TRIBUNHEALTH.COM - Bau badan tak sedap seringkali menimbulkan masalah, bukan hanya untuk diri sendiri, namun juga kepada orang sekitar.
Kemunculan bau badan bisa menyebabkan seseorang menjadi kurang percaya diri dan parno.
Tak sedikit yang rela mengeluarkan sejumlah uang untuk menghilangkan bau badan tak sedap, mulai dari perawatan hingga membeli aneka wewangian.
Ada banyak mitos yang beredar di masyarakat tentang bau badan tak sedap.
Yuk kenali fakta-fakta tentang bau badan yang perlu kamu ketahui seperti dikutip dari psychology today.
Baca juga: Dok, Kenapa Anak Usia 3 Tahun Setiap Bepergian Selalu Ingin Pipis atau BAB?
1. Produksi
Kelenjar apokrin memproduksi campuran lipid dan asam amino yang tidak berbau.
Apokrin juga menghasilkan feromon yang dimetabolisme oleh bakteri untuk menghasilkan keringat yang memiliki bau tidak sedap atau bau busuk.
Sementara yang memproduksi keringat tidak berbau adalah kelenjar ekrin.
2. Memilih pasangan
Tak sekedar aroma saja, bau badan ternyata bisa membantu dalam pemilihan pasangan, yakni melalui dua cara.
- Menghindari perkawinan sedarah
Bau keringat seseorang bisa menunjukkan gen sistem kekebalan tubuh seseorang, seperti antigen leukosit manusia
- Menilai status kesehatan calon pasangan
Yang perlu kamu tahu, bau keringat bisa berubah seiring dengan penyakit dan infeksi yang dialami oleh seseorang.
3. Pola makan
Bau keringatmu bisa mencerminkan pola makanmu.
Sebuah penelitian menunjukkan jika lebih banyak wanita menyukai pria yang menginsumsi makanan kaya telur, buah, sayuran dan kedelai daripada yang mengonsumsi daging merah.
4. Daya tarik
Bagi sebagian orang daya tarik paling utama adalah bau keringat.
Beberapa memilih untuk menghindari memiliki pasangan dengan masalah bau badan tak sedap.
Terlebih para wanita yang memiliki indra penciuman lebih baik daripada pria.
5. Kulit kekuningan
Kekuningan pada kulit bisa mengindikasikan bahwa seseorang lebih menyukai mengonsumsi buah dan sayur, atau dengan kata lain makanan yang sehat.
Warna kuning tersebut asalnya dari karoteniod dalam sayur dan buah-buahan.
6. Bau badan mengindikasikan penyakit
Sebuah penelitian menemukan jika bau badan merupakan persepsi kerentanan terhadap suatu penyakit.
7. Bakteri menjadi penyebab bau badan
Masing-masing orang menyimpak bakteri yang berbeda di ketiak dan celah tubuh lainnya.
Bakteri yang berbeda tentunya menghasilkan bau yang berbeda, seperti bau asam, daging, bawang hingga telur busuk.
(Tribunhealth.com)
Baca juga: 6 Fakta Jalan Kaki di Sore Hari Dapat Mendukung Kesehatan Fisik dan Mental jadi Lebih Baik