Breaking News:

Simak, Dua Faktor Risiko Penyakit Stroke yang Perlu Dipahami dari Dokter Spesialis Neurologi

Berikut ini simak penjelasan Dokter Spesialis Neurologi, dr. Felix Adrian mengenai faktor risiko penyakit stroke

kompas.com
Ilustrasi konsultasi dengan dokter-simak penjelasan Dokter Spesialis Neurologi, dr. Felix Adrian mengenai faktor risiko penyakit stroke 

TRIBUNHEALTH.COM - Stroke adalah salah satu penyakit yang berbahaya.

Penyakit ini bukan hanya menyerang pada usia tua (lansia), namun juga bisa terjadi pada usia muda.

Stroke adalah suatu kelainan pada otak (medula spinalis dan retina) yang disebabkan oleh kelainan pembuluh darah yang bertahan lebih dari 24 jam.

Baca juga: Efektif Obati Kanker, dr. Iranita Sebut Pengobatan Ibnu Sina Tak Langsung Memperbaiki Sel Kanker

Diketahui terdapat dua faktor risiko terjadi penyakit stroke. Apa saja?

Dilansir Tribunhealth.com dari tayangan YouTube KompasTV, Dokter Spesialis Neurologi, dr. Felix Adrian memberikan tanggapannya.

Berdasarkan penuturannya, faktor risiko stroke telah terbagai menjadi dua.

ilustrasi stroke
ilustrasi stroke (tribunnews.com)

Ada yang bisa dimodifikasi dan ada yang tidak bisa dimodifikasi.

Pada faktor risiko yang tidak dapat dimodifikasi ialah:

- Umur

Usia diatas 55 tahun disebutkan rentan mengalami penyakit stroke.

Baca juga: Satgas Imbau Masyarakat Memahami Faktor Penyebab Lonjakan Agar Terhindar Gelombang Baru Covid-19

- Jenis kelamin

Diketahui laki-laki memiliki persentase mengalami stroke lebih banyak daripada perempuan.

- Keturunan

Apabila keluarga memiliki riwayat stroke, maka berpotensi menurunkan pada salah satu anggota keluarga yang lain. Misalnya dari orangtua kepada anak.

ilustrasi penderita stroke
ilustrasi penderita stroke (tribunnews.com)

- Ras atau etnis tertentu

Rasa atau etnis tertentu juga turut berkontribusi dalam terjadinya penyakit stroke yang dialami seseorang.

Sementara, pada faktor risiko yang dapat dimodifikasi ialah:

- Hipertensi

- Kolesterol tinggi

- Kadar asam urat tinggi

ilustrasi asam urat
ilustrasi asam urat (Kompas.com)

- Penyakit jantung

- Gaya hidup tidak baik

- Merokok

- dan pola makan yang tidak sehat

Penjelasan Dokter Spesialis Neurologi, dr. Felix Adrian ini dikutip dari tayangan YouTube KompasTV, Senin (27/9/2021).

(Tribunhealth.com/Ranum Kumala Dewi)

Penulis: Ranum Kumala Dewi
Editor: Melia Istighfaroh
Ikuti kami di
Data Berhasil Terkirim!
Data Harus Diisi!
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved