TRIBUNHEALTH.COM - Dokter spesialis penyakit dalam, dr Robert Sinto berbicara soal demam pada penyakit malaria.
Menurutnya, ada ciri khusus demam malaria yang membedakan dengan panyakit lain.
Sebagai informasi, penyakit ini disebabkan oleh parasit plasmodium.
dr Robert menjelaskan, saat ini sudah diidentifikasi ada 15 jenis plasmodium.
Namun, jenis yang paling umum menyebabkan malaria antara lain plasmodium vivax dan plasmodium falciparum.
Plasmodium bisa menginfeksi manusia lewat gigitan nyamuk anopheles betina.
Baca juga: Benarkah Ibu Hamil dan Bayi Rentan Terjangkit Malaria, Dok?
Baca juga: Benarkah Penyakit Malaria Bisa Menular, Dok?

"Dia masuk ke dalam tubuh. Dan dalam tubuh tersebut ada masa inkubasi sebelum tumbuh gejala," papar dr Robert dikutip TribunHealth.com.
Rata-rata masa inkubasi bisa berlangsung selama 1-2 minggu.
Tetapi pada beberapa spesies plasmodium ada yang sampai waktu 3 minggu.
Secara umum, gejala-gejala malaria mulai muncul dalam 14 hari.
Beberapa gejalanya antara lain:
- Suhu badan di atas 38 derajat celcius
- Sakit kepala
- Muntah
- Nyeri otot
- Diare

Baca juga: Apakah Ada Vaksin untuk Mengobati Malaria Dok?
Baca juga: Dok, Seperti Apa Pengobatan untuk Penyakit Malaria?
Gambaran tersebut merupakan gambaran umum yang juga bisa terjadi pada penyakit lain.
Namun, dalam malaria ada hal khusus yang bisa menjadi cara membedaakan.
"Demamnya biasanya polanya siklik," papar dr Robert.
"Jadi ada plasmodium yang demamnya hari Senin, kemudian Rabu baru demam lagi," tandasnya.
Selain itu, demamnya biasanya tinggi hingga menggigil.
Namun kemudian pasien bisa mengeluarkan keringat dalam jumlah yang banyak.
Soal pengobatan, dr Robert menjelaskan bergantung pada kategori malaria yang diderita.
Selain itu, pengobatan masih bergantung pada jenis plasmodium yang menginfeksi penderita.
Baca artikel lain seputar kesehatan umum di sini
(TribunHealth.com/Ahmad Nur Rosikin)