Breaking News:

Adib Setiawan Benarkan Jika Masalah Ekonomi Menjadi Salah Satu Penyebab Gangguan Kesehatan Mental

Menurut Adib Setiawan, S.Psi., M.Psi tekanan yang semakin kuat menyebabkan seseorang depresi dan cemas.

Pixabay.com
Ilustrasi orang yang cemas akibat pandemi, begini penjelasan Adib Setiawan, S.Psi., M.Psi 

TRIBUNHEALTH.COM – Pandemi Covid-19 memberikan dampak besar pada kondisi kesehatan mental baik secara langsung maupun tidak langsung.

Pasalnya masalah ekonomi yang muncul akibat pandemic Covid-19 membuat sebagian orang mengalami gangguan kesehatan mental.

Kehilangan pekerjaan, pemotongan gaji, kesulitan mendapat pekerjaan, dan ketidakpastian lainnya membebani psikologis masyarakat.

Untuk mengetahui solusi dan tips dalam menangani masalah psikologis, kita bisa bertanya langsung dengan Adib Setiawan, S.Psi., M.Psi.

Adib Setiawan, S.Psi., M.Psi. merupakan seorang psikolog keluarga dan pendidikan anak.

Baca juga: Selain Penularannya Melalui Penggunaan Benda Bersamaan, Bagaimana Pencetus Awal Kutu Rambut?

Ilustrasi munculnya kecemasan akibat pandemi, begini ulasan Adib Setiawan, S.Psi., M.Psi
Ilustrasi munculnya kecemasan akibat pandemi, begini ulasan Adib Setiawan, S.Psi., M.Psi (Pixabay.com)

Baca juga: Penyebab dan Cara Mengatasi Bersin-bersin pada Malam Hari, Bisa Disebabkan Bulu Hewan Peliharaan

Adib Setiawan, S.Psi., M.Psi. memiliki sebuah yayasan bernama Praktek Psikolog Indonesia.

Yayasannya kini tersebar di berbagai wilayah.

Seperti Bintaro, Rawamangun, Tangerang Selatan, Cileungsi, dan Semarang.

Adib Setiawan, S.Psi., M.Psi. juga merupakan psikolog di www.praktekpsikolog.com

Adib Setiawan, S.Psi., M.Psi. akan menjawab berbagai pertanyaan terkait masalah psikologis sebagai berikut.

2 dari 3 halaman

Pertanyaan:

Apakah benar jika sebenarnya kesehatan mental paling besar disebabkan akibat masalah ekonomi?

Hal ini karena kita ketahui apabila pandemi ini membuat lapisan menengah ke bawah kesulitan dalam hal ekonomi.

Sari,  Tinggal di Boyolali.

Baca juga: Tak Hanya Benjolan, Gejala Kanker Payudara Termasuk Puting Terbalik dan Keluarnya Cairan Selain ASI

Psikolog Keluarga dan Pendidikan Anak, Adib Setiawan,S.Psi.,M.Psi.
Psikolog Keluarga dan Pendidikan Anak, Adib Setiawan,S.Psi.,M.Psi. (Dokumen pribadi Adib Setiawan, Psikolog Keluarga dan Pendidikan Anak.)

Baca juga: 4 Nutrisi Penting dalam Ikan Salmon, Termasuk Omega 3 yang Bermanfaat Turunkan Tekanan Darah

Ahli Psikolog, Adib Setiawan, S.Psi., M.Psi. Menjawab:

Iya tentunya salah satu penyebab mental memang yang pertama adalah ekonomi.

Karena ekonomi ini kan kadangkala orang suami istri menjadi berantem karena masalah ekonomi.

Orang tua dan anak bisa saja berantem karena masalah ekonomi.

Kakak beradik bisa juga berantem karena masalah ekonomi.

Tetangga berantem karena masalah ekonomi.

3 dari 3 halaman

Sehingga kondisi ekonomi itu juga bisa berdampak.

Baca juga: Inilah Penyebab Seseorang Bisa Jadi Pedofil menurut Medical Sexologist dr. Binsar Martin Sinaga FIAS

Ilustrasi serangan mental selama pandemi, begini kata Adib Setiawan, S.Psi., M.Psi
Ilustrasi serangan mental selama pandemi, begini kata Adib Setiawan, S.Psi., M.Psi (Pixabay.com)

Baca juga: Kasus Hepatitis Terus Ada Menyerang Bayi Baru Lahir, Dokter: Ada 7 Kasus yang Belum Dibahas

Tekanan-tekanan itu semakin kuat, sehingga menyebabkan seseorang depresi dan cemas.

Orang kadangkala pengennya kerjanya yang enak, yang enteng, uang datang sendiri atau ditanggung orang lain.

Tapi kan kenyataannya tidak semudah itu bahwa dengan terpaksa dia harus kerja keras, harus bekerja dari pagi sampai sore, bahkan kadangkala sampai malam, istirahatnya kurang, sehingga hidup ini seolah-olah terpaksa dan mengalami kecemasan yang membuat dia sulit untuk mengatasi kecemasan ini.

Di salah satu sisi kalau dia keluar kerja ternyata usaha sendiri juga tidak gampang.

Ketika mencoba usaha sendiri ternyata malah rugi atau ketika dia mencoba melamar kerja di tempat lain ternyata sangat susah.

Yang dulu mungkin satu bulan menunggu langsung diterima akhirnya menunggu kurang lebih waktu satu tahun untuk mendapatkan pekerjaan baru.

Pada akhirnya hal ini membuat seseorang menjadi cemas, takut, dan sedih.

Baca juga: Bahaya Minum Air Putih sebelum Tidur, Berisiko Picu Masalah Jantung karena Sering Terbangun

(Tribunhealth.com/DN)

Baca berita lain tentang kesehatan di sini.

Selanjutnya
Penulis: Dhiyanti Nawang Palupi
Editor: Ekarista Rahmawati
Ikuti kami di
Data Berhasil Terkirim!
Data Harus Diisi!
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved