Breaking News:

drg. Wiwik Elnangti Wijaya, Sp. KGA: Prosedur Penambalan Gigi Anak dan Orang Dewasa Hampir Sama

Menurut drg. Wiwik Elnangti Wijaya, Sp. KGA sebelum dilakukan penambalan gigi, perlunya menghilangkan jaringan karies.

kompas.com
Ilustrasi anak melakukan perawatan ke dokter gigi, drg. Wiwik Elnangti Wijaya, Sp. KGA sarankan orang tua membiasakan anak ke dokter gigi sejak dini 

TRIBUNHEALTH.COM - Anak-anak yang mengalami karies susu botol dan gigi sudah tidak dapat dipertahankan atau dilakukan penambalan, maka biasanya dokter gigi akan menyarankan untuk dilakukan pencabutaan.

Selain itu, dokter juga akan melakukan perawatan saluran akar pada gigi yang sudah rusak.

Karena kondisi tersebut menyebabkan anak mengalami sakit hingga ngilu, sehingga harus dilakukan perawatan saluran akar gigi.

Namun tindakan ini dilakukan dengan catatan apabila anak mengalami kerusakan gigi yang sudah parah.

Baca juga: Ketahui Bagian Tubuh yang Bisa Mengalami Infeksi Jamur, Simak Ulasan dr. Halim Perdana Kusuma, Sp.DV

Hal ini disampaikan oleh Spesialis Kedokteran Gigi Anak, drg. Wiwik Elnangti Wijaya, Sp. KGA yang dilansir oleh Tribunhealth.com dalam tayangan YouTube Tribun Health program Healthy Talk edisi 25 Desember 2021.

ilustrasi seorang anak yang mengalami karies botol, drg. Wiwik Elnangti Wijaya, Sp. KGA sebut apabila dalam kasus parah perlu dilakukan pencabutan
ilustrasi seorang anak yang mengalami karies botol, drg. Wiwik Elnangti Wijaya, Sp. KGA sebut apabila dalam kasus parah perlu dilakukan pencabutan (pixabay.com)

Pada prinsipnya penambalan gigi pada anak dan orang dewasa memiliki prosedur yang hampir sama.

Dimana dokter akan menghilangkan jaringan karies dan ditutup dengan bahan tambalan gigi.

Perlunya menghilangkan jaringan karies agar kondisi karies tidak berlanjut.

Baca juga: dr. Halim Perdana Kusuma, Sp.DV Beberkan Langkah Pencegahan Infeksi Jamur atau Dermatofitosis

Meskipun gigi anak lebih sederhana, namun orang tua tetap harus memerhatikan kondisi gigi dan mulut anak.

Dokter sarankan orang tua memperkenalkan anaknya sedini mungkin ke dokter gigi.

ilustrasi seorang anak berkunjung ke dokter gigi, drg. Wiwik Elnangti Wijaya, Sp. KGA sebut anak juga perlu rutin memeriksakan giginya
ilustrasi seorang anak berkunjung ke dokter gigi, drg. Wiwik Elnangti Wijaya, Sp. KGA sebut anak juga perlu rutin memeriksakan giginya (pixabay.com)

Sehingga dengan bertambahnya usia anak, maka anak akan sadar akan kesehatan giginya dan tidak takut mengunjungi dokter gigi.

Mengunjungi dokter gigi tidak hanya jika mengalami keluhan pada gigi dan mulut, namun perlunya mengontrol kesehatan gigi dan mulut secara rutin mengingat rongga mulut merupakan muara pertama makanan.

Baca juga: drg. Ummi Kalsum, MH.Kes., Sp.KG. Ungkap Penggunaan Veneer yang Tidak Tepat Memengaruhi Fungsi Gigi

Kesehatan rongga mulut yang terganggu tentu akan memengaruhi kondisi kesehatan lainnya.

Dengan melakukan pemeriksaan sedini mungkin, dokter gigi bisa mendeteksi gangguan pada rongga mulut anak sejak dini.

Profil drg. Wiwik Elnangti Wijaya, Sp. KGA
Profil drg. Wiwik Elnangti Wijaya, Sp. KGA (Dentamedica care center)

Baca juga: drg. Ummi Kalsum, MH.Kes., Sp.KG Benarkan Jika Rata-rata Pasta Gigi Mengandung Detergen

Penjelasan Spesialis Kedokteran Gigi Anak, drg. Wiwik Elnangti Wijaya, Sp. KGA dilansir oleh Tribunhealth.com dalam tayangan YouTube Tribun Health program Healthy Talk edisi 25 Desember 2021.

(Tribunhealth.com/Dhianti)

Baca berita lain tentang kesehatan di sini.

Penulis: Dhiyanti Nawang Palupi
Editor: Ekarista Rahmawati
Ikuti kami di
Data Berhasil Terkirim!
Data Harus Diisi!
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved