Breaking News:

Defisiensi Vitamin B12 Bisa Picu Tinnitus, Muncul Suara Desis dan Dering di Telinga

Kekurangan B12 menyebabkan komunikasi antar saraf memburuk, yang kemudian dapat menyebabkan tinitus

pixabay.com
Ilustrasi suplemen vitamin B12 

TRIBUNHEALTH.COM - Tinnitus bisa menjadi tanda defisiensi atau kekurangan vitamin B12.

Tinnitus adalah ketika seseorang mengalami dering atau suara lain di salah satu atau kedua telinganya.

Kebisingan yang didengar saat menderita tinnitus tidak disebabkan oleh suara eksternal, dan orang lain biasanya tidak dapat mendengarnya.

Tinnitus adalah masalah umum, dilansir TribunHealth.com dari Express.

Kondisi ini mempengaruhi sekitar 15 persen hingga 20 persen orang dan sangat umum pada orang dewasa yang lebih tua.

Kondisi ini rupanya ada kaitannya dengan vitamin B12.

Baca juga: Memakai Cotton Bud Bisa Picu Infeksi Telinga, Simak Penjelasan dr. Ibrahim Irsan Nasution

Baca juga: Ketahui 3 Tips Menjaga Kesehatan Telinga dari Dokter Spesialis THT-KL, dr. Ibrahim Irsan Nasution

illustrasi telinga berdengung
illustrasi telinga berdengung (kompas.com)

Menurut situs medis LiveStrong, B12 diperlukan untuk memproduksi myelin, selubung pelindung dan insulatif yang mengelilingi saraf.

Kekurangan B12 menyebabkan komunikasi antar saraf memburuk, mekanisme yang terganggu inilah yang dapat menyebabkan tinitus, jelas situs kesehatan tersebut.

Melanjutkan klaim tersebut, sebuah penelitian Israel yang diterbitkan dalam American Journal of Otolaryngology menemukan bahwa tinnitus dikaitkan dengan kekurangan vitamin B12 dan bahwa pasien membaik dengan terapi tambahan B12.

Dalam sebuah penelitian yang diterbitkan di US National Library of Medicine National Institutes of Health, peran terapeutik vitamin B12 dalam tinnitus dianalisis lebih lanjut.

Studi tersebut mencatat: “Kekurangan vitamin B12 dapat menyebabkan demielinasi neuron di saraf koklea, mengakibatkan gangguan pendengaran dan tinnitus."

Baca juga: 3 Komplikasi Rhinitis Alergi, Bisa Sebabkan Polip Hidung hingga Infeksi pada Telinga

Baca juga: Ini Perbedaan Infeksi Telinga pada Bagian Dalam, Tengah, dan Luar

Ilustrasi suplemen vitamin B12
Ilustrasi suplemen vitamin B12 (pixabay.com)

“Selain itu, rendahnya kadar Vitamin B12 dan folat berhubungan dengan penghancuran mikrovaskuler stria vaskularis, yang dapat mengakibatkan penurunan potensi endokoklea dan gangguan pendengaran dan tinnitus."

“Sebuah penelitian sebelumnya, menunjukkan, untuk pertama kalinya, bahwa hubungan antara hiperhomosisteinemia yang disebabkan oleh defisiensi folat dan gangguan pendengaran dini melibatkan gangguan metabolisme homosistein koklea dan stres oksidatif yang terkait.”

Menurut NHS, suara pada penderita tinnitus bisa seperti:

  • Dering
  • Berdengung
  • Mendesing
  • Bersenandung
  • Desis
  • Denyutan
  • Musik atau nyanyian

Siapa yang berisiko kekurangan B12?

Ilustrasi kotoran pada telinga yang dapat mengganggu fungsi pendengaran
Ilustrasi kotoran pada telinga yang dapat mengganggu fungsi pendengaran (jakarta.tribunnews.com)

Baca juga: Penelitian Sebut Rutin Minum Multivitamin Bisa Bantu Hindari Penurunan Fungsi Kognitif

Baca juga: Faktor Risiko Defisiensi Vitamin B12, Gejala Bisa Diamati dari Kondisi Lidah

Ada dua penyebab utama defisiensi B12 - anemia pernisiosa dan mengikuti diet tertentu secara ketat.

Anemia pernisiosa adalah penyakit autoimun yang mencegah tubuh membuat faktor intrinsik - protein yang dibuat oleh lambung dan dibutuhkan untuk menyerap vitamin B12 di usus.

Menurut NHS, anemia pernisiosa adalah penyebab utama defisiensi B12 di Inggris.

Mengikuti secara ketat pola makan vegan atau vegetarian juga dapat meningkatkan risiko kekurangan vitamin B12.

Baca berita lain tentang kesehatan umum di sini.

(TribunHealth.com/Nur)

Penulis: anrosikin
Editor: Melia Istighfaroh
Ikuti kami di
Data Berhasil Terkirim!
Data Harus Diisi!
KOMENTAR

BERITA TERKINI

Tribun JualBeli
© 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved