Breaking News:

Waspada, Bau Badan dan Bau Mulut Bisa Jadi Tanda Penyakit Diabetes

Jika mengalami gejala diabetes, penting untuk berkonsultasi dengan dokter agar mendapatkan perawatan yang tepat

Freepik
Orang yang mengalami bau badan dan bau mulut 

TRIBUNHEALTH.COM - Orang yang memiliki diabetes harus mengontrol kondisi mereka dengan rutin meminum obat yang diresepkan dokter, diet, dan olahraga yang tepat.

Pasalnya langkah seperti ini akan mengurangi dampak yang mungkin ditimbulkan diabetes.

Di sisi lain, diabetes yang tidak dikelola dengan baik dapat memperburuk kadar gula darah seseorang dan bahkan dapat naik ke tingkat yang berbahaya dan mematikan.

India Times memberitakan salah satu tanda gula darah tinggi adalah bau badan yang aneh, tak terkecuali bau mulut.

Sangat penting untuk menyadari tanda-tanda ini dan mencari perawatan medis segera.

Diabetes yang terabaikan dapat meningkatkan risiko stroke, amputasi, dan serangan jantung.

Diabetes sebabkan bau badan dan bau mulut

ilustrasi seseorang yang mengalami masalah bau badan
ilustrasi seseorang yang mengalami masalah bau badan (grid.id)

Ketoasidosis diabetik adalah salah satu efek samping diabetes yang mematikan.

Komplikasi diabetes ini berkembang ketika tubuh tidak memiliki cukup insulin untuk memungkinkan gula darah masuk ke sel untuk digunakan sebagai energi.

Kemudian hati memecah lemak untuk bahan bakar, yang menghasilkan asam yang disebut keton.

2 dari 4 halaman

Ketika terlalu banyak keton diproduksi terlalu cepat, mereka dapat menumpuk ke tingkat yang berbahaya dalam darah dan urin.

Reaksi ini terjadi di dalam hati, yang menyebabkan darah menjadi asam.

Kondisi ini dapat menghasilkan tiga jenis utama bau napas. Ini adalah tanda toksisitas.

Keton meninggalkan tubuh melalui napas dan keringat, yang menyebabkan bau ini.

Baca juga: Kenali Penyebab Bau Badan yang Mempengaruhi Rasa Percaya Diri

Mengidentifikasi bau terkait diabetes

ilustrasi seseorang yang mengalami masalah bau mulut
ilustrasi seseorang yang mengalami masalah bau mulut (tribunnews.com)

Bau-bauan ini terkait dengan keton yang berlebihan dalam tubuh mungkin termasuk:

  • Bau buah pada nafas
  • Nafas yang berbau seperti kotoran. Ini bisa disebabkan oleh muntah yang berkepanjangan atau obstruksi usus
  • Napas dengan bau seperti amonia, yang biasanya terjadi pada orang yang mengalami gagal ginjal kronis

Selain menguji kadar gula darah, sangat penting untuk memperhatikan tanda-tanda ini yang meskipun tampak halus tetapi memiliki potensi besar dalam menunjukkan tingkat keparahan suatu penyakit.

Tanda-tanda ini dapat membantu seseorang mengenali penyakit dan segera mengambil bantuan medis bahkan pada tahap awal.

Baca juga: Ketahui Beberapa Pemicu Bau Mulut, Tidak Hanya Berasal dari Rongga Mulut Saja

Orang yang berisiko mengalami ketoasidosis

Ilustrasi makanan yang baik dikonsumsi penderita diabetes
Ilustrasi makanan yang baik dikonsumsi penderita diabetes (Pexels)

Orang dengan diabetes tipe 1 dapat mengembangkan ketoasidosis karena infeksi, cedera, penyakit serius, stres operasi atau dosis suntikan insulin yang hilang.

3 dari 4 halaman

Ketoasidosis diabetik lebih jarang dan parah pada orang dengan diabetes tipe 2.

Namun, bisa dipicu oleh gula darah yang tidak terkontrol dalam jangka waktu yang lama.

Ketoasidosis juga dapat terjadi pada orang yang tidak menderita diabetes.

Hal ini dapat terjadi dalam kasus kelaparan, di mana kekurangan glukosa memaksa tubuh melakukan proses ketogenesis untuk energi.

Baca juga: Ketoasidosis Diabetik Termasuk Kondisi Medis Serius, Berikut Ini Penyebab dan Gejalanya

Penelitian telah menemukan bahwa kondisi ini mungkin juga jarang berkembang karena diet rendah karbohidrat.

Jika gula darah Anda 240 mg/dL atau lebih, gunakan alat tes keton yang dijual bebas untuk memeriksa urin.

Ini harus dilakukan setiap 4 hingga 6 jam.

Anda juga harus menguji keton jika Anda mengalami gejala ketoasidosis diabetik.

Baca juga: Sejumlah Buah Ini Tinggi Indeks Glikemik, Penderita Diabetes Tak Boleh Kebanyakan

Tanda-tanda lain dari ketoasidosis

Ilustrasi kelelahan akibat ketoasidosis diabetik
Ilustrasi kelelahan akibat ketoasidosis diabetik (Pexels)

Selain bau napas, tanda-tanda lain dari kondisi ini meliputi:

  • Napas lebih dalam
  • Kelelahan
  • Buang air kecil berlebihan
  • Penurunan berat badan
  • Mual
  • Muntah
  • Sakit perut.

Baca juga: Pakar Kesehatan Sebut Minum Kopi Dapat Turunkan Risiko Diabetes Tipe 2

4 dari 4 halaman

Cara mencegah ketoasidosis diabetik

Ilustrasi cek pengukuran gula darah pada penderita diabetes
Ilustrasi cek pengukuran gula darah pada penderita diabetes (Freepik.com)

Penderita diabetes disarankan untuk sering memeriksa gula darahnya untuk mengetahui kadarnya dan mengambil langkah-langkah yang diperlukan untuk mencegah kondisinya memburuk.

Penting untuk tetap berpegang pada obat yang diresepkan oleh dokter dan jika Anda merasa sakit, konsultasikan lagi dengan dokter untuk menyesuaikan insulin Anda.

Pertahankan gaya hidup sehat, aktif dan seimbang untuk menjaga kadar gula darah Anda dalam kisaran target yang sehat.

Baca juga: Waspada, Penyakit Gusi Bisa Jadi Tanda Kadar Gula Darah yang Buruk dan Tak Terkontrol

Tips diet untuk penderita diabetes

Ilustrasi diet rendah gula
Ilustrasi diet rendah gula (Pixabay)

Makanan dalam diet harian harus rendah kalori, lemak jenuh, lemak trans, gula, dan garam.

Makan lebih banyak makanan kaya serat seperti sereal gandum utuh, roti, kerupuk, nasi, atau pasta.

Mengganti soda dan jus kemasan dengan air biasa.

Tips kebugaran untuk penderita diabetes

Cobalah untuk melakukan beberapa jenis aktivitas setiap hari.

Jika tidak terbiasa berolahraga, mulailah dengan berjalan kaki 10 menit, 3 kali sehari.

Anda bahkan dapat berjalan-jalan di sekitar rumah untuk jangka waktu tertentu jika sulit menemukan cara untuk berjalan-jalan.

Baca juga: Olahraga di Gym vs Outdoor, Mana yang Lebih Baik? Berikut Ini Kelebihan dan Kekurangannya

Komplikasi lain dari diabetes

ilustrasi seseorang yang mengalami depresi akibat diabetes
ilustrasi seseorang yang mengalami depresi akibat diabetes (freepik.com)

Gula darah dan diabetes yang kurang terkontrol dalam jangka waktu yang lama dapat menyebabkan beberapa komplikasi.

Ini dapat meningkatkan risiko banyak masalah jantung seperti serangan jantung dan stroke.

Hal ini juga dapat menyebabkan kerusakan saraf, ginjal, mata, kaki dan kulit.

Diabetes tipe 2 juga dapat meningkatkan risiko demensia serta depresi.

(TribunHealth.com/Ahmad Nur Rosikin)

Selanjutnya
Penulis: Ahmad Nur Rosikin
Editor: Melia Istighfaroh
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved