lebih sering terjadi pada orang yang obesitas, sedentery life style.

Banyak yang mengira bahwa pusing dan sakitnya tengkuk kepala adalah gejala dari hipertensi.

Padahal terjadinya hipertensi tidak bergejala.

Hipertensi sering terjadi tiba-tiba dan bisa mengakibatkan stroke.

Kita tidak bisa mengetahui bahwa menderita hipertensi hanya dengan melihat dari gejala saja.

Baca juga: Aktivitas Fisik pada Remaja Bisa Kurangi Risiko Depresi pada Masa Mendatang

Untuk mengetahui apakah menderita hipertensi, harus rutin mengukur tekanan darah.

Halaman
12
Penulis: Putri Pramestianggraini
Editor: Ekarista Rahmawati
Ikuti kami di
Data Berhasil Terkirim!
Data Harus Diisi!
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved