TRIBUNHEALTH.COM - Ada beberapa pasien yang mengeluhkan sariawan setelah melakukan penambalan gigi.
Untuk memberikan diagnosis yang tepat, perlunya diketahui apa jenis tindakan perawatan penambalan yang dilakukan pasien.
Perlu diketahui apakah tambalan yang diberikan bisa memicu reaksi alaergi pada pasien.
Dilansir oleh Tribunhealth.com hal ini dijelaskan Dokter Spesialis Gigi, drg. R. Ngt. Anastasia Ririen dalam tayangan YouTube Tribunnews Bogor program Sapa Dokter edisi 06 Agustus 2021.
Salah satu pemicu kejadian sariawan adalah terjadinya alergi.
Baca juga: dr. Febriyani Gotamy: Kurangnya Nutrisi Rambut Sebabkan Akar Rambut Tak Kuat dan Terjadi Kerontokkan
Namun biasanya alergi yang memicu kejadian sariawan adalah alergi berupa makanan.
Termasuk pada pemakain pasta gigi yang mengandung detergen.
Tetapi pada kasus-kasus lain ada kemungkinan material yang digunakan memicu atau mencetuskan kondisi anomali.
Tetapi yang sering terjadi ketika pasien mengeluhkan pasca penambalan yakni munculnya sariawan atau stomatitis pada jaringan lunak rongga mulut.
Biasanya dipicu oleh tindakannya.
Karena biasanya pada saat dilakukan perawatan penambalan pada kasus-kasus tertentu yang cukup rumit, maka dokter biasanya menggunakan alat bantu termasuk perawatan cukup rumit yang pada beberapa kejadian bisa memicu kejadian trauma pada jaringan lunak rongga mulut pasien.
Baca juga: dr. Arini Widodo, Sp.KK Sebut Vitiligo Ada Dua Jenis, Segmental dan Non Segmental
Karena pada prinsipnya dokter gigi akan membuat lokasi area bersih, steril, dan benar-benar dijauhkan dari jaringan lunak.
Alat-alat yang digunakan oleh dokter gigi banyak yang tajam dan bisa melukai.
Sehingga biasanya jaringan lunak akan dijauhkan.
Pada kejadian tersebut ketika jaringan lunak terkena alat-alat kedokteran gigi seperti lidah ataupun pipi bisa melukai pada proses pengeboran.
Dan biasanya dokter gigi akan menggunakan beberapa alat seperti kaca mulut atau alat-alat lain untuk mendorong bagian tertentu.
Pada kondisi tersebut kadangkala pada pasien yang kebetulan memiliki jaringan lunak yang cukup sensitif bisa mengalami proses efek lanjut berupa munculnya sariawan.
Bagi mereka yang memiliki jaringan lunak sedikit kering, sehingga memicu dan memudahkan kejadian trauma pada jaringan lunaknya.
Kemudain hari selanjutkan akan dirasakan munculnya sariawan.
Karena kondisi traumatik yang dialami pasien.
Baca juga: Apakah Jamur Pada Lidah Dapat Diobati? Begini Penjelasan Dr. drg. Munawir H. Usman, SKG., MAP
Penjelasan Dokter Spesialis Gigi, drg. R. Ngt. Anastasia Ririen dilansir oleh Tribunhealth.com dalam tayangan YouTube Tribunnews Bogor program Sapa Dokter edisi 06 Agustus 2021.
(Tribunhealth.com/Dhiyanti)
Baca berita lain tentang kesehatan di sini.