Trend dan Viral

Obgyn di Kalimantan Grogi dan Salah SOP saat Operasi Caesar, Ketahuan Ternyata Dokter Gadungan

Penulis: Ahmad Nur Rosikin
Editor: Ahmad Nur Rosikin
Ilustrasi operasi caesar

TRIBUNHEALTH.COM - Sosok Susanto, dokter gadungan yang baru ketahuan setelah 2 tahun praktik kini menjadi sorotan.

Rupanya kurun waktu dua tahun itu bukanlah kali pertama dia mengaku sebagai dokter.

Bahkan sebelumnya dia pernah menyamar sebagai dokter obstetri dan ginekologi atau obgyn, tepatnya pada 2006 silam.

Identitasnya kala itu terbongkar di ruang operasi.

Dirinya yang ditugaskan operasi caesar, terlihat grogi dan salah prosedur.

Baca juga: Cuma Berijazah SMA, Pria Surabaya Praktik Dokter dengan Gaji Rp 7 Juta, Terbongkar 2 Tahun Kemudian

Santoso (atas kiri) menjalani sidang kasus dokter gadungan. (dok Sidang di PN Surabaya)

Wakil Sekjen Pengurus Besar IDI Telogo Wismo menyebutkan, peristiwa ini terjadi pada 2006 silam.

Kala itu Susanto pernah bertugas di salah satu rumah sakit di Kandangan, Kalimantan Selatan.

Di rumah sakit itulah Susanto menjalankan operasi persalinan pasien yang akan melahirkan.

"Saat itu Susanto sempat grogi dan salah. Perawat yang mengetahui itu dan langsung lapor direktur RS. Lalu direktur lapor ke polisi," kata Telogo kepada Kompas.com di Surabaya saat pertemuan virtual, Kamis (14/9/2023).

Lulusan SMA warga Grobogan Jawa Tengah itu lalu diproses hukum dan divonis hukuman 20 bulan penjara oleh pengadilan daerah setempat.

Baca juga: Siswi SMA Nganjuk Dikeluarkan dari Sekolah, Dipaksa Ngaku Curi HP Tanpa Bukti, Diancam Ditendang

Rekam jejak kebohongan Susanto

Ilustrasi dokter gadungan (Freepik.com)

Kasat Reskrim Polres Kutai Timur AKP Sugeng Subagyo memaparkan rekam jejak Susanto kepada Kompas.com, berikut ini rinciannya.

1. Pernah bekerja di RS Gunung Sawo

Pada 23 Maret 2011 lalu, Polres Kutai Timur pernah melakukan pengecekan langsung di RS Gunung Sawo, mengenai status tersangka yang pernah bekerja selama 2 bulan dari Februari hingga April 2008.

2. Jadi Dirut RS di Grobogan

Susanto yang hanya lulusan SMA ini juga pernah bekerja di RS Habibullah di Jalan Raya Tahunan, Kecamatan Gabus, Grobogan, Jawa Tengah.

AKP Sugeng Subagyo yang memimpin tim penyidik yang membawa tersangka dokter gadungan, Susanto, melakukan penelusuran ke rumah M. Abdul Rauf, selaku Ketua Yayasan RS Habibullah.

Diketahui Susanto pernah diangkat sebagai Dirut tahun 2008.

Setelah itu ia pamit ke Surabaya, dan tidak muncul lagi.

3. Dokter Puskesmas di Grobogan

Halaman
12