TRIBUNHEALTH.COM - Masa anak-anak adalah masa yang menyenangkan.
Namun nyatanya, seringkali terdapat peristiwa kekerasan yang dialami oleh anak-anak.
Sehingga membuat anak mengalami trauma pasca mendapatkan kekerasan.
Berbeda pada orang dewasa, anak-anak belum siap dalam menghadapi peristiwa traumatis.
Baca juga: Apa Efek Psikologis pada Artis Remaja di Bawah Umur yang Berperan sebagai Istri di Sinetron?
Baca juga: Orang Tua Perlu Tahu, Psikolog Jelaskan Dampak yang Ditimbulkan karena Melakukan Kekerasan pada Anak
Baca juga: Inilah Jenis Pola Asuh yang Tepat untuk Anak Menurut Psikolog Keluarga
Lantas bagaimana cara mengatasi trauma kekerasan pada anak?
Dikutip TribunHealth.com dari tayangan YouTube Tribun Health, Psikolog keluarga dan pendidikan anak, Adib Setiawan bersedia menjabarkannya.
Menurut Adib, terdapat beberapa cara mengatasi trauma pada anak.
Di antaranya:
1. Memberi kasih sayang

Cara yang tepat dalam mengatasi trauma pada anak, yaitu dengan memberikan kasih sayang kepada sang anak.
Salah satu caranya dengan mengajak anak bermain bersama.
"Orangtua meluangkan waktu dengan sang anak dengan mengajaknya bermain."
"Entah bermain sepeda bersama, berjalan-jalan," terangnya.
2. Memberikan makanan dengan gizi yang cukup

Salah satu cara dalam mengatasi trauma pada anak, dengan memberikan makanan dengan gizi yang cukup.
3. Memberikan pendidikan yang baik

Adib menyebut, manfaat anak mendapatkan pendidikan yang baik dapat membuat pola pikir anak menjadi baik.
"Cara berpikir anak menjadi baik dan berkembang."
"Sehingga memungkinkan anak untuk mudah memaafkan orang lain yang telah melakukan kekerasan kepadanya," ucapnya.
Lebih lanjut, Adib menyatakan, bila anak mendapatkan penanganan yang tepat pasca mengalami trauma, maka anak akan mudah melupakan trauma pada masa lalunya.
"Sehingga masa lalu yang dahulunya menjadi trauma pada anak, tidak lagi dirasakan," tutupnya.
Baca juga: Mengapa Rentan Terjadi Kekerasan pada Anak? Begini Tanggapan Psikolog
Baca juga: Apa Itu Definisi Kekerasan pada Anak? Simak Penjelasan Psikolog Berikut Ini
Baca juga: Dokter Sebut Program Berhenti Merokok Perlu Libatkan Dokter Spesialis hingga Psikolog
Penjelasan ini dikutip dari tayangan YouTube Tribun Health, Sabtu (29/5/2021).
(Tribunhealth.com/Ranum Kumala Dewi)