TRIBUNHEALTH.COM - Kolesterol tinggi pada umumnya tidak menunjukkan gejala pada tahap awal.
Namun ketika kadarnya terus menumpuk dalam tubuh, kolesterol bisa menunjukkan sejumlah tanda.
Ini bisa menjadi kesempatan untuk memeriksakan diri ke dokter dan mendapatkan perawatan untuk mengontrol kolesterol.
Dengan demikian, risiko komplikasi seperti penyakit jantung dan stroke dapat dihindari.
Lantas apa saja gejalanya?
Melansir kanal kesehatan Times of India, berikut ini penjelasan lengkapnya.
1. Nyeri rahang saat mengunyah
Ketika arteri yang memasok darah ke wajah dan rahang tersumbat sebagian akibat penumpukan plak, mengunyah atau berbicara dalam waktu lama dapat menyebabkan ketidaknyamanan.
Gejala ini jarang terjadi tetapi dapat dikaitkan dengan penyempitan arteri akibat kolesterol tingkat lanjut, terutama jika disertai gejala tidak biasa lainnya seperti kelelahan atau sesak napas.
Baca juga: 6 Fakta Jalan 10 Ribu Langkah Tiap Hari, Mendukung Kesehatan dan Bikin Panjang Umur
2. Cintin putih atau abu-abu di kornea mata
Meskipun arkus kornea dapat muncul secara alami seiring bertambahnya usia, melihatnya pada orang di bawah usia 45 tahun bisa jadi merupakan tanda kolesterol tinggi atau gangguan lipid lainnya.
Hal ini terjadi ketika endapan kolesterol terbentuk di kornea.
Meskipun penglihatan tidak terganggu, hal ini mungkin merupakan peringatan diam-diam dari tubuh tentang peningkatan LDL.
3. Bercak kekuningan di sekitar mata
Benjolan kecil kekuningan atau bercak datar di dekat kelopak mata mungkin sebenarnya merupakan endapan kolesterol di bawah kulit.
Meskipun tidak terasa sakit, benjolan ini dapat mengindikasikan kadar LDL atau trigliserida yang tinggi.
Dokter sering memeriksa kadar kolesterol ketika benjolan ini muncul, karena mungkin merupakan cara tubuh menunjukkan bahwa lemak beredar berlebihan dalam darah.
Baca juga: 7 Gejala Keracunan Makanan yang Perlu Diwaspadai, Awas Dehidrasi karena Kebanyakan Muntah!
4. Kesemutan atau mati rasa
LDL tinggi dapat menyempitkan pembuluh darah kecil, sehingga mengurangi suplai darah ke ekstremitas.
Sirkulasi yang buruk ini terkadang dapat menyebabkan kesemutan, mati rasa, atau sensasi seperti ditusuk-tusuk jarum.
Meskipun banyak kondisi yang dapat menyebabkan sensasi ini, jika terjadi tanpa alasan yang jelas, kadar kolesterol mungkin perlu diperiksa.
5. Gangguan pencernaan
Meskipun sering disebabkan oleh pola makan atau keasaman, aliran darah yang lambat ke lambung akibat penumpukan plak di arteri terkadang dapat memicu rasa tidak nyaman ringan yang berulang setelah makan.
Jika hal ini terjadi secara teratur tanpa alasan pola makan yang jelas, hal ini dapat dikaitkan dengan perubahan sirkulasi darah akibat kolesterol.
(TribunHealth.com)