Breaking News:

Studi Terbaru: Penambahan Berat Badan Selama Pandemi Berisiko Picu Diabetes Tipe 2

Menurut penelitian, hal ini juga memunculkan risiko penyakit jantung dan stroke di masa mendatang

Pixabay
Ilustrasi berat badan bertambah selama pandemi 

TRIBUNHEALTH.COM - Bertambahnya berat badan selama pandemi menempatkan lebih banyak orang pada risiko lebih tinggi terkena diabetes tipe 2, seperti diungkap dalam studi National Health Service (NHS) Inggris.

Data NHS menunjukkan, orang yang mencari bantuan penurunan berat badan dari layanan kesehatan, rata-rata lebih berat daripada sebelum dimulainya krisis virus corona.

Rata-rata, orang yang meminta bantuan penurunan berat badan sebesar 2,27 kg.

Angka ini lebih berat daripada mereka yang memulai program selama tiga tahun sebelumnya, ungkap penelitian tersebut, diberitakan The Guardian Sabtu (4/9/2021) waktu setempat.

Baca juga: Kencing Manis dan Diabetes Merupakan Penyakit yang Sama? Berikut Ulasan dr. Mustopa, Sp.PD

Baca juga: dr. Ahmad Ashraf Amalius, MPH, Sp.M(K), M.Kes. Jelaskan Kaitan Penyakit Katarak dengan Diabetes

ilustrasi kencing manis atau diabetes
ilustrasi kencing manis atau diabetes (batam.tribunnews.com)

Orang berusia di bawah 40 tahun yang mendaftar pada program pencegahan diabetes NHS, memiliki berat badan paling banyak dan rata-rata 8 pon lebih berat daripada mereka yang mendaftar sebelum pandemi.

Data tersebut menurut penelitian yang dipublikasikan di Lancet Diabetes & Endocrinology.

Hal ini dapat berdampak signifikan bagi pelayanan kesehatan.

Pasalnya kenaikan 1 kg saja diperkirakan dapat meningkatkan risiko terkena diabetes sekitar 8%.

Proyeksi menunjukkan bahwa pada tingkat saat ini, peningkatan jumlah penderita diabetes dapat mengakibatkan hampir 39.000 orang berpeluang menderita serangan jantung pada tahun 2035.

Sementara lebih dari 50.000 mengalami stroke.

Baca juga: dr. Tan Shot Yen Jelaskan 11 Organ yang Terkait Diabetes, Liver hingga Otak Manusia

Baca juga: Penjelasan dr. Syahidatul Wafa, Sp.PD soal Risiko Penderita Diabetes jika Terpapar Covid-19

ilustrasi pengecekan diabetes
ilustrasi pengecekan diabetes (kompas.com)

Prof. Jonathan Valabhji, direktur klinis nasional NHS untuk diabetes dan obesitas yang menghasilkan temuan tersebut, mengatakan orang yang khawatir tentang penambahan berat badan diperlukan untuk mendapatkan bantuan sesegera mungkin.

“Pandemi telah mengubah setiap bagian dari kehidupan kita dan membebani pikiran dan tubuh, dengan ribuan orang membayar harga yang mahal, dan banyak yang bertambah berat selama penguncian,” katanya Dikutip TribunHealth.com dari The Guardian.

“Peningkatan berat badan juga berarti peningkatan risiko diabetes tipe 2 – yang terkait dengan banyak jenis kanker, kebutaan, amputasi, serta serangan jantung dan stroke.”

Baca berita lain tentang kesehatan umum di sini.

(TribunHealth.com/Nur)

Penulis: anrosikin
Editor: Melia Istighfaroh
Ikuti kami di
Data Berhasil Terkirim!
Data Harus Diisi!
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved