TRIBUNHEALTH.COM - Menurut dr. Binsar Martin Sinaga, penanganan infertilitas ada tiga.
Yang pertama adalah dengan cara pengobatan.
Jika gagal dapat dilakukan dengan cara kedua yaitu inseminasi.
Baca juga: Terjangkit Penyakit Endometriosis Dapat Mengakibatkan Susah Hamil
Baca juga: Aman atau Tidak Jika Konsumsi Nasi yang Dicampur dengan Santan? Simak Penjelasannya
Pada inseminasi, akan dilakukan pengambilan sperma dan disemprotkan ke dalam vagina.
Namun pada wanita tentunya akan dibuat untuk mengeluarkan ovum.
Jika sudah siap, dokter akan menyuntikkan sperma.

Cara yang ketiga adalah cara yang paling sering dikerjakan, yakni program bayi tabung.
Namun yang harus diingat adalah angka keberhasilan bayi tabung yakni 20%.
Selain itu, program bayi tabung juga memerlukan biaya yang mahal.
Namun penggunaan cara-cara tersebut berdasarkan hasil analisa sperma.
Angka keberhasilan setiap pria yang melakukan bayi tabung hanya 20%.
Baca juga: Kenali Faktor Penyebab Sariawan yang Dapat Terjadi pada Lidah
Baca juga: Apakah Makanan Dapat Berpengaruh terhadap Sariawan dan Gusi Yang Bengkak, Dok?
Karena kondisi wanita juga harus dipersiapkan.
Pertemuan sperma dan sel telur akan terjadi di luar tubuh.
Setelah muncul embrio, akan ditanam ke dalam rahim wanita.
Yang di tanam di dalam rahim tidak hanya satu, biasanya terdiri dari 4 hingga 5.
Maka dari itu, kebanyakan keberhasilan bayi tabung adalah kembar.
Namun tidak menutup kemungkinan jika hanya ada satu yang berhasil.

Pria mandul tidak selalu ditandai dengan perubahan suhu.
Kecuali pada wanita, pada ovulasi terjadi peningkatan suhu.
Ovulasi merupakan keluarnya sel telur yang terjadi pada wanita.
Baca juga: Bagaimana Perawatan Lidah yang Benar? Simak Penjelasan drg. Angela Putri Bunga
Baca juga: Urine Berbuih, Apakah Pertanda Ginjal Bermasalah Dok?
Penjelasan Medical Sexologist, dr. Binsar Martin Sinaga dalam tayangan YouTube Tribunnews.com program Talkshow Edukasi Seksual edisi 02 Oktober 2020.
(TribunHealth.com/Dhiyanti)
Berita lain tentang kesehatan ada di sini.