TRIBUNHEALTH.COM - Menurunkan berat badan tidak hanya soal mengurangi porsi makan, tetapi juga memilih jenis makanan yang tepat.
Banyak orang tidak menyadari bahwa makanan ultra olahan (ultra-processed foods) menjadi salah satu penghambat terbesar dalam proses diet.
Makanan jenis ini umumnya tinggi kalori, lemak tidak sehat, gula tambahan, dan bahan kimia aditif yang dapat memicu makan berlebihan.
Mengonsumsi makanan ini secara berlebihan dapat menyebabkan kenaikan berat badan dan menggagalkan diet Anda.
Baca juga: 12 Makanan yang Bisa Memperkuat Sistem Kekebalan Tubuh Secara Alami
Makanan Ultra-Olahan yang Harus Dihindari Jika Ingin Sukses Menurunkan Berat Badan
Agar program penurunan berat badan berjalan lebih efektif, berikut adalah berbagai makanan ultra olahan yang sebaiknya dihindari.
1. Daging olahan
Daging olahan seperti sosis, bacon, hot dog, dan daging olahan lainnya diawertkan dengan pengasapan, penggaraman, pengawetan, atau penambahan pengawet seperti nitrat.
Meskipun proses ini membantu memperpanjang masa simpan dan meningkatkan rasa, daging olahan ini seringkali tinggi natrium, lemak jenuh, dan kalori.
Misalnya, hot dog dengan roti biasa mengandung lebih dari 300 kalori dan 19 gram lemak, yang dapat menghambat penurunan berat badan.
Berikut ini terdapat suplemen kesehatan, Imboost yang dapat meningkatkan daya tubuh Anda, klik di sini untuk mendapatkannya.
Baca juga: 11 Makanan Kaya Serat untuk Tingkatkan Kesehatan Usus dan Bikin Kenyang Sepanjang Hari
2. Makanan beku siap saji
Makanan beku menjadi penyelamat banyak orang karena praktis dan mudah diolah.
Namun, banyak di antaranya yang diproses secara ultra proses dan mengandung pengawet, pengemulsi, penguat rasa, serta kadar natrium dan lemak tidak sehat yang tinggi.
Kandungan gizinya bervariasi, ada makanan beku yang mungkin mengandung 350 kalori, sementara yang lainnya mengandung 500+ kalori dengan jumlah lemak dan sodium yang tinggi.
Sebaiknya perika label nutrisi saat Anda akan membeli makanan beku siap saji.
Alih-alih mengonsumsi makanan beku siap saji, gantilah dengan ayam atau ikan, biji-bijian utuh, dan sayuran, yang dibekukan sendiri.
3. Keripik dan kerupuk
Keripik, kerupuk, dan camilan renyah lainnya, biasanya diolah secara ultra dengan bahan pengawet, perasa buatan, dan pengemulsi.
Meskipun rasanya lezat, keripik kentang seringkali tinggi lemak jenuh, garam, dan kalori, sehingga mudah dikonsumsi berlebihan.
Misalnya, satu porsi keripik kentang (sekitar 11 keping) mengandung 160 kalori dan 10 gram lemak.
Baca juga: 5 Minuman yang Mempercepat Penuaan Otak, Termasuk Kopi Manis
4. Kue, kue kering, dan makanan penutup kemasan
Makanan ringan jenis ini mengandung tepung terigu, gula tambahan, pewarna, perasa buatan, dan pengawet.
Makanan penutup kemasan sering kali mengandung gula, gram, dan lemak yang tinggi agar rasanya semakin lezat.
Mengonsumsi makanan ini saat diet bisa meningkatkan kalori, yang akhirnya menghambat penurunan berat badan.
Baca juga: 6 Kebiasaan Sehari-hari yang Bisa Merusak Daya Ingat, Termasuk Tidak Cukup Tidur
5. Granola batangan
Granola batangan memang tampak sehat, tapi makanan ini diproses secara ultra dengan tambahan pemanis, pengemulsi, pengawet, dan biji-bijian olahan.
Kadar gula dalam beberapa batangan granola bisa sangat tinggi, yaitu 15 gram atau lebih.
Perhatikan label kemasan jika Anda ingin mengonsumsi granola batangan.
6. Minuman manis
Minuman manis, seperti soda, kopi manis, dan minuman berenergi, biasanya diproses secara ultra karena dapat mengandung bahan-bahan seperti pengawet, perasa buatan, gula tambahan, dan pemanis buatan.
Kalori dari minuman manis dapat bertambah dengan cepat, di mana satu kaleng soda mengandung sekitar 150 kalori dan 40 gram gula.
Jika minuman manis ini sudah menjadi bagian rutinitas Anda, cobalah menggantinya dengan infused water atau teh tanpa pemanis.
Itulah beberapa makanan yang sebaiknya dihindari agar tidak menambah berat badan Anda, terutama saat sedang diet atau berusaha menurunkan berat badan.
Cek Berita dan Artikel yang lain di
(Tribunhealth.com)
Baca juga: 4 Fakta Tidur Siang Berdampak Positif pada Tubuh, Berikut Durasi yang Dianjurkan
Berikut ini IPI vitamin D yang dapat membantu menjaga kesehatan tubuh Anda, klik di sini untuk mendapatkannya.
Vitamin IPI D3 1000 IU isi 75 Tablet (Isi 6 Botol)
Kegunaan :
Memenuhi kebutuhan vitamin D dengan cepat pada kondisi tertentu seperti lanjut usia, ibu hamil dan menyusui, risiko tinggi/penderita penyakit infeksi atau penderita penyakit autoimun.
IPI Vitamin C
Kegunaan:
Vitamin C yang berfungsi untuk membantu menjaga daya tahan tubuh, membantu memperkuat tulang gigi dan memperlancar peredaran darah.
Vitamin C berfungsi untuk membantu menjaga daya tahan tubuh.
Membantu memperkuat tulang gigi dan memperlancar peredaran darah.
Berikut ini IPI vitamin C yang berfungsi menjaga kekebalan tubuh, klik di sini untuk mendapatkannya.