Breaking News:

Setelah Mematikan Saraf Gigi, Apakah Gigi Bisa Berfungsi Secara Normal? Ini Kata drg. Ummi Kalsum

Hipersensitif dentin sebenarnya banyak dialami oleh banyak orang meskipun tidak semuanya. Kondisi ini ditandai dengan rasa nyerti atau gilu pada gigi.

nova.grid.id
ilustrasi dokter melakukan tindakan perawatan saluran akar 

TRIBUNHEALTH.COM - Hipersensitif dentin memang banyak terjadi pada hampir setiap orang walaupun tidak begitu banyak.

Banyak yang tidak menyadari jika mereka terdiagnosis sebagai hipersensitif dentin.

Perawatan saluran dilakukan untuk mematikan gigi sehingga tidak mengalami nyeri kembali.

Setelah saraf gigi dimatikan, apakah gigi bisa berfungsi secara normal?

drg. Ummi Kalsum menyampaikan bahwa nyeri gigi tidak hanya karena sensitif, tetapi bisa karena adanya infeksi yang sudah sampai pada daerah saluran akar.

Dengan perawatan saluran akar, gigi akan tetap berada di dalam rongga mulut.

ilustrasi dokter melakukan tindakan perawatan saluran akar
ilustrasi dokter melakukan tindakan perawatan saluran akar (nova.grid.id)

Baca juga: Waktu yang Tepat Melakukan Perawatan Saluran Akar Gigi yang Disampaikan drg. Anastasia

Dalam kedokteran gigi sebenarnya memaksimalkan bagaimana gigi bisa selama mungkin ada di dalam rongga mulut.

Dengan berbagai inovasi, perawatan, dan bahan yang digunakan menyebabkan hampir semua gigi bisa diusahakan untuk dipertahankan.

Ketika melakukan perawatan gigi dengan baik, maka gigi bisa berfungsi dengan baik pula tanpa mengalami ngilu gigi arena saraf sudah dimatikan dan gigi dinonvitalkan.

Sehingga gigi bisa difungsikan tanpa mengalami rasa nyeri kembali.

2 dari 3 halaman

Meskipun dalam kedokteran gigi menyediakan gigi tiruan, tetapi tetap saja diusahakan mempertahankan gigi asli.

drg. Ummi Kalsum menyampaikan, gigi asli akan jauh lebih bermakna dibanding menggunakan gigi tiruan.

Baca juga: Pulpa yang Rusak Tidak Bisa Pulih Sendiri, Perlu Perawatan Saluran Akar

Walaupun gigi asli sudah tidak bisa dipertahankan kembali, tentu saja pilihannya adalah menggunakan gigi tiruan.

drg. Ummi Kalsum mengatakan bahwa hipersensitif harusnya bisa diatasi, asal terdiagnosa dengan baik.

Penanganan hipersensitif dentin dimulai dengan :

- Saran penggunaan pasta gigi

- Mengatasi daerah yang memang perlu dilakukan pelapisan atau penambalan

- Mengubah kebiasaan buruk pasien

Jika pasien memperhatikan beberapa hal yang disebutkan di atas, maka hipersensitif dentin bisa kembali normal.

Apabila kondisi hipersensitif dentin sangat berat sampai adanya kavitas yang dalam tetapi tidak terlihat dan adanya kavitas seperti lubang sekecil jarum tetapi dalam, pilihan terakhir adalah perawatan saluran akar.

Baca juga: Mengenal Perawatan Saluran Akar, Prosedur Pembersihan Rongga dalam Gigi

3 dari 3 halaman

Sehingga saraf gigi dikeluarkan, gigi dimatikan atau dinon-vitalkan untuk menghilangkan keluhan nyeri pada pasien.

drg. Ummi Kalsum menyampaikan, terdapat beberapa kondisi-kondisi yang dipertimbangkan dan perawatan apa yang bisa dilakukan pada pasien.

Kebiasaan yang memicu hipersensitif dentin atau gigi sensitif adalah :

- Cara menyikat gigi yang salah

- Penggunaan sikat gigi dengan bulu yang keras

- Cara menyikat gigi terlalu keras atau arah yang tidak tepat

Dari beberapa kebiasaan yang disampaikan di atas, sehingga menyebabkan terjadinya pengikisan didaerah terluar dari gigi.

Ini disampaikan pada channel YouTube Tribun Health bersama dengan drg. Ummi Kalsum, M.Kes., Sp.KG. Seorang dokter gigi spesialis konservasi gigi.

(TribunHealth.com/Putri Pramesti Anggraini)

Selanjutnya
Penulis: Putri Pramestianggraini
Editor: Ahmad Nur Rosikin
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved