Breaking News:

6 Kebiasaan yang Berdampak Buruk untuk Kesehatan, Termasuk Makan dengan Cepat

Tak hanya makan banyak, makan terlalu cepat juga bisa berdampak buruk untuk kesehatan

Pexels
Ilustrasi makan terlalu banyak dan cepat tak baik untuk kesehatan 

TRIBUNHEALTH.COM - Kebiasaan sesorang akan berpengaruh terhadap kesehatan tubuhnya.

Beberapa kebiasaan dapat berdampak positif bagi kesehatan, sementara beberapa lainnya justru berdampak sebaliknya.

Misalnya saja, kebiasaan terlalu banyak makan dan makan terlalu cepat, yang rupanya berdampak buruk pada kesehatan.

Selain itu, beberapa kebiasaan lain seperti merokok dan mengonsumsi junk food juga memiliki dampak serupa.

Dilansir TribunHealth.com dari WebMD, berikut ini sederet kebiasaan yang berdampak buruk untuk kesehatan.

Terlalu banyak makan

Ilustrasi terlalu banyak makan
Ilustrasi terlalu banyak makan (lifestyle.kompas.com)

Jika seseorang biasa makan banyak, meskipun itu makanan sehat, kemungkinan besar ia akan bertambah gemuk.

Pada akhirnya obesitas dapat menyebabkan penyakit jantung, diabetes, dan tekanan darah tinggi, serta dapat meningkatkan peluang terkena jenis kanker tertentu.

Jadi, pastikan untuk mengonsumsi makanan dengan porsi yang direkomendasikan.

Baca juga: 4 Tips untuk Mengatasi Bersin Terus-menerus, Termasuk Menghindari Makanan Tertentu

Makan Terlalu Cepat

ilustrasi makan terlalu cepat
ilustrasi makan terlalu cepat (health.grid.id)
2 dari 4 halaman

Makan terlalu cepat membuat seseorang kurang puas.

Pada akhirnya mereka cenderung makan berlebihan sepanjang hari.

Sebaliknya, seseorang bisa merasa lebih kenyang dengan lebih sedikit melambat, karena tubuh memiliki kesempatan untuk menyadari bahwa sudah cukup makan.

Untuk membantu untuk fokus saat makan, ambil gigitan kecil, dan kunyah dengan baik.

Baca juga: 6 Manfaat Makan Ikan, Cegah Asma pada Anak hingga Tingkatkan Kualitas Tidur

Lewati Flossing (menggunakan benang gigi)

ilustrasi penggunaan dental floss
ilustrasi penggunaan dental floss (pixabay.com)

Setiap orang mungkin sudah menyikat gigi dua kali sehari.

Tapi hal itu rupanya tidak cukup.

Setiap orang juga perlu membersihkan sela-sela gigi, jika ingin menghilangkan plak, lapisan lengket berisi bakteri yang menyebabkan gigi berlubang.

Terlalu banyak plak juga dapat menyebabkan penyakit gusi, suatu kondisi serius yang terkait dengan masalah kesehatan lain seperti stroke, penyakit jantung, dan diabetes.

Baca juga: 4 Cara Hilangkan Plak Mandiri, Manfaatkan Soda Kue hingga Rutin Gunakan Water Flosser

Makan junk food

ilustrasi junk food
ilustrasi junk food (health.kompas.com)
3 dari 4 halaman

Soda, permen, dan kue kering memiliki banyak kalori dan sedikit nutrisi, dan semua gula itu masuk ke dalam darah terlalu cepat.

Hal-hal semacam itu terkait dengan masalah kesehatan yang serius seperti obesitas, diabetes, dan penyakit jantung.

“Karbohidrat kompleks” dengan lebih banyak serat dan nutrisi -- biji-bijian, buah-buahan, dan sayuran membutuhkan waktu lebih lama untuk dicerna, memuaskan rasa lapar, dan memberi energi yang stabil.

Lemak “baik” seperti kacang-kacangan dan biji-bijian juga bisa menjadi bagian dari diet sehat.

Baca juga: Selain Konsumsi Minuman Manis, Junk Food dan Makanan Berpengawet Memicu Terjadinya Kencing Manis

Menghabiskan Terlalu Banyak Waktu Sendiri

Ilustrasi suka sendiri
Ilustrasi suka sendiri (Freepik)

Bukan seberapa banyak orang yang dikenal atau seberapa sering Anda melihatnya.

Yang penting adalah Anda merasa terhubung dengan orang lain.

Jika tidak, Anda cenderung memiliki tekanan darah tinggi, depresi, masalah otak (seperti Alzheimer), dan peradangan.

Jika Anda merasa sendirian, bergabunglah dengan klub sosial, terhubung kembali dengan keluarga atau teman, atau memulai sesuatu yang baru yang melibatkan orang lain.

Baca juga: 6 Manfaat Travelling untuk Kesehatan Mental, Bisa Memicu Perasaan Tenang dan Bahagia

Asap Rokok

ilustrasi larangan merokok
ilustrasi larangan merokok (freepik.com)
4 dari 4 halaman

Kebiasaan buruk ini mempengaruhi hampir setiap organ dalam tubuh.

Kebiasaan ini dapat menyebabkan penyakit jantung, kanker, diabetes, stroke, bronkitis, emfisema, dan masalah kesehatan lainnya.

Ini juga meningkatkan risiko tuberkulosis, masalah mata, dan gangguan kekebalan seperti rheumatoid arthritis.

Dan jika seseorang menghabiskan banyak waktu di sekitar seseorang yang merokok, mereka lebih mungkin menderita asma, penyakit jantung, kanker paru-paru, atau stroke.

(TribunHealth.com/Ahmad Nur Rosikin)

Selanjutnya
Penulis: Ahmad Nur Rosikin
Editor: Ekarista Rahmawati
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved