Breaking News:

Diabetes Monogenik Sulit Didiagnosis, Pakar: Disebabkan Mutasi Gen dan Diturunkan dalam Keluarga

Jika salah satu orangtua mengalami diabetes monogenik, tiap anak punya peluang 50 persen mengalami kondisi serupa

Pexels.com
Diabetes 

TRIBUNHEALTH.COM - Satu di antara jenis diabetes adalah diabetes monogenik.

Kondisi ini termasuk langka dan tergolong sulit dideteksi.

Diabetes monogenik disebabkan oleh mutasi gen tunggal, meski gen spesifik yang terpengaruh bisa berbeda, dimuat The Guardian, Selasa (30/8/2021).

Kondisi ini terbagi menjadi dua jenis.

Pertama adalah neonatal, dimana bisa terjadi dalam enam bulan pertama kehidupan.

Jenis kedua adalah diabetes onset maturitas pada anak muda, yang umumnya berkembang sebelum usia 25 tahu.

Diabetes
Diabetes (Tribunjogja.com)

Baca juga: Kencing Manis dan Diabetes Merupakan Penyakit yang Sama? Berikut Ulasan dr. Mustopa, Sp.PD

Sekitar 12 ribu orang di Inggris diperkirakan menderita diabetes monogenik.

Angka tersebut setara 1-2 persen dari kasus diabetes keseluruhan di negara tersebut.

Yang menjadi catatan, kondisi ini sulit dibedakan dengan diabetes tipe 1 dan tipe 2.

Kini NHS England telah memastikan ada pelatihan dan dukungan untuk perawat dan pemimpin medis yang ditunjuk.

Hal itu termasuk bagian dari renacana untuk meningkatkan diagnosis diabetes monogenik.

Tak kurang dari 280 staf akan dilatih tentang cara mengenali kondisi tersebut selama tahun depan.

ilustrasi diabetes
ilustrasi diabetes (kompas.com)

Baca juga: Tips dr. Binsar Martin Sinaga Agar Anak Tak Warisi Diabetes dari Orangtua

Di antara alat yang tersedia untuk dokter adalah kalkulator probabilitas online.

“Diabetes monogenik sulit didiagnosis, dan kami akan lebih mudah mengidentifikasi mereka yang perlu dirujuk untuk pengujian genetik dengan melatih tim diabetes monogenik di setiap kepercayaan,” kata Prof Partha Kar, penasihat khusus nasional NHS untuk diabetes, dikutip TribunHealth.com dari The Guardian.

Para ahli mengatakan program ini dapat membantu pasien menerima perawatan yang lebih baik dan lebih personal untuk membantu mereka mengelola kadar glukosa mereka.

Sebagai contoh, sementara kebanyakan pasien dengan diabetes tipe 1, dan beberapa dari mereka dengan tipe 2, memerlukan suntikan insulin, hal ini tidak selalu terjadi pada penderita diabetes monogenik.

Kasus ini sering dapat diobati dengan sekelompok tablet yang disebut sulfonilurea, meskipun ini tergantung pada gen yang terpengaruh.

Selain memastikan apakah pasien menderita diabetes monogenik, dan gen yang terpengaruh, pengujian genetik juga dapat digunakan untuk mengeksplorasi apakah gen yang terkena telah diturunkan ke anggota keluarga lainnya.

Baca juga: Penjelasan dr. Syahidatul Wafa, Sp.PD soal Risiko Penderita Diabetes jika Terpapar Covid-19

Baca juga: dr. Mustopa Sp.PD Jelaskan Gaya Hidup yang Perlu diterapkan agar Terhindar dari Diabetes

Ilustrasi diabetes
Ilustrasi diabetes (Tribunnews.com)

Jika salah satu orang tua membawa gen tersebut, anak-anaknya masing-masing memiliki peluang 50% untuk juga memiliki gen dan mengembangkan kondisi tersebut.

Dan Howarth, kepala Perawatan di Diabetes UK, menyambut baik pengumuman tersebut.

Halaman
12
Penulis: Ahmad Nur Rosikin
Editor: Melia Istighfaroh
Ikuti kami di
Data Berhasil Terkirim!
Data Harus Diisi!
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved