Breaking News:

dr. Binsar Martin Beberkan Masalah Infertilitas yang Mungkin Saja Dialami oleh Pasangan

Salah satu penyebab sulitnya pasangan untuk memiliki keturunan adalah invertilitas. Menikah dan memiliki buah hati adalah yang didambakan pasangan.

coupleromantic
Ilustrasi - Kehidupan seksual pria dan wanita 

TRIBUNHEALTH.COM - Infertilitas atau ketidaksuburan adalah salah satu penyebab sulitnya pasangan untuk memiliki keturunan.

Menikah dan memiliki buah hati adalah yang didambakan semua pasangan.

Hadirnya buah hati akan memberi kebahagiaan dalam suatu hubungan.

Sehingga tidak heran apabila banyak orang begitu serius mempersiapkan kehamilan dan kehadiran buah hati.

Beberapa diantaranya, bahkan ada pasangan yang sudah mulai mempersiapkannya bersamaan dengan persiapan pernikahan.

Ilustrasi - Kehidupan seksual pria dan wanita
Ilustrasi - Kehidupan seksual pria dan wanita (coupleromantic)

Baca juga: drg. Sartari Entin Menyampaikan Perbedaan SOP Dalam Menangani Permasalahan Gigi di Masa Pandemi

Tidak jarang juga beberapa pasangan yang sudah mempersiapkan kehamilan dalam waktu yang cukup lama belum dikaruniai keturunan.

Infertilitas adalah ketidak mampuan menghamili atau hamil pada usia 2 tahun pernikahan atau 2 tahun menikah.

Seperti apakah infertilitas itu?

Berikut adalah penjelasan dr. Binsar Martin Sinaga, seorang medical sexologist.

dr. Binsar Martin Sinaga, FIAS merupakan Medical Sexologist di Klinik RMC Depok, MMAC Jakarta Selatan, dan Renata Medical Clinic Bogor.

Baca juga: Beberapa Penyebab Munculnya Sariawan yang Dijelaskan oleh drg. Nadia Yuniastuti

Ia menyelesaikan pendidikan S1 di Fakultas Kedokteran Universitas Kristen Indonesia pada tahun 1990 hingga tahun 1997.

Pada tahun 2006, dr. Binsar Martin Sinaga, FIAS menyelesaikan program Magister Biomedik di Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia

Tak hanya sampai disitu, dr. Binsar Martin Sinaga, FIAS melanjutkan pendidikan Intensive Seksologi di Fakultas Kedokteran Udayana Denpasar pada tahun 2006-2008.

Sejak tahun 2010 dr. Binsar Martin Sinaga, FIAS aktif menjadi pembicara dalam seminar awam yang membahas mengenai seksualitas.

Ia sempat menjadi Kepala Puskesmas Kecamatan Essang, Kabupaten Kepulauan Talaud, Sulawesi Utara pada tahun 1999 hingga tahun 2001.

Baca juga: Bukan Sesuai Keinginan, Waktu Pemasangan Kawat Gigi Disesuaikan dengan Jenis Kelainan

Setelah itu pada tahun 2001-2003 ia bekerja di Perusahaan Farmasi.

Ia juga pernah menjadi dokter di rumah sakit Sentra Medika Depok selama kurang lebih 3 tahun, yakni pada tahun 2003-2006.

Sesaat setelah bekerja di rumah sakit Sentra Medika, ia bekerja menjadi dokter selama 2 tahun di rumah sakit Pantai Indah Kapuk pada tahun 2006-2008.

dr. Binsar Martin Sinaga, FIAS sempat menjadi dosen di Swiss German University Jakarta pada tahun 2008-2010.

Sebagai dokter, ia aktif menjadi narasumber.

Halaman
12
Penulis: Putri Pramestianggraini
Editor: Melia Istighfaroh
Ikuti kami di
Data Berhasil Terkirim!
Data Harus Diisi!
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved