Breaking News:

Adakah Masa Subur pada Pria? Ini Jawaban Dokter Spesialis Andrologi, dr. Rahmawati Thamrin, Sp.And

Berikut ini simak penjelasan Dokter Spesialis Andrologi, dr. Rahmawati Thamrin, Sp.And mengenai masa subur pada pria.

Kompas.com
Menghitung kesuburan-simak penjelasan Dokter Spesialis Andrologi, dr. Rahmawati Thamrin, Sp.And mengenai masa subur pada pria. 

TRIBUNHEALTH.COM - Masa subur merupakan rentang waktu yang berpeluang tinggi terjadinya kehamilan.

Masa subur ini umumnya diketahui terjadi pada seorang wanita.

Biasanya, masa subur pada wanita ialah pada 12 hingga 16 hari sebelum masa haid berikutnya.

Baca juga: Kelainan Genetik Bisa Sebabkan Gangguan Kesuburan Pria, Ini Penjelasan dr. Rahmawati Thamrin, Sp.And

Bila masa subur biasa terjadi pada wanita, namun apakah masa subur juga bisa terjadi pada pria?

Dilansir Tribunhealth.com dari tayangan YouTube TribunTimur, dr. Rahmawati Thamrin, Sp.And memberikan jawabannya.

Berdasarkan penuturannya, pada seorang pria tidak terdapat siklus subur.

ilustrasi kesuburan
ilustrasi kesuburan (Kompas.com)

Lantaran siklus pembuatan sperma akan selalu ada setiap hari.

"Jadi kalau pada pria itu tidak ada seperti wanita yang ada formunalnya seperti siklus hormon yang naik turun."

"Kalau laki-laki itu flat. Setiap hari bisa subur dan setiap hari juga bisa menurun."

"Sehingga tidak ada indikasi masa subur pada laki-laki," tutur Rahmawati.

Baca juga: dr. Rahmawati Thamrin, Sp.And Ungkap Tumbuhnya Rambut pada Tubuh Gambarkan Kondisi Kesuburan Pria

Keadaan ini turut disebabkan lantaran terdapat perbedaan proses pembuatan sperma dengan sel telur pada wanita.

Ilustrasi analisis sperma pria
Ilustrasi analisis sperma pria (Tribunnews.com)

Baca juga: Kebiasaan Onani Sebabkan Pria Alami Ejakulasi Dini, Begini Penjelasan dr. Binsar Martin Sinaga, FIAS

Pada seorang wanita, sel telur sudah terbentuk sejak lahir.

Sementara pada seorang pria, sperma baru terbentuk pada masa akil baligh atau masa pubertas.

"Jadi pada saat pria pubertas, baru ada yang namanya sperma."

"Sedangkan perempuan, dari dalam janin itu memang sudah ada sel telurnya."

"Jadi nanti itu yang akan habis, makanya perempuan ada menopausenya," jelas Rahmawati.

Baca juga: Waspada Dampak bila Tidak Menjaga Kesehatan Seksual, Simak Penjelasan dr. Binsar Martin Sinaga, FIAS

Penjelasan Dokter Spesialis Andrologi, dr. Rahmawati Thamrin, Sp.And ini dikutip dari tayangan YouTube TribunTimur, 10 September 2020.

(Tribunhealth.com/Ranum Kumala Dewi)

Penulis: Ranum Kumala Dewi
Editor: Melia Istighfaroh
Ikuti kami di
Data Berhasil Terkirim!
Data Harus Diisi!
KOMENTAR

BERITA TERKINI

Tribun JualBeli
© 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved