Breaking News:

Inilah Gejala-gejala yang Mungkin Dialami Ketika Mengalami Gangguan Prostat

Sama halnya seperti wanita yang mengalami menopause, ternyata pria beresiko alami gangguan prostat ketika usia semakin bertambah.

tribunnews.com
ilustrasi laki-laki yang mengalami gangguan prostat 

TRIBUNHEALTH.COM - dr. Johanes Aritonang menyampaikan, sebenanrya terdapay 3 keluhan yang dialami jika mengalami gangguan prostat, yakni :

- Keluhan storage

Storage artinya penyimbapanan pada kandung kemih dan biasanya bergejala iritatif.

- Gejala voiding atau gejala obstruktif

Pada gejala ini ketika melakukan pembuangan akan terganggu.

- Gejala pasca buang air kecil

Biasanya jika mengalami gangguan iritatif pasien akan sering buang air kecil bahkan terkadang dalam satu hari bisa sampai 10x.

Selain itu bisa disertai keluhan yang urgency, artinya terbutu-buru.\Ketika hendak buang air kecil dan tidak bisa menahannya, kadang-kadang terjadilah ngompol.

ilustrasi laki-laki yang mengalami gangguan prostat
ilustrasi laki-laki yang mengalami gangguan prostat (tribunnews.com)

Baca juga: dr. Rizki Muhammad Ihsan Jelaskan Beberapa Penyebab dari Gangguan Prostat

Seseorang yang mengalami gangguan prostat bisa mengalami nocturia, sering terbangun pada malam hari dan biasanya lebih dari 1x untuk buang air kecil bahkan tidak bisa menahan sama sekali.

Sedangkan pada keluhan obstruktif berkaitan dengan pembuangannya.

2 dari 4 halaman

Urin ditampung pada kandung kemih dan setelah melewati kandung kemih akan dibuang, dr. Johanes menyampaikan organ yang berada dibawah kandung kemih akan mempengaruhi pancarannya.

Penderita gangguan prostat akan ada keluhan pancaran buang air kecil lemah dari pancaran biasanya.

Selain itu juga akan mengalami keluhan intermitensi, artinya aliran urin seperti terputus-putus.

Kadang-kadang saat buang air kecil bisa disertai rasa nyeri dan perdarahan.

Bisa juga mengalamo keluhan straining dan hesitancy, terkadang harus mengedan atau menunggu lama terlebih dulu sebelum buang air kecil.

Baca juga: Peradangan pada Prostat Bisa Sebabkan Rasa Sakit saat Ejakulasi

Bahkan ketika buang air kecil harus mengedan terlebih dahulu barulah urin keluar.

Terdapat 3 jenis gangguan prostat yang patut diwaspadai, yakni :

- Benign protastic huoperplasia/BPH

Kondisi dimana kelenjar prostat membesar dan dapat menghambat aliran urin.

- Prostatitis

3 dari 4 halaman

Kondisi inflamasi/infeksi pada prostat oleh bakteri yang berasal dari saluran kemih/peyakit menulaar seksual.

- Kanker prostat

Pemicu belum dapat dipastikan, namun terdapat faktor meningkatnya risiko seperti usia, riwayat keluarga dan obesitas.

dr. Johanes menyampaikan, pembesaran tersebut bisa hanya pembesaran dan kemudian bisa bersifat jinak atau ganas, bahkan terkadang bisa infeksi prostatitis.

Baca juga: Jangan Abaikan, Darah dalam Urine dan Air Mani Jadi Salah Satu Tanda Kanker Prostat

Perbedaan pembesaran jinak dan ganas ialah dari faktor resiko yang perlu diketahui terlebih dulu.

Misalkan dikeluarga ada riwayat sebelumnya apabila orangtua memiliki riwayat keganasan, biasanya anak atau keturunan laki-laki kemungkinan memiliki keganasan.

Tetapi biasanya ketidakseimbangan hormon testosteron pada laki-laki usia diatas 60 tahun berkembangnya cenderung jinak.

Perbedaan antara oembesaran ganas dan jinak biasanya pada jinak setiap tahun akan semakin besar dan alami karena ketidakseimbangan hormon, sedangkan pada pembesaran ganas kadang-kadang tidak berbanding lurus dengan pertumbuhan besar prostatnya.

Pada prostatitis biasanya terjadi infeksi didaerah prostat yang bisa berbagai macam seperti dipengaruhi oleh infeksi saluran kencing maupun infeksi menular seksual.

Apabila didalam keluarga seperti kakek maupun ayah yang memiliki riwayat prostat jinak maupun ganas, maka anak laki-laki memiliki resiko 2x lipat mengalami gangguan prostat.

4 dari 4 halaman

dr. Johanes mengatakan, apabila ayah maupun kakek memiliki riwayat kanker prostat perlu melakukan screening diawal misalnya pada usia 40 tahun awal.

Screening gangguan prostat bisa dilakukan pada usia awal 40 tahun.

Ini disampaikan pada channel YouTube KompasTV bersama dengan dr. Johanes Aritonang Sp.U. Seorang dokter spesialis urologi.

(TribunHealth.com/Putri Pramesti Anggraini)

Selanjutnya
Penulis: Putri Pramestianggraini
Editor: Melia Istighfaroh
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved