Breaking News:

Apa yang Dimaksud Aneurisma Otak? dr. Abrar Arham Sampaikan Penjelasannya

Beberapa dari kita tentunya sudah tidak asing dengan aneurisma otak. Namun, masyarakat awam masih belum emmahami apa itu aneurisma otak.

Penulis: Putri Pramestianggraini | Editor: Melia Istighfaroh
health.kompas.com
Ilustrasi Aneurisma otak 

TRIBUNHEALTH.COM - Tentunya kita sudah pernah mendengar tentang aneurisma otak, namun beberapa dari kita belum memahaminya.

Apa yang dimaksud dengan Aneurisma otak?

Dokter spesialis bedah saraf, dr. Abrar Arham menyampaikan tanggapannya pada tayangan YouTube Kompas.com.

"Aneurisma otak itu adalah penipisan setempat dari dinding pembuluh darah otak yang menyebabkan pembuluh darah menjadi menggelembung, menipis, dan sewaktu-waktu bisa pecah," kata dr. Abrar Arham

Ilustrasi Aneurisma otak
Ilustrasi Aneurisma otak (health.kompas.com)

Baca juga: TIPS Diet Cepat Kurus dengan Cara yang Sehat, Hindari Melewatkan Sarapan dan Tidur yang Cukup

"Jadi seperti kalau kita menyalakan kran pada selang air, lalu selangnya kita pegang, kita tutup, maka selang air itu akan menggembung, membesar dan sewaktu-waktu kalau tekanannya tinggi bisa pecah," lanjutnya

Akibat penipisan pembuluh darah atau aneurisma ini, tidak perlu tekanan darah yang tinggi untuk pecah.

Apakah ini sama dengan stroke?

"Stroke itu adalah gangguan pembuluh darah yang terjadi mendadak. Bisa disebabkan oleh pembuluh darah itu tersumbat, bisa juga pecah. Nah, pecahnya pembuluh darah itu bisa dua," imbuhnya

Dua pemicu pecahnya pembuluh darah yakni:

- Tekanan darah ringgi

Baca juga: 8 Tips Menambah Berat Badan Ideal dengan Cara yang Sehat

2 dari 2 halaman

Misalnya tekanan darah normal kita 120/80, kalau tekanan darah naik sampai 200, pembuluh darah bisa pecah secara spontan.

- Aneurisma

"Jadi aneurisma ini adalah salah satu penyebab terjadinya stroke perdarahan," kata dr. Abrar

Apakah ada gejala spesifik dari Aneurisma?

" Aneurisma ini saat belum pecah, dia tidak bergejala sama sekai. Aneurisma baru bergejala sewaktu dia pecah, dan gejalanya biasanya diikuti dengan sakit kepala yang mendadak yang sangat hebat, kadang-kadang diikuti penurunan kesadaran, kelemahan dan sebagainya," tuturnya

Tapi pada saat belum pecah, tidak ada gejala sama sekali.

Jadi mirip seperti bom waktu.

Ini disampaikan pada channel YouTube Kompas.com, bersama dengan dr. Abrar Arham Sp.BS(K). Seorang dokter spesialis bedah saraf dari Rumah Sakit Pusat Otak Nasional.

(TribunHealth.com/PP)

Selanjutnya
Tags:
Tribunhealth.comAneurisma Otakdr. Abrar Arham
BERITATERKAIT
KOMENTAR

BERITA TERKINI

berita POPULER

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved