Breaking News:

Trend dan Viral

Buntut Aksi Boikot Produk Pro Israel, H&M dan Starbucks Rugi, PHK Berpotensi Terjadi di Indonesia

Buntut aksi boikot produk pro Israel kini verdampak negatif pada perusahaan yang mendukung aksi serangan Israel ke Palestina.

Penulis: Putri Pramestia | Editor: Putri Pramestia
palu.tribunnews.com
Buntut Aksi Boikot Produk Pro Israel, H&M dan Starbucks Rugi, PHK Berpotensi Terjadi di Indonesia 

TRIBUNHEALTH.COM - Buntut aksi pemboikotan produk pro Israel berdampak negatif pada perusahaan yang mendukung aksi serangan Israel ke Palestina.

Sejak terjadinya konflik Israel dan Hamas pada 7 Oktober 20023 lalu, banyak perusahaan asal Amerika yang menawarkan dukungan pada Israel untuk melakukan serangan yang menewaskan 18.000 warga Gaza.

Sontak warga dunia gencar melakukan gerakan Boycott, Divesment, Sanctions (BDS) melalui aksi pemboikotan terhadap produk yang mendukung atau terafiliasi Israel.

Gerakan boikot ini berdampak pada perusahaan Starbucks dan H&M.

Sebenarnya Starbucks tidak memberi dukungan finansial untuk Israel, namun, perusahaan itu baru-baru ini menggungat serikat pekerjanya yang memberi dukungan untuk Palestina.

Sejumlah negara saling kompak melakukan aksi boikot pada Starbucks hingga berimbas perusahaan tersebut mengalami kerugian 12 miliar dolar AS atau sekitar Rp 186 triliun (satuan kurs Rp 15.528).

Baca juga: Banyak Uban di Usia Muda? dr. Zaidul Akbar Bagikan Resep Mengatasinya

Tak cuma itu saja, akibat dari Gerakan BDS ini saham Starbucks juga menurun 1,6 persen, menandai penurunan terpanjang sejak perusahaan tersebut berdiri pada tahun 1992.

Kerugian finansial ini berdampak pada seorang karyawan Starbucks asal Maroko yang tidak disebutkan namanya itu melaporkan bajwa perusahaan sudha menginfokan beberapa staff bahwa mereka akan dipecat karena penjualan yang menurum signifikan akibat aksi boikot.

“Starbucks turut mengumumkan keputusan mereka untuk menghentikan 18 operasi tokonya yang ada di Maroko mulai 15 Desember, seiring dengan menurunnya laba penjualan akibat aksi boikot,” jelas karyawan Starbucks dikutip dari Morocco World News, yang ditulis Senin (18/12/2023).

Pemecatan serupa juga menyasar karyawan Starbucks di gerai cabang Mesir, sumber kepercayaan The New Arab mengatakan bahwa perusahaan mulai memangkas karyawan akibat penjualan yang turun pasca boikot.

Baca juga: Pembelian Gas LPG Tabung 3 kg Hanya Bisa Dilakukan Pengguna Terdata, Berlaku Mulai 1 Januari 2024

2 dari 4 halaman

"Saat ini, perusahaan memangkas pengeluaran dan memaksa pekerja yang tersisa untuk kerja lebih keras daripada yang seharusnya untuk mengkompensasi kekurangan staf," ujar karyawan Starbucks di gerai cabang Mesir.

Bukan hanya Starbucks, perusahaan pakaian dengan brand H&M mengumumkan gulung tikar mulai akhir tahun 2023.

Menurut informasi yang dikutip dari web lokal Morocco World News, H&M secara resmi akan menutup empat toko cabangnya yang ada di Maroko sebelum akhir tahun 2023, buntut menurunnya laba penjualan sebagai dampak dari kampanye boikot yang sedang berlangsung terhadap perusahaan tersebut.

“Anak perusahaan waralaba Kuwait, Alshaya Morocco, yang memiliki hak waralaba H&M, sedang bergulat dengan dampak boikot komersial luas yang diprakarsai oleh warga Maroko,” ujar sumber yang mengetahui masalah itu.

Baca juga: 15 Link Situs Resmi Instansi Pengumuman PPPK 2023, Cek Sekarang

Ketika dikonfirmasi lebih lanjut pihak H&M hingga kini belum memberikan komentar apapun terkait penutupan tersebut, namun imbas tutupnya toko ritel asal Swedia itu nasib ratusan karyawan berpotensi terdampak pemutusan hubungan kerja (PHK) massal.

Tak hanya H&M, aksi boikot produk yang terafiliasi dengan Israel juga membuat sejumlah brand mengalami pembengkakan kerugian, seperti McDonald's, Disney, Puma, dan Netflix.

Impor ke Indonesia Anjlok

Indonesia saat ini masih impor berbagai barang dari Israel di tengah aksi boikot.

Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat realisasi volume dan nilai impor dari Israel ke Indonesia pada November 2023 anjlok 48,73 persen secara bulan ke bulan.

Nilai impor barang yang dilaporkan turun 38,23 persen secara bulanan pada November 2023, menjadi 1,5 juta dolar AS.

Baca juga: Harga BBM Turun Lagi Mulai Minggu 17 Desember 2023, Pertamax hingga Pertamina Dex

3 dari 4 halaman

Penyumbang terbesar nilai impor tersebut, di antaranya perkakas, perangkat potong (HS 82) senilai 463.568 dolar AS, mesin-mesin dan pesawat mekanik (HS 84) 346.651 dolar AS, dan perangkat optik (HS 90) senilai 245.755 dolar AS.

Mesin peralatan listrik (HS 85) 241.510 dolar AS, bahan kimia organik (HS 29) 90.198 dolar AS, lemak dan minyak hewani/nabati (HS 22) 34.754 dolar AS, serat stapel buatan (HS 55) 19.076 dolar AS, bahan kimia anorganik (HS 28) 13.046 dolar AS, benda-benda dari besi dan baja (HS 73) 3.573 dolar AS, serta plastik dan barang dari plastik senilai 1.763 dolar AS.

Sementara itu, nilai impor nonmigas lainnya dari Israel tercatat di bawah 1.000 dolar AS, seperti sabun dan preparat pembersih, minyak atsiri, kosmetik dan wangi-wangian, berbagai produk kimia, tembaga, karet dan barang dari karet, pupuk, perhiasan atau permata, kendaraan dan bagiannya, hingga buku dan barang cetakan.

Sebelumnya, Deputi Bidang Statistik Distribusi dan Jasa, Pudji Ismartini mengatakan, ekspor dan impor antara Indonesia-Israel sangatlah kecil.

Baca juga: STOP Minum Jus Buah Mulai Sekarang, dr Zaidul Akbar Sarankan Baiknya Dimakan Langsung, Ini Alasannya

"Sehingga dapat disimpulkan, kondisi politik di kedua negara tersebut tidak signifikan berpengaruh terhadap kinerja perdagangan internasional Indonesia," kata Pudji dalam Rilis BPS, Rabu (15/11/2023).

Pudji bilang, share ekspor Indonesia ke Palestina dari Januari hingga Oktober 2023 ini adalah sebesar 0,0011 persen terhadap total ekspor Indonesia. Sedangkan share impor Palestina dari Januari sampai Oktober 2023 adalah sebesar 0,00 persen

"Karena kecil sehingga kami sampai empat digit desimal juga belum bisa menunjukkan besarannya," ujarnya.

PHK Berpotensi Terjadi di Indonesia

Ketua Asosiasi Pengusaha Ritel Indonesia (Aprindo) Roy Nicholas Mandey mengatakan, gerakan boikot akan produk yang terafiliasi dengan Israel bisa memiliki dampak yang berkepanjangan.

Salah satu dampak berkepanjangan itu adalah pemutusan hubungan kerja (PHK) para karyawan.

Baca juga: Sentuh di 7 Titik Rangsangan Ini Dijamin Istri Merem Melek, dr. Boyke: Banyak Suami Gak Tau

4 dari 4 halaman

"Bisa kita bayangkan ketika tergerus produsennya atau supplier, maka investasi bisa hilang dan kandas, pertumbuhan tidak bisa terjadi," kata Roy dalam konferensi pers di kawasan Kuningan, Jakarta Selatan, Rabu (15/11/2023).

"Bahkan yang paling tidak mau dilakukan, pengusaha tidak mau melakukanya, melakukan pengurangan tenaga kerja atau PHK. Kalau produktivitas turun, bagaimana membayarkan tenaga kerja yang setiap tahunnya bertumbuh?" lanjutnya.

Roy mengatakan, akibat dari boikot produk ini menimbulkan potensi penurunan konsumsi belanja masyarakat hingga empat persen.

"(Angkanya) belum signifikan. Kalau angka, kira-kira pendekatan yang secara umum sekitar 3 hingga 4 persen penurunan konsumsi belanja masyarakat untuk daerah-daerah tertentu, belum seluruh daerah," ujarnya.

Maka dari itu, Roy meminta pemerintah hadir di tengah ramainya ajakan boikot ini. Ia mengatakan, pemerintah harus hadir dalam membaca atau melihat situasi dan kondisi.

"Perlu ada langkah-langkah yang relevan dan adaptif oleh pemerintah dalam membaca situasi dan kondisi," kata Roy.

Selanjutnya
Tags:
Tribunhealth.comH&MStarbucksboncoskerugianrugiboikotPro IsraelPalestinaGazaPHK Labneh Hashweh Mujaddara Makdous Maftoul Sumaqiyya (Sumaghiyyeh/Sumagiyya) Salata Falahiyeh Qidreh Maamoul
BERITATERKAIT
KOMENTAR

BERITA TERKINI

berita POPULER

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved