Breaking News:

Sebenarnya pada Usia Berapakah Anak Harus Melakukan Pemeriksaan Gigi?

Sebagai orangtua tentu harus memperharikan kesehatan gigi dan anak. Tentunya orangtua juga harus mengajarkan anak untuk berani ke dokter gigi.

freepik.com
ilustrasi pemeriksaan gigi anak yang dilakukan oleh dokter 

TRIBUNHEALTH.COM - Menjaga kesehatan gigi tentu perlu kita perhatikan.

Ketika lalai menjaga kesehatan gigi, tentunya gigi akan mengalami berbagai masalah.

Salah satu masalah yang kerap terjadi adalah gigi berlubang.

Tak hanya pada orang dewasa saja yang perlu melakukan pemeriksaan gigi, anak-anak pun juga harus melakukan pemeriksaan gigi.

Sebenarnya sedini mungkin anak-anak sudah bisa melakukan pemeriksaan gigi ke dokter.

Ketika anak mulai tumbuh gigi, biasanya dokter akan memberikan edukasi kepada orangtua.

Misalkan anak usia 9 bulan sudah tumbuh gigi, dokter akan mengedukasi orangtua mengenai cara membersihkan gigi yang baik dan aman.

ilustrasi pemeriksaan gigi anak yang dilakukan oleh dokter
ilustrasi pemeriksaan gigi anak yang dilakukan oleh dokter (freepik.com)

Baca juga: Pentingnya Rutin Kontrol Gigi, Utamanya untuk Anak-anak, Kenali Sederet Manfaatnya Berikut Ini

Apalagi ketika anak memasuki usia 6 tahun dan gigi permanen sudah tumbuh, maka sudah bisa ke dokter gigi dan melakukan pencegahan gigi berlubang pada anak.

Sebagai orangtua juga harus memperhatikan kondisi kesehatan gigi anak-anak.

Sebenarnya penyebab dari gigi berlubang bukan hanya konsumsi yang manis-manis saja.

2 dari 3 halaman

Makanan yang masuk ke dalam mulut yang dibiarkan terlalu lama  dan tidak disikat akan menimbulkan asam.

Kondisi asam dan terkontaminasi bakteri itulah yang bisa menyebabkan gigi berlubang.

Jika orangtua mengatakan pada anaknya untuk tidak mengonsumsi manis-manis, sebaiknya dirubah anak tidak apa-apa mengonsumsi manis-manis asalkan setelah itu melakukan sikat gigi sebelum tidur.

Baca juga: Deteksi Permasalahan Gigi Sedini Mungkin, Dokter Gigi Anjurkan Lakukan Kontrol Gigi 6 Bulan Sekali

Biasanya anak kecil yang masih mengonsumsi susu saat tertidur dan menggunakan dot, akhirnya kebiasaan itulah yang menyebabkan gigi berlubang.

Bukan hanya pada anak kecil, orang dewasa yang tidak menyikat gigi sebelum tidur juga bisa mengaami gigi berlubang.

Apalagi jika kita sudah dewasa, gigi sudah tidak bisa berganti lagi.

Sebenarnya dalam satu hari sikat gigi dilakukan 2x, yakni setelah sarapan pagi dan malam sebelum tidur.

Biasanya kita salah, ketika bangun pagi langsung melakukan sikat gigi dan sarapan, akhirnya sisa makanan yang ada di mulut terakumulasi selama satu hari dan menimbulkan asam sehingga menyebabkan gigi berlubang.

Bagusnya ketika bangun pagi dilanjutkan dengan sarapan terlebih dahulu barulah menyikat gigi.

Baca juga: Kurang Menjaga Kesehatan Gigi Memicu Terbentuknya Karang Gigi, Gigi Berlubang hingga Gusi Berdarah

Ketika malam hari sebaiknya kita makan malam terlebih dahulu dan menyikat gigi sebelum tidur.

3 dari 3 halaman

Setelah menyikat gigi dimalam hari disarankan untuk tidak mengonsumsi apapun kecuali  minum air putih.

drg. Ivanna menyampaikan, dalam menjaga kesehatan gigi yang dilakukan tidak hanya sikat gigi saja tetapi juga rutin kontrol ke dokter gigi minimal 3-6 bulan sekali.

 Meskipun kita merasa kondisi gigi sehat dan aman-aman saja, tetapi pentingnya kontrol ke dokter ialah dokter bisa mengetahui lubang gigi terkecilpun yang tidak bisa kita lihat.

Ketika tiba-tiba gigi terasa ngilu barulah ke dokter gigi dan ternyata kondisi gigi sudah mengalami perlubangan.

Oleh karena itu selain rajin menyikat gigi, kita wajib untuk  ke dokter gigi minimal 3-6 bulan sekali.

Ini disampaikan pada channel YouTube Tribun Manado bersama dengan drg.  Ivanna Belopandung. Seorang dokter gigi dan owner Van Dental.

(TribunHealth.com/Putri Pramesti Anggraini)

Selanjutnya
Penulis: Putri Pramestianggraini
Editor: Ekarista Rahmawati
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

Tribun JualBeli
© 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved