TRIBUNHEALTH.COM - Tidak semua makanan olahan perlu dihindari.
Faktanya, banyak makanan yang justru sehat seperti yogurt, kacang kaleng, hingga roti gandum utuh termasuk dalam kategori olahan.
Proses pengolahan sederhana ini sering kali bertujuan untuk membuat makanan lebih praktis, aman, atau tahan lama.
Namun, berbeda halnya dengan makanan ultra-olahan, yakni makanan yang mengalami pemrosesan sangat ekstensif dan mengandung berbagai bahan tambahan yang jarang ditemukan di dapur rumah, seperti pengawet, pengemulsi, pewarna buatan, hingga perasa sintetis.
Konsumsi makanan ultra-olahan secara berlebihan dapat berdampak buruk bagi kesehatan, salah satunya memicu kenaikan berat badan.
Hal ini terjadi karena makanan jenis ini biasanya tinggi kalori, tinggi natrium, rendah nutrisi, dan sering mengandung gula tambahan serta lemak tidak sehat.
Dilansir dari Very Well Health, berikut beberapa makanan ultra-olahan yang sebaiknya tidak dikonsumsi secara berlebihan:
1. Minuman Manis
Baca juga: 7 Tips Mudah Atasi Bau Mulut Mengganggu agar Napas Lebih Segar
Minuman manis seperti kopi susu kemasan, soda, minuman berenergi, dan berbagai minuman perasa umumnya diproses secara ultra.
Di dalamnya terdapat gula tambahan, pemanis buatan, pengawet, serta perasa buatan yang dapat meningkatkan asupan kalori secara signifikan.
Jika dikonsumsi berlebihan, minuman manis dapat meningkatkan risiko kenaikan berat badan dan gangguan metabolik.
2. Daging Olahan
Bacon, sosis, hot dog, dan berbagai daging olahan lainnya diawetkan melalui pengasapan, penggaraman, atau penambahan bahan pengawet seperti nitrat.
Meski proses ini meningkatkan cita rasa dan daya tahan, daging olahan cenderung tinggi natrium, lemak jenuh, dan kalori.
Konsumsi berlebih dikaitkan dengan risiko penyakit jantung dan obesitas.
3. Makanan Beku Siap Saji
Baca juga: 6 Rekomendasi Bahan Alami untuk Meredakan Batuk Kering tanpa Obat
Makanan beku sering dianggap solusi praktis bagi yang sibuk. Namun, banyak produk dalam kategori ini termasuk ultra-olahan karena mengandung pengawet, pengemulsi, serta kadar garam dan lemak tidak sehat yang tinggi.
Jika tetap ingin mengonsumsinya, pilihlah makanan beku yang mengandung protein rendah lemak seperti ayam atau ikan, serta biji-bijian utuh dan sayuran.
4. Keripik dan Kerupuk
Keripik, kerupuk, atau camilan renyah lainnya biasanya diproduksi dengan banyak bahan tambahan seperti perasa buatan, pengemulsi, dan pewarna.
Selain itu, produk ini tinggi garam, lemak jenuh, serta kalori, yang dapat menyebabkan kenaikan berat badan bila dikonsumsi berlebih.
5. Kue, Kue Kering, dan Makanan Penutup Kemasan
Baca juga: 5 Makanan yang Terbukti Bisa Menurunkan Asam Urat dan Aman Dikonsumsi Setiap Hari
Makanan penutup instan mengandung tepung olahan, gula tambahan, perasa buatan, serta pengawet.
Anda tidak perlu berhenti total mengonsumsinya, namun penting untuk membatasi porsinya.
6. Granola Batangan
Walaupun terlihat sehat, banyak granola batangan yang diproses berlebihan dengan penambahan pemanis, pengawet, serta biji-bijian olahan. Baca label sebelum membeli agar tidak salah memilih.
Kadar gula dalam granola batangan bisa sangat tinggi.
Cek artikel dan berita kesehatan lain di
(TribunHealth.com)
Dapatkan Quaker Instant Oatmeal di sini
KEBAIKAN OATMEAL
Quaker World No.1 Oat Brand.
Terbuat dari 100 persen oat butuh Australia.
Oatmeal Tinggi serat, beta glucan dari oat membantu menurunkan kadar kolesterol darah jika disertai dengan diet rendah lemak jenuh dan rendah kolesterol .
Membantu memelihara fungsi saluran pencernaan.
Dapatkan Quaker Instant Oatmeal di sini