Breaking News:

dr. Fita Maulina Ungkap Fakta dan Mitos Seputar Alat Kontrasepsi, Betulkah Spiral Lebih Efektif?

Simak penjelasan Dokter Spesialis Obstetri & Ginekologi, dr. Fita Maulina berikut ini

kompas.com
ilustrasi alat kontrasepsi 

TRIBUNHEALTH.COM - Kontrasepsi merupakan metode yang digunakan untuk mengatur jarak kehamilan dalam keluarga.

Namun ada beberapa mitos terkait dengan hal ini.

Berikut ini TribunHealth.com sajikan fakta dan mitos seputar kontrasepsi.

Dokter Spesialis Obstetri & Ginekologi, dr. Fita Maulina menjelaskan hal ini ketika menjadi narasumber dalam program Ayo Sehat Kompas TV.

Penggunaan pil kontrasepsi dapat menurunkan tingkat fertilitas perempuan

dr. Fita Maulina menyebut hal ini hanya mitos semata.

"Kenapa? Sekarang KB kontrasepsi yang hormonal kalau telat sehari saja bisa hamil."

Baca juga: Turorial Lepas IUD Mandiri Viral di TikTok, Ahli Kesehatan Ingatkan Bahaya dan Risiko yang Mengintai

Baca juga: Saya Pasang IUD dan Belum Ganti Selama 10 Tahun, Dampaknya Apa Dok?

Ilustrasi pil KB
Ilustrasi pil KB (Pixabay)

"Kenapa? Karena sekarang dosisnya mulai diturunkan."

"Supaya efek samping vaskularisasi pembuluh darah menurun, risiko yang jelek-jeleknya menurun."

"Jadi memang akhirnya jadi malah makin subur."

Spiral lebih efektif

Menurut dr. Fita Maulina, hal ini fakta.

"Setengah-setengah. Tapi fakta."

"Kenapa setengah-setengah? Karena sebenarnya masyarakat umum di luar sana banyak yang masih takut sama IUD. Tapi efektif seperti yang disebutkan? Betul sekali, efektif banget," paparnya.

"Karena kontrolnya per tahun, cuma setahun sekali. Terus tidak perlu bolak-balik dan tidak memasukkan hormonal ke tubuh dia. Jadi lebih efektif."

KB pria pengaruhi kejantanan

Ilustrasi alat reproduksi pria
Ilustrasi alat reproduksi pria (Pixabay)

Baca juga: Dokter Jelaskan Hal Dasar dalam Pemasangan IUD yang Perlu Diketahui

Baca juga: dr. Binsar: Seksual Tak Hanya Berbicara tentang Reproduksi tapi Juga Hubungan Antara Pria dan Wanita

Hal ini adalah mitos semata.

Menurutnya, KB pada pria tak mempengaruhi ejakulasi.

"Jadi sebenarnya tidak mempengaruhi ejakulasi pada daddy di rumah."

"Bisa tetap puas berhubungannya."

"Karena tidak ada syaraf yang bagaimana gitu ya, di cut gitu."

"Lalu cairan ejakukasi tetap keluar. Tapi yang tidak keluar spermanya."

"Syaratnya tidak ada penyakit menular seksual," tandasnya.

Baca berita lain tentang kesehatan umum di sini.

(TribunHealth.com/Nur)

Penulis: anrosikin
Editor: Melia Istighfaroh
Ikuti kami di
Data Berhasil Terkirim!
Data Harus Diisi!
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved