Breaking News:

Apakah Posisi Tidur yang Selalu Miring ke Kanan juga Mempengaruhi Ketidakselarahan Rahang?

Mungkin beberapa orang menganggap bahwa posisi tidur miring dapat mempengaruhi rahang. Sehingga bentuk rahang menjadi tidak selaras.

lifestyle.kompas.com
ilustrasi posisi tidur miring 

TRIBUNHEALTH.COM - drg. Andi Tajrin menyamoaikan bahwa belum ada penelitian yang menyampaikan bahwa posisi tidur mrmpengaruhi ketidakselarasan rahang.

drg. Andi Tajrin juga mengatakan bahwa beliau belum bisa mengetakan bahwa posisi tidur bisa mempengaruhi ketidakharmonisan rahang.

Tetapi dalam penelitian, posisi tidur belum dilakukan penelitian apakah mempengaruhi proses perkembangan rahang.

Posisi tidur tidak mempengaruhi keharmonisan rahang.

Yang mempengaruhi justru kebiasaan lain, misalnya :

- Menghisap jari

Sejak usia balita hingga dewasa sering menghisap jari akan mempengaruhi perkembangan rahang.

ilustrasi posisi tidur miring
ilustrasi posisi tidur miring (lifestyle.kompas.com)

Baca juga: Apakah Bentuk Rahang yang Tidak Normal Bisa Diatasi Tanpa Operasi? Begini Kata drg. Ardiansyah

- Cara bernafas

Ada orang yang bernafas hanya melalui mulut, tidk bernafas melalui hidung.

Namun ada juga seseorang yang bernafas melalui hidung, tidak bernafas melalui mulut.

2 dari 3 halaman

Perlu diketahui ada juga seseorang yang bernafas menggunakan hidung maupun mulut.

Melakukan pernafasan melalui mulut menyebabkan kemungkinan ketidakharmonisan rahang.

Ketidakselarasan rahang termasuk kelainan kongenital.

Tak hanya ketidakselarasan rahang saja, celah bibir juga termasuk kelainan kongenital.

Baca juga: Apakah Ketidakselarasan Rahang Dipengaruhi Faktor Genetik? Simak Ulasan drg. Andi Tajrin Sp.BM(K)

Ketidakharmonisan rahang adalah kelainan yang didapat sejak lahir dan didapat akibat genetik.

drg. Andi Tajrin mengatakan, ketidakselarasan rahang terjadi akibat 2 faktor besar yakni faktor dari dalam dan faktor dari luar.

Secara umum faktor dari dalam adalah dari genetik.

Kalaupun orangtua baik dari ayah ataupun ibu yang memang sejak lahir mengalami kelainan harmonisasi rahang walaupun sudah dioperasi, tetapi pada saat melahirkan anak orangtua tersebut menurunkan genetik ketidakharmonisan rahang.

Jika didalam garis keturunan terdapat rahang yang tidak harmonis, misalnya rahang atas lebih besar ataupun rahang bawah lebih maju kemungkinan besar bisa diturunkan.

Selain faktor dari dalam ialah faktor eksternal atau lingkungan.

Baca juga: Lahir dengan Kondisi Rahang Bengkok atau Tidak Selaras Bisa Diatasi dengan Rekonstruksi Rahang?

3 dari 3 halaman

Sekarang ini masyarakat tidak mengunyah dengan baik dan tidak menggunakan gigi dengan normal.

Sering mengonsumsi makanan siap saji maupuan mengunyah tidak sesuai dengan teori, sehingga perkembangan rahang sangat dibutuhkan dengan proses pengunyahan.

Jika rahang tersebut tidak pernah digunakan dengan baik dalam mengunyah, berarti akan mempengaruhi proses perkembangan dan pertumbuhan rahang.

Ketidakharmonisan rahang diturunkan secara genetik, dan perlu diingat kondisi ini juga dipengaruhi oleh faktor lingkungan.

Faktor lingkungan yang mempengaruhi adalah bagaimana proses mengunyahnya.

Misalnya memiliki kebiasaan mengunyah dibagian kanan, maka biasanya rahang kananlah yang lebih berkembang sehingga bentuknya tidak simetris.

Ini disampaikan pada channel YouTube Tribun Health bersama dengan drg. Andi Tajrin, M.Kes., Sp.BM (K). Seorang dokter gigi spesialis bedah mulut dan maksilofasial RS Undata Sulawesi Tengah.

(TribunHealth.com/Putri Pramesti Anggraini)

Selanjutnya
Penulis: Putri Pramestianggraini
Editor: Ekarista Rahmawati
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved