Breaking News:

Usia Berapa Seseorang Rentan Alami Aritmia? Begini Kata Dr. dr. M. Yamin, Sp.JP(K)

dr. M. Yamin, Sp.JP(K) sebut aritmia disebabkan oleh perubahan pada jaringan dan aktivitas jantung atau sinyal listrik yang mengontrol detak jantung.

freepik.com
ilustrasi seseorang yang mengalami aritmia, begini kata Dr. dr. M. Yamin, Sp.JP(K), Sp.PD, FACC, FSCAI 

TRIBUNHEALTH.COM - Aritmia merupakan salah satu gangguan yang terjadi pada irama jantung.

Sebagai informasi, aritmia juga dikenal dengan istilah disritmia yang mana detak jantung tidak teratur, terlalu cepat atau terlalu lambat.

Menurut dr. Yamin aritmia disebabkan oleh perubahan pada jaringan dan aktivitas jantung atau sinyal listrik yang mengontrol detak jantung.

Perubahan tersebut bisa disebabkan oleh kerusakan dari penyakit, cedera maupun genetik.

Pasalnya Heart Rate (HR) dalam kondisi normal ialah 50-100 permenit.

Pada saat terjadi aritmia, impuls listrik yang berfungsi mengatur detak jantung sedang tidak bekerja dengan baik.

Baca juga: Memahami Penyebab Jerawat, dr. Veronica: Rupanya Penggunaan Minyak Rambut Bisa Memicu Jerawat

ilustrasi seseorang yang mengalami gangguan kesehatan jantung, begini penuturan Dr. dr. M. Yamin, Sp.JP(K), Sp.PD, FACC, FSCAI
ilustrasi seseorang yang mengalami gangguan kesehatan jantung, begini penuturan Dr. dr. M. Yamin, Sp.JP(K), Sp.PD, FACC, FSCAI (kompas.com)

Baca juga: Area Tubuh Manakah yang Rentan Alami Hiperpigmentasi Kulit? dr. Lusiyanti, M.Med., Sp.KK Menjawab

Permasalahan irama jantung ini secara umum tidak berbahaya.

Namun, jika detak jantung sudah mulai terasa tidak biasa, maka bisa berakibat fatal hingga menyebabkan kematian mendadak.

Usia seseorang rentan mengalami aritmia

"Jadi kembali kepada gangguan irama jantung tipe apa tadi ya, terlalu lambat atau terlalu cepat," kata Chairman of Cardiology Center, Consultant of Cardiac Intervention & Arrhythmia, Dr. dr. M. Yamin, Sp.JP(K), Sp.PD, FACC, FSCAI.

2 dari 3 halaman

Pernyataan ini disampaikan oleh Chairman of Cardiology Center, Consultant of Cardiac Intervention & Arrhythmia, Dr. dr. M. Yamin, Sp.JP(K), Sp.PD, FACC, FSCAI dan Consultant of Cardiac Intervention & Arrhythmia, dr. Daniel Tanubudi, Sp.JP(K), FIHA dilansir oleh Tribunhealth.com dalam tayangan YouTube KOMPASTV program Bincang Kita.

"Kalau terlalu lambat biasanya memang lebih sering kepasa usia-usia yang lebih lanjut," imbuh Chairman of Cardiology Center, Consultant of Cardiac Intervention & Arrhythmia, Dr. dr. M. Yamin, Sp.JP(K), Sp.PD, FACC, FSCAI.

Baca juga: Apakah Hiperpigmentasi Kulit Bisa Terjadi pada Bayi? Begini Kata dr. Lusiyanti, M.Med., Sp.KK

ilustrasi penderita aritmia jantung, simak ulasan Dr. dr. M. Yamin, Sp.JP(K), Sp.PD, FACC, FSCAI
ilustrasi penderita aritmia jantung, simak ulasan Dr. dr. M. Yamin, Sp.JP(K), Sp.PD, FACC, FSCAI (health.grid.id)

Baca juga: drg. Ardiansyah Ungkap Penyebab Terjadinya Disfungsi Sendi Temporomandibular (TMJ)

"Tapi kalau pada anak-anak pun bisa terjadi gangguan irama jantung yang terlalu cepat, itu yang biasa kita sebut Supraventrikular takikardia. Bisa di cek anak-anak itu rasanya berdebar-debar gitu ya," terang Dr. dr. M. Yamin, Sp.JP(K), Sp.PD, FACC, FSCAI.

Supraventrikular takikardia (SVT) merupakan suatu gangguan irama jantung yang ditandai dengan frekuensi detak jantung yang meningkat menjadi 140 hingga 250 kali per menit.

Pada kondisi normal, jantung berdetak sekitar 60 hingga 100 kali per menit.

Untuk mengetahui kondisi ini perlu dilakukan pemeriksaan melalui rekaman jantung.

"Jadi rentang usia memang cukup luas, dari anak-anak sampai usia yang lanjut," sambung Consultant of Cardiac Intervention & Arrhythmia, dr. Daniel Tanubudi, Sp.JP(K), FIHA.

"Cuma nanti harus di cek tipe apa aritmia yang dialami," timpal Consultant of Cardiac Intervention & Arrhythmia, dr. Daniel Tanubudi, Sp.JP(K), FIHA.

"Ada beberapa kasus yang datang kepada kita, anaknya selalu berdebar-debar keluhannya dengan cepat dan lama hilangnya," ulas Consultant of Cardiac Intervention & Arrhythmia, dr. Daniel Tanubudi, Sp.JP(K), FIHA.

Baca juga: Memahami Penyebab Terjadinya Radang Usus Buntu Berdasarkan Pemaparan dr. Andreas

Ilustrasi penyakit aritmia, begini pemaparan Dr. dr. M. Yamin, Sp.JP(K), Sp.PD, FACC, FSCAI
Ilustrasi penyakit aritmia, begini pemaparan Dr. dr. M. Yamin, Sp.JP(K), Sp.PD, FACC, FSCAI (health.kompas.com)

Baca juga: Cenderung Mengantuk di Siang Hari? Lakukan Power Nap untuk Tingkatkan Kinerja Tubuh

Tentu saja hal ini bisa mengganggu kualitas hidup seseorang dimana ketika anak hendak beraktivitas dan bermain bisa mengalami detak jantung yang cepat dan lama hilangnya.

3 dari 3 halaman

"Kalu exercise sebetulnya orang kan juga berdebar dan denyutnya akan lebih cepat, tetapi jenis aritmia ini akan lebih lama dan mengganggu pada pasien," papar Consultant of Cardiac Intervention & Arrhythmia, dr. Daniel Tanubudi, Sp.JP(K), FIHA.

Baca juga: Mengenal Sleep Walking, Fenomena Tidur Berjalan yang Sering Terjadi pada Anak-anak

Penjelasan Chairman of Cardiology Center, Consultant of Cardiac Intervention & Arrhythmia, Dr. dr. M. Yamin, Sp.JP(K), Sp.PD, FACC, FSCAI dan Consultant of Cardiac Intervention & Arrhythmia, dr. Daniel Tanubudi, Sp.JP(K), FIHA dilansir oleh Tribunhealth.com dalam tayangan YouTube KOMPASTV program Bincang Kita edisi 26 Maret 2022.

(Tribunhealth.com/DN)

Baca berita lain tentang kesehatan di sini.

Selanjutnya
Penulis: Dhiyanti Nawang Palupi
Editor: Ekarista Rahmawati
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved