Breaking News:

Bagaimana Cara Mencegah Kanker Serviks? Berikut Ulasan dr. H. Teuku Mirza Iskanar, Sp.OG

Kanker serviks perlu diwaspadai oleh perempuan. Pasalnya masih banyak perempuan yang tidak aware dan melakukan pemeriksaan lebih dini.

Penulis: Putri Pramestianggraini | Editor: Ahmad Nur Rosikin
freepik.com
ilustrasi kanker serviks 

TRIBUNHEALTH.COM - Kanker serviks merupakan kanker pada mulut rahim.

Sebagai perempuan tentunya harus waspada dan mengenal gejala dari kanker serviks.

Tak hanya itu saja, tentunya wanita juga perlu mengetahui cara mencegah kanker serviks, bagaimana caranya?

dr. H. Teuku Mirza mengatakan, di dalam pengelolaan kanker serviks terdapat pencegahan primer.

Pencegahan primer bukanlah vaksin, tetapi menjaga kebersihan organ reproduksi dan melakukan vaksin.

Sebagai pencegahan sekundernya ialah melakukan Pap Smear atau IVA.

ilustrasi kanker serviks
ilustrasi kanker serviks (freepik.com)

Baca juga: Jangan Sepelekan, Gejala Umum dari Kanker Serviks adalah Keputihan, Berikut Ulasan Dokter

Menjaga kebersihan organ reproduksi bukan dengan mencuci, tetapi justru merawat, melakukan hubungan seksual yang benar dan baik.

Perlu diketahui bahwa memotong rambut kemaluan juga termasuk menjaga kebersihan organ reproduksi.

Memotong rambut kemaluan bukan dengan mencukur, tetapi dipendekkan atau digunting.

Selain itu tidak menggunakan pencuci vagina sembarangan termasuk upaya menjaga kebersihan organ reproduksi.

2 dari 3 halaman

Terlalu sering menggunakan pencuci vagina, maka sistem pertahanan vagina akan hilang.

Penggunaan pembalut ternyata juga berpengaruh.

Baca juga: Jangan Terlalu Sering Menggunakan Pencuci Vagina, Simak Penjelasan dr. H. Teuku Mirza Iskanar, Sp.OG

dr. H. Teuku Mirza mengatakan, dengan penggunaan yang aneh-aneh justru kaum perempuan tidak menjaga organ reproduksi dengan baik.

Selain menjaga organ reproduksi, tentunya perlu melakukan vaksin.

Idealnya vaksin dilakukan pada usia-usia ketika SMA atau sekitar 15 sampai 19 tahun.

Tetapi sebenarnya vaksin boleh dilakukan sampai usia 55 tahun.

dr. H. Teuku Mirza tidak menganjurkan vaksin dilakukan pada usia 50 karena harga dari vaksin masih mahal.

Jika sudah berusia di atas 50 tahun, dianjurkan untuk melakukan pap smear secara rutin..

Baca juga: Menkes Sebut Kanker Serviks Jadi Penyebab Kematian Tertinggi, Imbau Masyarakat Lakukan Imunisasi HPV

Banyak kaum perempuan yang tidak melakukan screening dengan alasan takut.

Rasa takut tersebut terdapat dua kemungkinan yaitu tindakan yang dilakukan atau takut dengan hasilnya.

3 dari 3 halaman

Apabila tidak melakukan screening karena merasa malu, maka bisa memeriksakan diri dengan dokter perempuan.

dr. H. Teuku Mirza mengatakan, tidak ada alasan untuk tidak screening diri.

Maka dari itu sebagai perempuan harus aware dan mencegah gejala secara dini.

Ini disampaikan pada channel YouTube Tribun Jateng bersama dengan dr. H. Teuku Mirza Iskanar, Sp.OG(K). Seorang dokter spesialis kebidanan dan kandungan.

(TribunHealth.com/Putri Pramesti Anggraini)

Selanjutnya
Tags:
Tribunhealth.comserviksdr. H. Teuku Mirza Iskandar Sp. OG (K)
BERITATERKAIT
KOMENTAR

BERITA TERKINI

berita POPULER

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved