Breaking News:

Dokter Anak Bagikan Tips Apa yang Perlu Dilakukan Orangtua Jelang Pembelajaran Tatap Muka Terbatas

Salah satu hal yang penting adalah membiasakan anak melakukan protokol kesehatan

SURYA/SURYA/AHMAD ZAIMUL HAQ
PEMBELAJARAN JARAK JAUH - Suasana pembelajaran jarak jauh (PJJ) / online 

TRIBUNHEALTH.COM - Dokter Spesialis Anak, Konsultan Tumbuh Kembang Pediatri Sosial, Melanie Rakhmi Mantu, berbicara mengenai apa saja yang harus dipersiapkan orangtua jelang pembelajaran tatap muka.

Hal itu dia sampaikan ketika menjadi narasumber dalam program Ayo Sehat Kompas TV edisi Selasa (15/6/2021).

Sebagai informasi, pemerintah berencana membuka pembelajaran tatap muka terbatas pada tahun ajaran baru, Juli 2021 mendatang.

Rencana ini menjadi pro dan kontra lantaran kasus Covid-19 tengah melonjak di beberapa daerah.

Terkait hal ini, dr Melanie menyebut orangtua harus bijak.

"Orangtua tentunya sebagai penanggung jawab utama dari seorang anak, tentunya dapat memilih lebih bijak alur pendidikan mana yang akan diambil untuk pendidikan anaknya kedepan, baik online maupun offline," paparnya dikutip TribunHealth.com.

Ilustrasi pembelajaran jarak jauh --- Siswa menggunakan fasilitas WiFi gratis saat mengikuti kegiatan pembelajaran jarak jauh di Balai Warga Kelurahan Kuningan Barat, Mampang Prapatan, Jakarta Selatan, Kamis (27/8/2020). Kelurahan Kuningan Barat menyediakan fasilitas jaringan internet atau WiFi gratis yang dapat digunakan pelajar guna meringankan beban orang tua murid terkait kebutuhan kuota internet untuk pembelajaran jarak jauh di tengah pandemi Covid-19.
Ilustrasi pembelajaran jarak jauh --- Siswa menggunakan fasilitas WiFi gratis saat mengikuti kegiatan pembelajaran jarak jauh di Balai Warga Kelurahan Kuningan Barat, Mampang Prapatan, Jakarta Selatan, Kamis (27/8/2020). Kelurahan Kuningan Barat menyediakan fasilitas jaringan internet atau WiFi gratis yang dapat digunakan pelajar guna meringankan beban orang tua murid terkait kebutuhan kuota internet untuk pembelajaran jarak jauh di tengah pandemi Covid-19. (Tribunnews/Jeprima)

Baca juga: Hentikan Kekerasan pada Anak, Psikolog: Orang Tua Harus Belajar dan Lebih Siap

Baca juga: Tak Hanya Dialami Anak, Gangguan Belajar Disleksia Bisa Terjadi pada Orang Dewasa, Berikut Tandanya

dr Melani menjelaskan, orangtua perlu melihat dari semua aspek yang ada.

Termasuk kesiapan sekolah, guru, juga kasus yang ada di lingkungan sekitar.

Yang paling penting adalah kesiapan anak itu sendiri.

"Kesiapan anak berbeda-beda sesuai umur untuk memenuhi pembelajaran tatap muka ini," sebutnya.

dr Melanie tak menampik, protokol kesehatan akan lebih susah diterapkan pada anak usia tertentu.

Karenanya, dia meminta agar orangtua mulai membiasakan anak untuk mematuhi protokol kesehatan.

Ilustrasi belajar online --- Selama wabah Covid-19 masih berlangsung dan belum ada tanda-tanda mereda, seluruh aktivitas umumnya dilakukan di rumah melalui sistem dalam jaringan (daring), tidak terkecuali pendidikan yang ikut terkena dampak wabah Covid-19. Hal ini tidak menyurutkan semangat belajar mengajar seperti di SMP IT PAPB Semarang, Senin (27/04/20). Kondisi ini diharapkan tidak sampai mematahkan semangat belajar siswa-siswi, karena pendidikan untuk mereka tetap menjadi prioritas utama yang harus diperhatikan bersama. Dalam program ini, setiap sesi akan dibimbing oleh seorang guru dengan jumlah siswa untuk memastikan efektifitas kegiatan belajar. Selain itu, tersedia juga berbagai materi yang interaktif sehingga proses belajar menjadi lebih menyenangkan dan mudah untuk dipahami.
Ilustrasi belajar online --- Selama wabah Covid-19 masih berlangsung dan belum ada tanda-tanda mereda, seluruh aktivitas umumnya dilakukan di rumah melalui sistem dalam jaringan (daring), tidak terkecuali pendidikan yang ikut terkena dampak wabah Covid-19. Hal ini tidak menyurutkan semangat belajar mengajar seperti di SMP IT PAPB Semarang, Senin (27/04/20). Kondisi ini diharapkan tidak sampai mematahkan semangat belajar siswa-siswi, karena pendidikan untuk mereka tetap menjadi prioritas utama yang harus diperhatikan bersama. Dalam program ini, setiap sesi akan dibimbing oleh seorang guru dengan jumlah siswa untuk memastikan efektifitas kegiatan belajar. Selain itu, tersedia juga berbagai materi yang interaktif sehingga proses belajar menjadi lebih menyenangkan dan mudah untuk dipahami. (Tribun Jateng/Hermawan Handaka)

Baca juga: Apakah Anak yang Sudah Memiliki Gen Retinoblastoma Bisa Dicegah Penyakitnya? Ini Penjelasan Dokter

Baca juga: Psikolog Menjelaskan Dampak Psikologis Masyarakat yang Tidak Terjangkit Virus Covid-19

"Kalau di rumah tidak dibiasakan pakai masker, cuci tangan... itu untuk masuk ke sekolahnya sendiri akan menemui kendala," sebutnya.

Sebagai informasi, kasus Covid-19 pada anak setidaknya telah mencapai 229.079 kasus.

Di antara jumlah tersebut, 620 anak meninggal dunia.

Baca artikel lain tentang kesehatan umum di sini.

(TribunHealth.com/Ahmad Nur Rosikin)

Penulis: anrosikin
Editor: Melia Istighfaroh
Ikuti kami di
Data Berhasil Terkirim!
Data Harus Diisi!
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved