Pentingnya Memperhatikan Kebersihan Gigi dan Rongga Mulut Meskipun Sedang Berpuasa

Penulis: Putri Pramestianggraini
Editor: Ahmad Nur Rosikin
ilustrasi menjaga kebersihan dan kesehatan gigi saat berpuasa

TRIBUNHEALTH.COM - Secara prinsip diketahui bahwa kesehatan dan kebersihan rongga mulut idealnya dijaga, dan dalah satu mekanis adalah proses pembersihan menggunakan alat.

Kita mengenal beberapa alat untuk membersihkan gigi dan mulut.

Alat-alat tersebut digunakan sebagai alat bantu tetapi goal atau tujuannya adalah pembersihan.

Pembersihan ini baik pada saat kita sedang berpuasa maupun dalam kondisi rutin lainnya tetap wajib dilakukan.

Prinsipnya sama, setiap selesai makan atau minum selain air putih dan sebelum tidur.

Perlu menyikat gigi sebelum tidur karena pada saat kita tidur terjadi resposition dan dalam fase tersebut tidak terjadi fase self cleansing.

ilustrasi menjaga kebersihan dan kesehatan gigi saat berpuasa (freepik.com)

Baca juga: Waspada, Penyakit Gigi dan Mulut yang Kerap Dialami saat Puasa

Sehingga apabila kita tidak membersihkan seluruh gigi dan rongga mulut, artinya selain jaringan keras gigi juga gusi, langit-langit termasuk lidah maka akan terjadi proses-proses anomali yang dimulai dengan terbentuknya dental plak.

Salah satu pemicu kejadian banyak sekali anomali dalam rongga mulut adalah adanya dental plak.

Dental plak merupakan kumpulan mikroorganisme yang berada atau terletak pada permukaan jaringan keras gigi dalam bentuk biofilm yang dapat mempengaruhi ekosistem dalam rongga mulut.

Diketahui bahwa didalam rongga mulut terdapat lebih dari 700 spesies mikroorganisme yang berkoloni pada biofilm dan kemudian akan membentuk dental plak.

Baca juga: Lettu Kes drg. Ari Wd Astuti Jelaskan Beberapa Hal yang Mempengaruhi Pembentukan Karang Gigi

drg. Anastasia menyampaikan bahwa dental plak merupakan salah satu ekosistem yang paling kompleks didalam tubuh.

Mikroorganisme ini terikat didalam matriks yang diproduksi oleh sub-polimer ekstra seluler, dimana sebagian besar jenisnya adalah streptococcus mutan, merupakan bakteri utama penghasil matriks polisakarida ekstraseluler.

Klasifikasinya dental plak ini ada yang berdasarkan tempat dari plak, yaitu digusi bagian atas atau ditas dari gusi maupun didalam dari gusi.

Bentuk dari gusi seperti collar atau kerah, dan letak plak berada pada kerah tersebut atau terletak didalam area yang disebut dengan sub-gingiva.

Berdasarkan jenis dari plak, ada yang kering dan ada juga yang bersifat basah.

Berdasarkan waktu pengambilan, plak ada yang diambil satu jam atau beberapa jam setelah makan dan ada yang diambil setelah seseorang berpuasa selama satu malam.

Baca juga: Perlukah Semua Wanita Melakukan Pemeriksaan Pap Smear? Begini Tanggapan Dokter

Jenis plak yang diambil setelah satu jam atau beberapa jam setelah makan, biasanya pH dari plak tersebut tergolong rendah karena asam.

pH plak tergolong rendah karena terkait dengan intake makanan yang smepat dikonsumsi.

Sementara apabila pengambilan plak setelah kita berpuasa sepanjang malam, biasanya angka pH plak lebih tinggi, artinya lebih basa.

Ini disampaikan pada channel YouTube Wartakota bersama dengan drg. R. Ngt. Anastasia Ririen Pramudyawati. Seorang dokter gigi. Jumat (1/4/2022)

(TribunHealth.com/Putri Pramesti Anggraini)