TRIBUNHEALTH.COM - Baby blues adalah kondisi emosional yang sering dialami ibu setelah melahirkan, biasanya muncul dalam dua minggu pertama pascapersalinan.
Gejalanya meliputi rasa sedih, mudah menangis, cemas, mudah tersinggung, hingga perubahan suasana hati yang cepat.
Meski umumnya bersifat sementara dan membaik dengan sendirinya, baby blues tetap perlu diperhatikan.
Jika keluhan semakin berat atau tidak kunjung membaik, sebaiknya segera berkonsultasi dengan tenaga medis untuk mencegah berkembangnya depresi pascapersalinan.
Untuk mengetahui lebih lanjut mengenai pandangan psikolog mengenai baby blues, kita bisa bertanya langsung dengan Hafish Mutiara Nisa M.Psi, Psikolog, CHt.
Baca juga: Faktor Risiko Apa Saja yang Membuat Ibu Lebih Rentan Mengalami Baby Blues, Ibu Hafizh?
Hafish Mutiara Nisa merupakan psikolog klinis.
Ia berpraktik di Klinik Uatama Kasih Ibu Sehati, Solo.
Pertanyaan:
Dalam pandangan psikolog, mengapa banyak ibu yang merasa terisolasi atau cemas selama masa baby blues? Apa yang bisa membantu mengurangi perasaan tersebut?
Anggri Pratiwi, di Kediri
Hafizh Mutiara Nisa, M.Psi., Psikolog, CHt menjawab:
Proses kehamilan itu panjang dan ada tiga trimester.
Pada trimester pertama, masih sangat rentan seperti ibu mengalami morning sickness, all day sickness atau pun mual muntah, makanan pilih-pilih dan sebagainya, serta merasa tidak nyaman.
Baca juga: Bu Hafizh, Gejala Baby Blues Terjadi karena Apa?
Mungkin hal tersebut berpengaruh pada janin seperti berat badan kurang dan lain sebagainya.
Dari sisi psikologis saat mengetahui hamil, mungkin memiliki rasa senang. Namun di sisi yang lain juga ada rasa sedih kenapa kondisi menjadi seperti ini seperti mual, muntah dan sebagainya.
Trimester kedua, secara fisik sudah lebih kuat dibandingkan trimester pertama. Makan sudah mulai enak, tidur nyenyak dan sebagainya.
Pada trimester ketiga, ketika menjelang persalinan mulai ada gejolak sendiri seperti perasaan emosional sedih, takut persalinan yang bisa menimbulkan keresahan pada diri ibu sendiri.
Perasaan-perasaan tersebut bisa diatasi dengan meluangkan waktu baik suami maupun istri untuk update ilmu sembari menunggu bayi lahir ke dunia, untuk menghindari baby blues dan lain sebagainya.
Saat pasca persalinan, ibu coba membuka diri dengan lingkungan di sekitar tentang hal yang dirasakan dan coba komunikasikan mengenai yang dirasakan serta hal yang dipikirkan pada oranglain. Sehingga orang lain bisa memahami maksud dengan jelas apa yang disampaikan.
Baca juga: Dari Pandangan Psikolog, Apa Penyebab Seseorang Mengalami Baby Blues?
Berhentilah merasa sendiri, karena tugas menjadi orangtua bukan ibu saja yang berperan, libatkan pasangan untuk proses pengasuhan dan perawatan bayi.
Sebisa mungkin libatkan pasangan unuk melakukan pekerjaan-pekerjaan dalam mengasuh bayi, pekerjaan rumah, dan cobalan menjaga pikiran serta perasaan agar tetap positif dengan cara mengelola stres (relaksasi atau olahraga ringan).
Serta tidak perlu memaksakan diri untuk mengikuti tuntutan-tuntutan yang disampaikan orang lain.
Profil Hafizh Mutiara Nisa, M.Psi., Psikolog, CHt
Hafizh Mutiara Nisa merupakan psikolog yang aktif mengedukasi tentang kesehatan mental.
Ia mengambikPendidikan Sarjana Psikologi di Universitas Muhammadiyah Surakarta tahun 2013.
Baca juga: Baby Blues Lebih dari 2 Minggu, Apakah Masuk Postpartum, Bu Hafizh?
Setelah itu, Hafizh melanjutkan pendidikan Magister Psikologi Profesi di universitas yang sama pada tahun 2018.
Lulus S1, ia bekerja sebagai freelancer di biro psikologi.
Kini Hafizh Mutiara Nisa praktik di Klinik Utama Kasih Ibu Sehati, Solo.
Cek artikel dan berita kesehatan lain di
(TribunHealth.com)
Dapatkan Mom Uung ASI Booster 30 Kapsul / Pelancar ASI HALAL BPOM / Fenugreek FREE di sini
Mom Uung ASI Booster 30 Kapsul
BPOM TR No 213 337 751
Direkomendasikan Oleh Dokter Obgyn dan Anak
FENUGREEK FREE
Karena Fenugreek bagi beberapa orang memiliki efek samping mulai dari Diare, Perut kembung bahkan mual
TIPS PENGOPTIMALAN PRODUK
1. Mengkonsumsi ASI Booster MOM UUNG 2 x 2 kapsul sesudah makan secara konsisten dan di jam yang sama
2. Sesering mungkin mengosongkan payudara, dalam artian aktif memberikan ASI ke baby, bila perlu bisa diimbangi dengan pompa ASI yang rutin ya mom
3. Cukupi kebutuhan cairan tubuh, yaitu 3,1 Liter per harinya (sudah termasuk air putih dan jenis cairan lain seperti, jus, susu, kuah sayur )
4. Happy & Rileks