Breaking News:

Diare yang Tidak Segera Ditangani Dapat Pengaruhi Kinerja Ginjal dan Organ Lain, Begini Kata Dokter

Jika sudah terjadi diare dan merasa tidak nyaman lebih baik segera di bawa ke rumah sakit. Sehingga penderita mendapatkan penanganan yang tepat.

Pixabay
Ilustrasi perut sakit karena diare 

TRIBUNHEALTH.COM - Kekurangan cairan saat menderita diare terutama jika terjadi pada orang tua maupun anak-anak perlu menjadi perhatian khusus.

Kondisi ini dapat memicu gangguan pada ginjal.

Apabila seseorang kekurangan cairan tentunya ginjal akan terganggu.

Penjelasan Dokter Spesialis Penyakit Dalam dan Konsultan Alergi Imunologi, dr. Prasna Pramita dilansir oleh Tribunhealth.com dalam tayangan YouTube KOMPASTV program AYO SEHAT, dokter jelaskan jika pasien yang terus-menerus diare bisa menyebabkan kekurangan cairan atau elektrolit.

Baca juga: Dokter Sebut Perlunya Menjaga Kebersihan Anatomi Rongga Mulut Agar Bagian Tubuh Lainnya Tetap Sehat

Sehingga akan terjadi kerusakan organ.

Setiap orang tentunya tidak ingin mengalami kerusakan organ.

Jika sudah terjadi diare dan merasa tidak nyaman lebih baik segera di bawa ke rumah sakit.

Sehingga penderita mendapatkan penanganan yang tepat.

Dokter bisa mengetahui jika pasien mengalami diare bisa dilihat dari mata pasien.

Diamana mata pasien akan terlihat cekung.

Ilustrasi mengalami diare
Ilustrasi mengalami diare (kompas.com)

Saat kulit di cubit akan lama kembali terutama kulit di bagian dahi.

Dan kulit tidak lentur lagi.

Kondisi ini menandakan jika sudah terjadi kekeringan di jaringan.

Apabila buang air kecil berkurang dan warna terlihat tua, dokter harus segera memberikan penambahan cairan.

Karena jika terlambat bisa terjadi kerusakkan pada organ ginjal.

Jika kinerja ginjal terganggu, tentunya akan memengaruhi organ lainnya.

Apabila diare terjadi pada orang tua dan anak-anak, akan lebih cepat mengalami dehidrasi.

Dokter menganjurkan untuk segera diberikan penanganan.

Baca juga: Kenali Macam-macam Kepribadian Anak saat Memasuki Usia Remaja

Terutama jika disertai dengan mual dan muntah.

Kemudian penderita tidak bisa konsumsi makanan.

Pada akhirnya pasien tidak bisa berjalan.

Hal ini dikarenakan pasien kekurangan cairan maupun elektrolit.

Penjelasan Dokter Spesialis Penyakit Dalam dan Konsultan Alergi Imunologi, dr. Prasna Pramita dilansir oleh Tribunhealth.com dalam tayangan YouTube KOMPASTV program AYO SEHAT edisi 06 Juli 2021.

(Tribunhealth.com/Dhiyanti)

Baca berita lain tentang kesehatan di sini.

Penulis: Dhiyanti Nawang Palupi
Editor: Ekarista Rahmawati
Ikuti kami di
Data Berhasil Terkirim!
Data Harus Diisi!
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved