Breaking News:

Gigi Bungsu Kerap Impaksi karena Baru Tumbuh saat Dewasa, Tak Selalu Perlu Pencabutan

Seseorang perlu menemui dokter gigi jika gigi bungsu menyebabkan rasa sakit yang parah

jatim.tribunnews.com
Ilustrasi pertumbuhan gigi bungsu 

TRIBUNHEALTH.COM - Pencabutan gigi bungsu karena impaksi termasuk umum dilakukan.

Namun mengapa gigi bungsu kerap menimbulkan impaksi?

Untuk menjawab pertanyaan tersebut, perlu diketahui dulu apa yang dinamakan gigi bungsu.

Gigi bungsu adalah gigi yang terakhir tumbuh, sebagaimana dilansir TribunHealth.com dari laman resmi National Health Service (NHS), Kamis (19/8/2021).

Gigi yang disebut juga sebagai gigi geraham ketiga ini, berjumlah empat yang masing-masing terdapat di setiap sudut rahang.

Jenis ini tumbuh pada akhir masa remaja atau awal dua puluhan (saat sudah memasuki usia dewasa).

Baca juga: drg. Nabila Amalia Bagikan Tips untuk Mengetahui Adanya Gigi Bungsu yang Tumbuh

Baca juga: Pengaruh Tumbuhnya Gigi Bungsu pada Penggunaan Kawat Gigi, Berikut Ulasan drg. Nabila Amalia

ilustrasi tumbuhnya gigi bungsu
ilustrasi tumbuhnya gigi bungsu (kompas.com)

Pada masa tersebut, 28 gigi biasanya sudah terpasang kuat.

Akibatnya, tak selalu ada ruang yang cukup di dalam rahang.

Akibatnya gigi bungsu bisa tumbuh dengan posisi yang kurang ideal.

Karena terbatasnya ruang, gigi bungsu terkadang bisa muncul miring atau tersangkut dan hanya muncul sebagian.

Gigi bungsu yang tumbuh seperti ini disebut impaksi.

Seseorang perlu menemui dokter gigi jika gigi bungsu menyebabkan rasa sakit yang parah.

Mereka akan memeriksa dan memberi saran apakah gigi tersebut perlu dicabut.

Baca juga: drg. Nabila Amalia: Ketika Mengalami Keluhan Gigi Bungsu, sebaiknya Konsultasikan dengan Dokter Gigi

Baca juga: Asumsi bahwa Gigi Bungsu Tidak Berguna Adalah Tidak Tepat, Berikut Ulasan drg. R. Ngt. Anastasia

ilustrasi nyeri pada gigi bungsu
ilustrasi nyeri pada gigi bungsu (kompas.com)

Gigi bungsu biasanya tidak perlu dicabut jika mengalami impaksi tetapi tidak menimbulkan masalah

Terkadang, gigi bungsu yang mengalami impaksi atau belum sepenuhnya menembus permukaan gusi dapat menyebabkan masalah pada gigi.

Makanan dan bakteri dapat terperangkap di sekitar tepi gigi bungsu, menyebabkan penumpukan plak, yang dapat menyebabkan:

  • Kerusakan gigi (karies gigi)
  • Penyakit gusi (juga disebut gingivitis atau penyakit periodontal)
  • Perikoronitis – ketika plak menyebabkan infeksi pada jaringan lunak yang mengelilingi gigi
  • Selulitis – infeksi bakteri di pipi, lidah atau tenggorokan
  • Abses – kumpulan nanah di gigi bungsu Anda atau jaringan di sekitarnya sebagai akibat dari infeksi bakteri
  • Kista dan pertumbuhan jinak – sangat jarang, gigi bungsu yang tidak memotong gusi berkembang menjadi kista (pembengkakan berisi cairan)

Banyak dari masalah ini dapat diobati dengan antibiotik dan obat kumur antiseptik.

Pencabutan gigi bungsu biasanya dianjurkan ketika perawatan lain tidak berhasil.

Baca berita lain tentang kesehatan umum di sini.

(tribunhealth.com/rosi)

Penulis: anrosikin
Editor: Melia Istighfaroh
Ikuti kami di
Data Berhasil Terkirim!
Data Harus Diisi!
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved