Breaking News:

Kenali 2 Jenis Vaksin untuk Atasi Cacar Monyet dari Apoteker Mercya, M.Si Menjawab

Berikut ini simak penjelasan Apoteker Mercya, M.Si mengenai vaksinais cacar monyet

Pexels
Ilustrasi vaksin cacar monyet-simak penjelasan Apoteker Mercya, M.Si mengenai vaksinais cacar monyet 

TRIBUNHEALTH.COM - Pesebaran virus cacar monyet saat ini telah menggemparkan masyarakat dunia.

Bahkan disebutkan, bahwa cacar monyet terkini sudah menjadi kasus darurat yang mesti diwaspadai.

Setelah sebelumnya banyak dialami masyarakat luar negeri, kini cacar monyet rupanya sudah ditemukan di Indonesia.

Baca juga: dr. Alia Kusuma Sebut Seseorang yang Pernah Mengalami Cacar Air Bisa Mengalami Infeksi Ulang

Adanya penemuan ini, membuat seluruh masyarakat khawatir akan penularan yang lebih luas.

Untuk mengantisipasinya, tentu dibutuhkan penanganan yang tepat.

Terkini, virus cacar monyet dianggap efektif untuk mengatasinya.

Ilustrasi seseorang yang mengalami cacar monyet
Ilustrasi seseorang yang mengalami cacar monyet (kompas.com)

Dilansir Tribunhealth.com dari tayangan YouTube Tribun Jabar Video, Apoteker Mercya, M.Si memberikan ulasannya.

Ia menjelaskan, vaksin berfungsi untuk mencegah terjadinya gejala penyakit yang parah dengan memasukkan virus yang sudah dilemahkan di dalam tubuh.

Sehingga diharapkan tubuh kita bisa menciptakan sistem imun yang lalu memiliki memori.

Baca juga: Cacar Monyet Belum Terdeteksi di Indonesia, Menkes Imbau Waspada, Bisa Menular setelah Gejala Timbul

Maka kedepannya, jika virus masuk ke tubuh sudah bisa mendeteksi.

2 dari 4 halaman

Saat ini vaksin yang ada adalah vaksin cacar bukanlah vaksin yang khusus untuk cacar monyet.

"Jadi di 2013 sudah disetujui FDA untuk pengobatan vaksin cacar biasa," ujar Mercya.

Ilustrasi vaksinasi Cacar monyet
Ilustrasi vaksinasi Cacar monyet (Freepik.com)

Kini vaksin yang sudah disetujui untuk vaksin cacar monyet ada 2 jenis.

Yakni Jynneos atau biasa disebut imvanex dan ACAM2000.

Baca juga: Haruskah Melakukan Vaksinasi saat Hormon Tiroid Meningkat? Ini Kata Prof. Dr. dr. Hinky

Vaksin Jynneos berasal dari virus yang mati namun memiliki antigen.

Sehingga tubuh masih bisa mengenal untuk sistem imun, maka dianggap lebih tidak berbahaya.

Sedangkan ACAM2000 berasal dari virus yang hidup.

Ilustrasi Vaksinasi Cacar Monyet
Ilustrasi Vaksinasi Cacar Monyet (Freepik.com)

Vaksin jenis ACAM2000 ini dinyatakan lebih berbahaya daripada Jynneos.

"Jadi lebih berbahaya sebenarnya karena menunjukkan gejala-gejala," kata Mercya.

Disebutkan, Jyenneos lebih efektif digunakan daripada ACAM2000.

3 dari 4 halaman

Pencetus Cacar Monyet

Cacar monyet berasal dari virus yang ditularkan melalui binatang.

Pertama kali cacar monyet ditemukan tahun 1958 di Denmark.

Baca juga: Waspada Cacar Monyet yang Diawali Timbul Bercak Merah pada Wajah, Simak Kata Dokter Berikut

Penemuan cacar monyet ini tepatnya terjadi pada hewan coba monyet.

"Jadi monyet ini sedang dimasukkan di laboratorium untuk diteliti dan ditemukan ada cacar," kata Mercya.

Setelah penemuan ini, beberapa lama kemudian cacar pada monyet tidak ditemukan lagi.

Ilustrasi cacar monyet yang muncul di bagian tangan
Ilustrasi cacar monyet yang muncul di bagian tangan (CDC/The Star)

Hingga kemudian tahun 1970 cacar monyet kembali di temukan di kawasan Kongo dan sudah terinfeksi pada manusia.

"Jadi kenapa disebut sebagai cacar monyet, karena pertama kali ditemukan di monyet," imbuh Mercya.

Gejala Cacar Monyet

Seperti virus pada umumnya, gejala cacar monyet diawali dengan demam.

4 dari 4 halaman

Mengingat demam adalah mekanisme pertahanan tubuh terhadap benda asing yang masuk.

Selain demam, penderita juga akan diikuti keluhan nyeri otot.

Baca juga: Dokter Spesialis Anak, S.T Andreas Terangkan Perbedaan Flu Singapura dan Cacar Air

Namun yang menjadi pembeda, pada penderita cacar monyet cenderung akan mengalami lesi atau ruam yang tampak mengerikan. Lantaran lesi tersebut berukuran besar.

Meski begitu, tingkat bahayanya lebih rendah dibanding cacar, yakni berkisar 1 hingga 10 persen.

"Kalau cacar 30 persen, 3 dari 10 sedangkan cacar monyet 1 hingga 10 persen. Cacar air lebih ringan lagi," jelasnya.

Penularan Tak hanya dari Monyet

Ilustrasi seseorang yang mengalami cacar monyet
Ilustrasi seseorang yang mengalami cacar monyet (kompas.com)

Meski penyakit ini diawali dari tertular virus cacar pada monyet, namun penularannya tidak hanya semata-mata dari monyet saja.

Berdasarkan dari informasi yang ada sebelumnya, penularan bisa berasal dari hewan pengerat.

Seperti tikus atau kelinci juga dinyatakan bisa menyebabkan seseorang tertular dari cacar monyet ini.

Baca juga: dr. Alia Kusuma Sebut Seseorang yang Pernah Mengalami Cacar Air Bisa Mengalami Infeksi Ulang

Penyakit cacar monyet ditularkan dari hewan (zoonosis) yang memiliki genus sama dengan cacar.

Nama dari genus tersebut adalah Octopus virus.

Penjelasan Apoteker Mercya, M.Si ini dilansir Tribunhealth.com dari tayangan YouTube Tribun Jabar Video.

(Tribunhealth.com/Ranum Kumala Dewi)

Selanjutnya
Penulis: Ranum Kumala Dewi
Editor: Melia Istighfaroh
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved