Breaking News:

Beragam Cara Cegah Masalah Gigi Anak, Salah Satunya Imunisasi Gigi, Apa Itu? Simak drg. Zita Aprilia

drg. Zita Aprilia menjabarkan sejumlah cara dalam mencegah masalah gigi pada anak.

nakita.grid.id
Ilustrasi pemeriksaan gigi pada anak 

TRIBUNHEALTH.COM - Permasalahan pada gigi tidak hanya terjadi pada orang dewasa saja, namun juga pada anak-anak.

Oleh karena itu, merawat kesehatan gigi sangat penting dilakukan.

Berbagai upaya pencegahan bisa dilakukan anak-anak dengan bantuan orangtua atau dokter gigi.

Baca juga: Haruskah Cek Kesehatan Sebelum Rekonstruksi Gigi? Ini Jawaban drg. Hendra Nur Sp. Pros

Berikut ini, drg. Zita Aprilia menjabarkan sejumlah cara dalam mencegah masalah gigi pada anak.

Dilansir Tribunhealth.com dari tayangan YouTube Tribun Jateng, antara lain:

1. Pemberian Selapis Tipis

Misalnya pada area gigi geraham yang banyak memiliki cekungan. Pada cekungan tersebut diberikan selapis tipis.

Ilustrasi Pemeriksaan Gigi
Ilustrasi Pemeriksaan Gigi (pixabay.com)

Fungsi pemberian selapis tipis pada gigi geraham ini ialah agar gigi anak menjadi kuat.

Sehingga terhindar dari berbagai makanan yang mudah terselip pada gigi yang bisa mencetuskan karang gigi.

2. Pemberian Bahan Tambal

2 dari 4 halaman

Pemberian bahan tambal bisa dilakukan untuk mencegah masalah gigi pada anak.

Baca juga: Benarkah Gigi Berlubang yang Tidak Ditambal Berpengaruh Pada Janin? Simak Penjelasan drg. Nadia

3. Imunisasi Gigi

Selain itu bisa dilakukan imunisasi gigi.

Imunisasi gigi adalah tindakan perawatan yang berupa pemberian olesan flouride pada seluruh permukaan gigi.

Ilustrasi gigi sehat
Ilustrasi gigi sehat (kompas.com)

Agar gigi tidak mengalami karies atau lubang.

Tips Mengajak Anak ke Dokter Gigi

Berkunjung ke dokter gigi tidak hanya semata-mata untuk mengatasi permasalahan pada area rongga mulut saja.

Melainkan juga dapat dilakukan untuk memastikan kesehatan rongga mulut.

Baca juga: Rutin Bersihkan Lidah Punya Manfaat Besar untuk Kesehatan, Salah Satunya untuk Mengurangi Bau Mulut

Diluar itu, bisa mengajak anak untuk lebih mengenak peran seorang dokter gigi.

Dengan demikian anak menjadi tidak takut dan berani melakukan pemeriksaan dengan dokter gigi.

Namun sebelum pada tahap ini, ada baiknya untuk melakukan sejumlah tips terlebih dahulu.

Ilustrasi mengajak anak ke dokter gigi
Ilustrasi mengajak anak ke dokter gigi (blog.tribunjualbeli.com)
3 dari 4 halaman

Pasalnya mengajak anak ke dokter gigi seringkali tidak semudah dibayangkan.

Di antaranya yakni:

1. Jangan menakut-nakuti anak

Jangan memberikan asumsi kepada anak bahwa ketika datang ke dokter gigi pasti akan disuntik atau dicabut giginya.

Baca juga: Perokok Aktif dan Sering Konsumsi Minuman Beralkohol Beresiko Alami Masalah Bercak Putih pada Lidah

Hal ini justru akan membuat pandangan yang menyeramkan bagi sang anak.

Padahal tidak semua tindakan yang dilakukan oleh dokter gigi harus dicabut.

2. Menggunakan bahasa sederhana

Gunakanlah bahasa yang mudah dimengerti oleh anak. Sehingga sesuai dengan imajinasi mereka.

Terkini, banyak sekali informasi yang mengedukasi yang berkaitan dengan kesehatan gigi dari berbagai sumber.

ilustrasi gigi sehat
ilustrasi gigi sehat (freepik.com)

Salah satunya YouTube yang banyak menampilkan video menarik.

4 dari 4 halaman

3. Mengatur waktu

Jangan mengajak anak ke dokter gigi di saat tidak tepat. Misalnya pada saat jam tidur atau jam makan.

Karena mayoritas, anak yang dibawa ke dokter gigi saat waktu yang tidak tepat akan histeris dan tidak kooperatif.

4. Mengatur jam kunjung

Baca juga: 88 persen Anak Indonesia Alami Masalah Gigi, Kemenkes Beri Solusi dengan Giatkan Kembali UKS

Melakukan perjanjian kunjungan dengan dokter agar anak tidak terlalu lama menunggu.

Sehingga akan merasa nyaman ketika datang bertemu dokter gigi.

5. Orangtua Bisa Bekerjasama

Ilustrasi seorang anak yang tetap menjaga kebersihan dan kesehatan rongga mulut
Ilustrasi seorang anak yang tetap menjaga kebersihan dan kesehatan rongga mulut (freepik.com)

Keberhasilan pada perawatan gigi anak tidak hanya bergantung pada dokter, namun juga peran dari
orangtua beserta anak.

Jika kerjasama telah terjalin dengan baik, maka perawatan gigi pada anak akan terasa mudah.

Telat Datang ke Dokter Gigi

Zita menyebut, banyak orangtua justru terlambat mengajak anak ke dokter gigi.

Mayoritas orangtua mengajak anak ke dokter gigi setelah sakit.

Baca juga: 5 Fakta Menarik Onikofagia, Kebiasaan Gigit Kuku yang Dikaitkan dengan Gangguan Jiwa

Padahal jika sudah sakit, dibutuhkan waktu penanganan yang tidak sebentar.

Butuh perawatan lebih khusus, yakni dengan multi visit.

Penyebab Gigi Berlubang

Ilustrasi anak yang mengalami masalah gigi berlubang
Ilustrasi anak yang mengalami masalah gigi berlubang (bobo.grid.id)

Mayoritas anak mengeluhkan kasus gigi berlubang ketika datang ke dokter gigi.

Kira-kira 90 sampai 92 persen, anak-anak Indonesia mengalami gigi berlubang.

Dalam bahasa ilmiah, gigi berlubang juga disebut sebagai karies.

Baca juga: Sederet Manfaat Veneer dalam Estetika Gigi yang Disampaikan oleh Dokter

Banyaknya kasus gigi berlubang ini, bisa dilatarbelakangi oleh banyak faktor.

Antara lain:

1. Konsumsi susu

Kebiasaan minum dot sebagai pengantar tidur sering menjadi masalah utama penyebab gigi berlubang.

Ilustrasi anak konsumsi susu menggunakan dot
Ilustrasi anak konsumsi susu menggunakan dot (sains.kompas.com)

2. Gusi bengkak

Terdapat pembengkakan gusi bisa mencetuskan karies .

3. Gigi patah

Gigi patah mudah sebabkan lubang pada gigi.

Baca juga: Adanya Kalkulus Rupanya Bisa Memicu Terjadinya Kelahiran Prematur, Begini Kata Dokter Gigi

Terutama pada kejadian gigi patah yang berlokasi di area depan.

4. Radang gusi

Peradangan pada gusi bisa terjadi akibat kondisi rongga mulut anak yang kotor alias banyak sisa makanan yang terselip pada gigi.

ilustrasi gingivitis atau radang gusi
ilustrasi gingivitis atau radang gusi (intisari.grid.id)

Akhirnya mencetuskan karang gigi hingga berakhir peradangan gusi.

Penjelasan Spesialis Kedokteran Gigi Anak, Zita Aprilia ini dilansir Tribunhealth.com dari tayangan YouTube Tribun Jateng.

(Tribunhealth.com/Ranum Kumala Dewi)

Selanjutnya
Penulis: Ranum Kumala Dewi
Editor: Melia Istighfaroh
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved