Breaking News:

Mengenal Stigma Kesehatan Mental dan Dampaknya Bersama dr. Karina Ansheila, M.Kes

Menurut dr. Karina Ansheila, M.Kes, dampak terburuk dari stigma kesehatan mental ini adalah adanya diskriminasi, berikut penjelasannya.

Pixabay.com
Ilustrasi kesehatan mental, berikut penjelasan dr. Karina Ansheila, M.Kes 

TRIBUNHEALTH.COM - dr. Karina Ansheila, M.Kes menjelaskan mengenai stigma kesehatan mental.

Stigma adalah pandangan atas suatu pikiran negatif terhadap seseorang atau kelompok yang dianggap memiliki perilaku yang tidak biasa seperti masyarakat pada umumnya.

Menurut penuturan dr. Karina Ansheila, M.Kes, yang namanya stigma selalu berasumsi dengan hal-hal yang negatif.

Biasanya yang terkena stigma ini salah satunya adalah orang-orang dengan gangguan jiwa.

Baca juga: Tidak Sama, Ini Beda Gangguan Mental dan Kepribadian Menurut dr. Yanne Cholida, ACp, CHt, CI, CET

Ilustrasi seseorang yang mengalami gangguan mental, berikut penjelasan dr. Karina Ansheila, M.Kes
Ilustrasi seseorang yang mengalami gangguan mental, berikut penjelasan dr. Karina Ansheila, M.Kes (kompasiana.com)

Baca juga: Kebiasaan Negative Thinking Berasal dari Pikiran Sendiri, Begini Ulasan Praktisi Kesehatan Mental

Seseorang dengan gangguan jiwa yang terkena stigma akan lebih sulit untuk ditolong.

Karena stigma ini terkadang membuat keluarga merasa malu atau tidak dapat menerima kenyataan yang akhirnya membiarkan penderita sendirian dan tidak ditolong.

Hal tersebut disampaikan oleh dr. Karina Ansheila, M.Kes dalam dalam tayangan YouTube Tribun Manado Official yang dilansir oleh TribunHealth.com.

Baca juga: Adib Setiawan, S.Psi., M.Psi Benarkan Jika Bipolar Bisa Berbahaya dan Merusak Mental Pengidapnya

Dampak buruk dari stigma kesehatan mental

dr. Karina Ansheila, M.Kes menyampaikan, dampak terburuk dari stigma ini adalah diskriminasi.

Orang-orang yang berlum cukup teredukasi dengan kesehatan mental dapat termakan dengan stigma yang ada dan melakukan diskriminasi terhadap orang yang memiliki masalah kejiwaan.

Jika perilaku diskriminasi sudah mulai muncul, hal ini dapat merugikan penderitanya.

Menurut dr. Karina Ansheila, M.Kes, seseorang yang mengalami diskriminasi biasanya akan dijauhi oleh lingkungan sekitar dan akan semakin jauh untuk ditolong.

Kondisi inilah yang sangat mempengaruhi proses kesembuhan seseorang dengan gangguan jiwa tersebut.

Baca juga: Tips Menjaga Kesehatan Mental Orangtua Saat Work From Home (WFH), Begini Penjelasan Psikolog Aully

Ilustrasi seseorang yang mengalami gangguan mental, berikut penjelasan dr. Karina Ansheila, M.Kes
Ilustrasi seseorang yang mengalami gangguan mental, berikut penjelasan dr. Karina Ansheila, M.Kes (freepik.com)

Baca juga: Self Loving & Berdamai dengan Luka di Masa Lalu, Dapat Meningkatkan Kekebalan Mental di Masa Kini

Seseorang dengan gangguan jiwa membutuhkan dukungan dari keluarga

Stigma tersebut dapat membuat keluarga tidak memberikan dukungan terhadap anggota keluarganya yang sedang mengalami gangguan jiwa.

Biasanya keluarga yang tersebut masih menganggap bahwa kesehatan mental merupakan hal yang sensitif, tabu, dan memalukan.

Kondisi inilah yang membuat seseorang dengan gangguan jiwa tidak terbuka dengan keluarganya sendiri karena takut dihakimi.

dr. Karina Ansheila, M.Kes menuturkan, sebagai keluarga seharusnya menjadi pendukung yang pertama saat anggota keluarga ada yang mengalami gangguan jiwa.

Namun jika keluarga tidak memberikan dukungan, penderita tersebut akan lebih terpuruk lebih jauh lagi.

Baca juga: Tanda Instagram Mulai Berpengaruh Buruk pada Kesehatan Mental, Cemas hingga Tak Bisa Lepas dari HP

Ilustrasi seseorang yang mengalami gangguan mental, berikut penjelasan dr. Karina Ansheila, M.Kes
Ilustrasi seseorang yang mengalami gangguan mental, berikut penjelasan dr. Karina Ansheila, M.Kes (Pixabay)

Baca juga: Insomnia Bisa Berdampak pada Kesehatan Mental, Jadi Mudah Tersinggung, Cemas, hingga Depresi

Banyak penderita gangguan jiwa tidak mengungkapkan apa yang ia rasakan karena mereka takut dihakimi oleh keluarganya sendiri.

Halaman
12
Penulis: Irma Rahmasari
Editor: Melia Istighfaroh
Ikuti kami di
Data Berhasil Terkirim!
Data Harus Diisi!
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved