TRIBUNHEALTH.COM - Sebagai upaya memberikan pembekalan keterampilan komunikasi digital bagi civitas rumah sakit, RS PKU Muhammadiyah Surakarta menyelenggarakan Workshop Konten Kreator Rumah Sakit.
Mengangkat tema 'From Hospital to Viral : Boost Your Brand with Creative Content', workshop ini diikuti oleh 33 karyawan internal serta 20 peserta dari 15 rumah sakit di wilayah Solo Raya, Kebumen, dan Kudus.
Acara ini digelar selama dua hari, yakni pada tanggal 11 September 2025 (online) dan 13 September 2025 (offline) yang dilaksanakan di Aula Baitul Hikmah RS PKU Muhammadiyah Surakarta.
Materi yang disajikan meliputi konten media dan branding rumah sakit, pengenalan Artificial Intelligence (AI), dasar-dasar proses editing, AI untuk konten rumah sakit, pembuatan storyboard dan copywriting, hingga produksi video berbasis AI.
Baca juga: 5 Cara Induksi Alami, Bantu Ibu Hamil Mempercepat Pembukaan Persalinan
Kegiatan menghadirkan dua narasumber, yakni Affan Fathor, seorang konten kreator sekaligus public speaker, serta Betty Andriani, Kepala Bagian Humas & Kemitraan RS PKU Muhammadiyah Surakarta.
Direktur RS PKU Muhammadiyah Surakarta, dr. Arief Budiman, dalam sambutannya menyampaikan bahwa tema 'From Hospital to Viral: Boost Your Brand with Creative Content' sangat relevan dengan kebutuhan saat ini.
“Pada dasarnya, setiap civitas bisa menjadi konten kreator rumah sakit selama mendapat pembekalan, pendampingan, serta semangat kolaborasi. Mari kita manfaatkan kesempatan ini sebaik-baiknya untuk membangun konten yang kreatif, inspiratif, dan berdampak positif bagi masyarakat sekaligus mendukung promosi rumah sakit. Harapannya, setelah workshop ini, para peserta dapat mengaplikasikan ilmu yang diperoleh untuk menghadirkan narasi dan visual yang kuat, sehingga rumah sakit semakin dekat dengan masyarakat melalui komunikasi yang sehat dan bermartabat,” ujarnya.
Sementara itu, Affan Fathor menegaskan bahwa teknologi tidak menggantikan peran kreator, melainkan menjadi mitra kerja.
“AI bukan pengganti kreator, tetapi partner kerja. AI ibarat asisten kreatif yang bisa diajak brainstorming, memberi alternatif ide, sekaligus mempercepat proses produksi. Dengan begitu, konten rumah sakit bisa lebih segar, inovatif, dan mampu menjawab kebutuhan audiens dengan cara yang efisien,” jelasnya.
Dalam paparannya, Betty Andriani menekankan pentingnya prinsip etika dalam pembuatan konten rumah sakit.
Baca juga: 4 Fungsi Vitamin C untuk Kesehatan Anak, Beserta Contoh Makanan yang Bisa Dipilih
“Konten harus memuat informasi akurat, etis, bermanfaat, dan sesuai regulasi. Konten adalah kekuatan branding rumah sakit, yang berfungsi sebagai media promosi menarik tanpa melanggar privasi pasien, petugas, serta etika dan nilai sosial rumah sakit,” ungkapnya.
Melalui workshop ini, RS PKU Muhammadiyah Surakarta berkomitmen mendukung peningkatan kapasitas civitas rumah sakit dalam memanfaatkan media digital sebagai sarana edukasi, promosi, dan penguatan citra rumah sakit yang humanis dan profesional. (Tribunhealth.com)
Baca juga: 7 Tanda-tanda Bayi 6 Bulan Belum Siap Diberikan MPASI