Breaking News:

Dokter Gigi Paparkan Faktor-faktor Pencetus Sariawan yang Perlu Dipahami

Hampir semua orang tentunya pernah mengalami sariawan. Sariawan adalah luka pada jaringan lunak rongga mulut yang menimbulkan lesi.

freepik.com
ilustrasi seseorang yang mengalami sariawan 

TRIBUNHEALTH.COM - drg. Anastasia menyampaikan, sariawan secara spesifik tidak ada penyebab pastinya.

Tetapi terdapat faktor-faktor yang disebut sebagai faktor predisposisi atau hal-hal yang bisa memicu munculnya sariawan pada seseorang, di antaranya adalah faktor genetik.

Umumnya jika orangtua kita kebetulan di masa muda sering mengalami sariawan, tentu kita juga akan mengalaminya.

drg. Anastasia juga mengatakan bahwa faktor genetik memiliki peran.

Apabila seseorang tersebut kembar, dan kembarnya dari satu sel telur biasanya kembaranpun akan mengalami hal yang serupa.

Tetapi jika kembarnya berasal dari 2 sel telur, maka bisa berbeda misalkan yang satu mudah mengalami sariawan dan kembarannya tidak mudah mengalami sariawan.

ilustrasi seseorang yang mengalami sariawan
ilustrasi seseorang yang mengalami sariawan (freepik.com)

Baca juga: drg. R. Ngt. Anastasia Ungkap Jenis-jenis Sariawan yang Perlu Diketahui Masyarakat

Faktor yang sifatnya alergi juga bisa memicu sariawan, tetapi hal ini tidak bisa memicu kepastian.

Misalkan pasien-pasien lain memiliki alergi, juga tidak biasa mengalami sariawan.

drg. Anastasia mengatakan bahwa hanya faktor predisposisi atau pencetus yang kadang muncul.

Alergi tersebut misalkan alergi makanan, alergi terkait bahan-bahan kimia.

2 dari 3 halaman

Perlu diperhatikan karena beberapa sariawan dipicu juga oleh reaksi hipersensitif terhadap pasta gigi yang didalamnya mengandung detergen.

drg. Anastasia berpesan, jika memilih pasta gigi jangan dengan kandungan yang tertulis sodium lauryl sulfate atau sls, ciri khasnya adalah busa yang banyak.

Baca juga: Salah Satu Cara Efektif Atasi Sariawan yang Mengarah Keganasan adalah Dilakukan Kemoterapi

Ketika sikat gigi dan banyak busa malah memicu kejadian reaksi alergi termasuk kejadian kekeringan rongga mulut dan alergi yang memicu kejadian stomatitis aftosa atau sariawan.

Faktor predisposisi defisiensi nutrient atau microelemen terkait asam folat, vitamin B12 dan kekurangan zat besi.

Umumnya  orang menduga bahwa kondisi sariawan karena kurang konsumsi vitamin C.

drg. Anastasia menyampaikan, fakta ini harus diperhatikan bahwa  ternyata defisiensi yang biasanya terkait langsung dengan kejadian stomatitis aftosa rekuran adalah kekurangan vitamin B12, asam folat, dan zat besi.

Untuk bisa membuktikannya kita harus melakukan pemeriksaan laboratorium, sehingga bisa diketahui seseorang apakah memang mengalami defisiensi nutrien tersebut.

Beberapa hal yang sering dikeluhkan pasien adalah kondisi psikologis dan kondisi stress, ini terkait dengan peningkatan hormon kortison yang biasa dialami oleh seseorang yang sedang mengalami situasi stress yang lalu  dikaitkan dengan kejadian stomatitis aftosa.

Baca juga: Ketahui Ciri-ciri Sariawan yang Mengarah Keganasan, Begini Ulasan drg. Erni Marliana, Sp. PM., Ph.D

Kondisi general atau kondisi kesehatan umum, salah satunya terkait hormonal.

Pada wanita yang mengalami menstruasi dan sedang berada di fase-fase awal hormon esterogennya akan menurun, penurunan hormon esterogen bisa mengurangi proses keratisasi.

3 dari 3 halaman

Di dalam permukaan jaringan lunak pada rongga mulut juga terdapat proses yang bersifat seluler, proses tersebut berkurang sehingga menjadi lebih rentan terkait kejadian sariawan.

Kondisi ini juga dialami pada mereka yang sudah ada di fase menopause, karena hormon estrogen dalam tubuh seseorang sudah bebrbeda oleh proses alamiah.

Ini disampaikan pada channel YouTube Tribunnews bersama dengan drg. R. Ngt. Anastasia RIrien Pramudyawati. Seorang dokter gigi.

(TribunHealth.com/Putri Pramesti Anggraini)

Selanjutnya
Penulis: Putri Pramestianggraini
Editor: Ekarista Rahmawati
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved