Breaking News:

Tips Tidur Nyenyak saat Hidung Tersumbat: Tinggikan Bantal hingga Konsumsi Madu

Mengonsumsi madu dapat meledakan tenggorokan dan menekan batuk, yang kerap kali menyertai hidung tersumbat saat mengalami gejala pilek

Freepik
Ilustrasi meninggikan bantal saat tidur untuk redakan hidung tersumbat 

TRIBUNHEALTH.COM - Alergi, pilek, flu, dan penyebab lain hidung tersumbat dapat membuat sulit tidur.

Seseorang mungkin terbangun puluhan kali dengan perasaan seolah-olah mereka tidak bisa bernapas, atau mereka mungkin kesulitan untuk tertidur di napas yang tidak lancar.

Padahal tidur sangat penting untuk penyembuhan infeksi.

Sebuah studi tahun 2015 bahkan menemukan bahwa tidur yang lebih baik dapat mengurangi risiko terkena flu.

Beberapa strategi dapat mencegah hidung tersumbat mengganggu tidur malam yang nyenyak.

Untuk mendapatkan kelegaan maksimal, orang dapat mencoba beberapa strategi sekaligus, mulai dari meninggikan bantal hingga mengonsumsi madu.

Dilansir TribunHealth.com dari Medical News Today (MNT) berikut ini tips agar tidur tetap nyenyak selama mengalami hidung tersumbat.

1. Tinggikan kepala

Ilustrasi tidur dengan meninggikan kepala untuk redakan hidung tersumbat
Ilustrasi tidur dengan meninggikan kepala untuk redakan hidung tersumbat (Freepik)

Hidung mampet cenderung lebih buruk di malam hari karena hidung dan sinus lebih sulit mengalir.

Ini berarti lendir terkumpul di kepala, membuatnya lebih sulit untuk bernapas dan berpotensi menyebabkan sakit kepala sinus di pagi hari.

2 dari 4 halaman

Cobalah mengangkat kepala di atas beberapa bantal untuk membantu sinus mengalir lebih mudah.

Beberapa orang juga merasa lega dengan tidur di kursi malas atau sofa.

Baca juga: Siklus Tidur Tak Teratur Sebabkan Insomnia, Lebih Mungkin Dialami Pekerja Shift Malam

2. Gunakan pelembab udara/humidifier

ILUSTRASI - Penggunaan humidifier atau pelembap udara bisa minimalkan batuk
ILUSTRASI - Penggunaan humidifier atau pelembap udara bisa minimalkan batuk (Pixabay)

Hidung yang kering bisa terasa perih dan lebih sensitif terhadap lendir.

Humidifier melembabkan udara, mencegah kekeringan yang berlebihan dan mengurangi rasa sakit saat bernapas saat sesak.

Beberapa orang suka menambahkan minyak esensial, seperti peppermint atau eucalyptus, ke dalam pelembab udara.

Penting untuk membersihkan pelembap secara teratur, karena kelembapan dapat meningkatkan pertumbuhan bakteri dan jamur.

Yang terbaik adalah membaca instruksi mesin tentang pembersihan dan disinfektan.

Baca juga: Kurang Tidur Bisa Menyebabkan Kematian, Mitos ata Fakta?

3. Simpan persediaan di samping tempat tidur

ilustrasi menyiapkan tisu di samping tempat tidur
ilustrasi menyiapkan tisu di samping tempat tidur (freepik.com)

Hidung mampet bukan satu-satunya hal yang membuat lebih sulit untuk tidur dengan pilek.

3 dari 4 halaman

Bagi banyak orang, bangun untuk mengambil air atau tisu dapat mengganggu tidur sepanjang malam.

Menyimpan sekotak tisu, keranjang sampah, dan sebotol air di samping tempat tidur dapat membuat interupsi malam lebih singkat dan lebih nyaman.

Baca juga: Tubuh Akan Terbiasa dengan Durasi Tidur yang Pendek? Ahli Kesehatan Berkata Sebaliknya

4. Konsumsi madu

ilustrasi madu
ilustrasi madu (kompas.com)

Hidung tersumbat dapat menyebabkan orang bernapas melalui mulut, membuat tenggorokan kering dan sakit.

Ketika seseorang sudah mengalami batuk atau sakit tenggorokan, hal ini bisa membuat sulit untuk tidur.

Madu melapisi tenggorokan, meredakan ketidaknyamanan.

Madu bahkan dapat bekerja sebagai penekan batuk.

Baca juga: 5 Cara Alami untuk Redakan Sakit Tenggorokan, Minum Banyak Cairan hingga Konsumsi Madu

Sebuah studi tahun 2014 membandingkan madu dengan plasebo dan salbutamol bronkodilator kerja pendek pada anak-anak dengan flu biasa.

Madu adalah pilihan paling efektif untuk meredakan gejala batuk.

Anak-anak juga mungkin lebih bersedia untuk mencoba madu daripada obat-obatan.

4 dari 4 halaman

Bagi orang tanpa alergi madu, risiko efek samping atau reaksi negatif sangat rendah.

(TribunHealth.com/Ahmad Nur Rosikin)

Selanjutnya
Penulis: Ahmad Nur Rosikin
Editor: Ekarista Rahmawati
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved