TRIBUNHEALTH.COM - Seringkali kita mendengar bahwa penggunaan celana dalam yang ketat pada pria akan mempengaruhi alat kelaminnya.
Namun beberapa orang memilih menggunakan celana dalam yang ketat.
dr. Binsar menyampaikan, semakin ketat celana dalam maka sirkulasi udara semakin bermasalah atau panas.
Akhirnya kita dapati seseorang yang sering menggunakan celana jeans ketat, celana dalam ketat dan digunakan untuk beraktivitas mengendarai motor setiap hari.
Ternyata kebiasaan ini berpengaruh pada kesehatan reproduksi, karena pria akan mengalami problem infertilitas, testis akan terganggu.
dr. Binsar juga menyampaikan, semua yang berbau ketat atau panas akan mengganggu kesehatan testis.
Baca juga: Penggunaan Celana Ketat Dapat Memicu Terjadinya Infeksi Jamur, Begini Ulasan dr. Putri Anitasari
Kita tahu bahwa proses spermatogenesis 90 hari sampai terbentuk sel spermatozoa yang matang.
Di saat situasi testis tidak bersahabat, maka akan mengganggu proses spermatogenesis.
Sehingga dapat mengakibatkan beberapa hal seperti terganggunya spermatozoa dan akhirnya mengakibatkan kemandulan.
Jumlah spermatozoa berkurang, akan terbentuk spermatozoa yang immotil atau tidak bisa bergerak, bentuk sperma yang tidak bagus.
Kita tahu secara WHO yang bernama analisa sperma, yakni :
- Jumlah sperma yang normal harus diatas 20 juta sel per mili liter.
- Gerak atau motilitas harus diatas 50 persen, gerakan sperma harus lurus cepat bukan yang bergerak santai.
Baca juga: Gaya Hidup Dapat Mempengaruhi Kesuburan Pria: Celana yang Ketat Jadi Salah Satu Pemicunya
- Bentuk morfologi yang bagus harus di atas 30 persen
Kita bisa bayangkan jika spermatogenesis terganggu karena testis sebagai tempat produksinya terganggu, akibat situasi lingkungan sekitar yang terganggu, maka dapat dibayangkan proses infertilitas pasti terganggu.
Kita tahu bahwa testis adalah pabrik pembentukan hormon testosteron.
Spermatogenesis diatur oleh sel sertoli, yaitu satu sel di dalam testis yang mengatur dan memproses pembentukan spermatozoa.
Selain itu, sel leydig yang berfungsi untuk pembentukan hormon testosteron.
dr. Binsar menyampaikan, testis bisa terganggu oleh situasi sekitar yang tidak bersahabat.
Di samping adanya varikokel, varikokel ialah adanya sirkulasi darah vena yang tidak mendukung sirkulasi darah pada testis, akibatnya testis mengalami kerusakan.
Baca juga: Diabetes Bisa Terjadi pada Orang yang Punya BMI Normal, Pakar Sebut Ukuran Celana Jeans Jadi Patokan
Walaupun pembuluh darahnya bagus, akibat situasi yang panas, celana terlalu ketat, celana dalam ketat, sering mengendari motor dan bergetar , maka situasi lingkungan yang tidak berasahabat akan mengakibatkan terganggunya fungsi testis.
Tidak sekedar itu saja, tetapi pembuluh darah yang tidak bagus juga mengakibatkan terganggunya fungsi tetstis.
Selain itu akan menyebabkan terganggunya fungsi seksual dan fertilitas seorang pria.
Ini disampaikan pada channel YouTube Tribunnews Bogor bersama dengan dr. Binsar Martin Sinaga, FIAS. Seorang medical sexolog yang berpraktik di Sex and Men's Health Clinic Raditya Medical Centre Kota Depok.
(TribunHealth.com/Putri Pramesti Anggraini)