Breaking News:

Prof. Dr. dr. Harsono Salimo, Sp.A (K): Sejak Dini Anak Harus Dikenalkan dengan Segala Jenis Makanan

Menurut Prof. Dr. dr. Harsono Salimo, Sp.A (K) sejak awal anak harus diperkenalkan beragam sayuran seperti bayam, sawi, kacang panjang dan lain-lain.

Pixabay.com
Ilustrasi membiasakan anak dengan makanan yang bervariatif, simak ulasan Prof. Dr. dr. Harsono Salimo, Sp.A (K) 

TRIBUNHEALTH.COM - Anak yang susah makan bisa disebabkan oleh berbagai alasan, tentu hal ini menjadi masalah tersendiri bagi para orang tua.

Terlebih apabila berbagai cara sudah dilakukan namun kondisi bayi yang susah makan masih saja terjadi.

Ketika pertama kali diberikan makanan pendamping ASI (MPASI), tentu sebagai orang tua seringkali sangat cemas, apakah anak akan menyukai makanan tersebut atau tidak.

Namun yang perlu diingat adalah semua bayi pasti pernah menolak beberapa jenis makanan yang disuapkan ke mulutnya.

Apalagi saat periode awal pemberian MPASI, sebagai ibu harus ekstra perhatian akan makanan yang anak suka dan beberapa faktor lain yang menyebabkan anak tidak mau makan.

Baca juga: Kerap Dijadikan Pengganti Gula, Pemanis Buatan Justru Dikaitkan dengan Penyakit Kardiovaskular

ilustrasi anak yang susah makan
ilustrasi anak yang susah makan, begini kata Prof. Dr. dr. Harsono Salimo, Sp.A (K) (health.grid.id)

Pernyataan ini disampaikan oleh Dokter Spesialis Anak Konsultan, Prof. Dr. dr. Harsono Salimo, Sp.A (K) yang dilansir oleh Tribunhealth.com dalam tayangan YouTube Tribun Health program Healthy Talk.

Baca juga: Cara Dapatkan Kulit Cerah Tanpa Harus Suntik Putih, Simak Panduan dr. Azizah Amalia Bastian, Sp.KK

Perlunya memberikan makanan yang bervariatif

Dokter Spesialis Anak Konsultan, Prof. Dr. dr. Harsono Salimo, Sp.A (K) mengimbau agar membiasakan anak untuk konsumsi MPASI yang bervariatif sehingga anak tidak akan pilih-pilih makanan.

"Jadi rahasianya supaya anak itu mau makan MPASI, malem tidak boleh di tetekin (diberi ASI) sama sekali," kata Prof. Dr. dr. Harsono Salimo, Sp.A (K).

"Biarin perutnya kosong, biarin perutnya lapar," timpal  Prof. Dr. dr. Harsono Salimo, Sp.A (K).

2 dari 3 halaman

"Karena kalau dia lapar, perutnya akan memberi perintah ke otaknya bahwa perutnya itu lapar sehingga besoknya dia harus makan," jelas Prof. Dr. dr. Harsono Salimo, Sp.A (K).

"Itu adalah salah satu usaha agar anak mau konsumsi MPASI," tegas Prof. Dr. dr. Harsono Salimo, Sp.A (K) dalam tayangan Healthy Talk.

Baca juga: Jangan Lakukan Bleaching jika Miliki Ekspetasi Berlebih, Ini Alasannya menurut Dokter Gigi

Ilustrasi makanan variatif untuk anak
Ilustrasi makanan variatif untuk anak, simak penjelasan Prof. Dr. dr. Harsono Salimo, Sp.A (K) (Pixabay.com)

Baca juga: Waspada Sejumlah Penyakit Ini Bisa Sebabkan Ejakulasi Dini, Simak Kata dr. Dandy Tanuwidjaja, Sp.U

"Kalau malamnya sudah di tetekin (diberi ASI) terus apalagi ASInya sudah habis anaknya masih ngencut saja yang diisap itu udara jadi perutnya kembung, otomatis besoknya dia tidak mau makan," tutur Prof. Dr. dr. Harsono Salimo, Sp.A (K).

Umumnya masalah yang seringkali dihadapi orang tua adalah anak tidak mau konsumsi sayuran sehingga hanya mau konsumsi olahan daging.

Prof. Dr. dr. Harsono Salimo, Sp.A (K) menegaskan jika sejak awal anak harus diperkenalkan beragam sayuran seperti bayam, sawi, kacang panjang, wortel, brokoli dan sayuran lainnya.

"Mumpung anak tidak bisa menolak, dia diberi sayur. Pertama itu ibunya membuat nasi tim. Sebagai MPASI pada umur 8 bulan itu sudah ada campuran-campurannya itu, bayam, sawi, wortel, kacang panjang, brokoli itu sudah dimasukkan semua" lanjut Prof. Dr. dr. Harsono Salimo, Sp.A (K).

"Sehingga anak tidak asing dengan sayur-sayuran tersebut, sehingga solusinya dia suka makan sayur-sayuran itu," imbuh Prof. Dr. dr. Harsono Salimo, Sp.A (K).

Sebaiknya anak dikenalkan segala jenis makanan agar lidah anak sudah mengenal makanan-makanan yang bervariasi.

Dengan begitu untuk selanjutnya bahkan sampai remaja pun anak-anak menjadi suka makanan dari olahan sayur dan tidak hanya konsumsi makanan dari olahan daging saja.

Untuk mengetahui alasan anak susah makan, maka ibu perlu tahu juga beberapa masalah yang akan terjadi saat anak tidak mau makan atau tidak ingin makan.

Baca juga: Ejakulasi Menghambat Kehamilan, Benarkah? Ini Jawaban dr. Dandy Tanuwidjaja, Sp.U

Ilustrasi membiasakan anak konsumsi makanan sehat
Ilustrasi membiasakan anak konsumsi makanan sehat, begini penuturan Prof. Dr. dr. Harsono Salimo, Sp.A (K) (Pixabay.com)

Baca juga: 9 Manfaat Labu untuk Kesehatan, Bantu Pertajam Pengelihatan dan Baik untuk Jantung

3 dari 3 halaman

Setiap anak bisa saja memiliki penyebab yang berbeda sehingga cara penanganannya pun juga berbeda.

Ibu dihimbau untuk tenang agar lebih mudah dalam mengatasinya.

Terlebih apabila anak tumbuh dan berkembang secara normal, tidak ada alasan lagi bagi ibu untuk khawatir berlebihan.

Baca juga: Dokter Gigi Tegaskan bahwa Behel Harus Digunakan oleh Orang yang Peduli Terhadap Kebersihan Mulutnya

Penjelasan Dokter Spesialis Anak Konsultan, Prof. Dr. dr. Harsono Salimo, Sp.A (K) dilansir oleh Tribunhealth.com dalam tayangan YouTube Tribun Health program Healthy Talk edisi 21 Mei 2022.

(Tribunhealth.com/DN)

Baca berita lain tentang kesehatan di sini.

Selanjutnya
Penulis: Dhiyanti Nawang Palupi
Editor: Melia Istighfaroh
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved