Breaking News:

Amankah Vaksin Dosis Pertama dan Booster Berbeda Jenis Vaksin? Simak Ulasan Jubir Vaksinasi

Vaksinasi merupakan hal yang penting dan harus dilakukan oleh masyarakat guna mengurangi gejala covid-19 dan mengurangi angka kematian akibat covid.

health.grid.id
ilustrasi vaksin booster 

TRIBUNHEALTH.COM - Pemerintah menjalankan program vaksinasi covid untuk ketiga kalinya atau disebut dengan vaksin bosster untuk masyarakat.

Namun, beberapa masyarakat masih bertanya-tanya apakah isi vaksin mulai dari vaksin dosis pertama sampai vaksin booster ini sama atau berbeda.

Bahkan ada beberapa masyarakat yang sudah melakukan dua kali vaksinasi, sehingga mereka merasa tidak perlu melakukan vaksin booster.

Siti Nadia Tarmizi menyampaikan bahwa, isi dari vaksin booster tetap sama dengan dosis pertama dan dosis ke dua.

Jenis vaksin yang dikenal seperti Sinovac, vaksin Prfizer, vaksin Moderna, vaksin Astrazeneca, vaksin Johnson and johnson.

ilustrasi vaksin booster
ilustrasi vaksin booster (health.grid.id)

Baca juga: Pentingnya Menggunakan Skincare yang Tepat untuk Mengatasi Kulit Purging

Sehingga, vaksin yang digunakan pun masih dalam satu jenis yang sama, bukanlah vaksin baru.

Booster artinya, meningkatkan titer antibodi kita dan efektivitas vaksin tersebut didalam tubuh.

Karena kita tahu secara alamiah, setelah 6 bulan vaksin tersebut akan menurun efekasinya, apalagi pada lansia.

Lansia tentu akan mengalami penuaan pada sel-sel lansia.

Siti Nadia Tarmizi menyampaikan, oleh karena itu lansia lebih diprioritaskan di awal untuk mendapatkan vaksinasi booster.

Baca juga: drg. Mega Moeharyono Puteri, Ph.D., Sp.KGA(K) Ungkap Anatomi Gigi dan Mulut Anak Berkebutuhan Khusus

Diketahui banyaknya varian-varian seperti Omicron, dapat menurunkan efektivitas dari vaksin.

Oleh karena itu pasien yang telah terpapar omiicron perlu dilakukan bosster kembali, agar efektivitasnya pulih kembali agar lebih kuat melawan virus varian Omicron.

Siti Nadia Tarmizi menyampaikan, vaksin booster sudah teruji dan sudah terdapat kajian ilmiah di China, Spanyol, bahkan di Inggris tentang pemberian vaksinasi booster.

Pemberiannya pun bisa menjadi dua skema, yang kita tahu Homologous atau Heterologous.

Baca juga: dr. Andi Siswandi Sebut Obesitas Termasuk Penyebab Kanker Tiroid

Holomogous artinya, dosis ke tiga menggunakan jenis vaksin yang sama.

Misalkan dosis pertama dan ke dua mendapatan vaksin Sinovac, maka saat booster akan mendapat sinovac.

Yang artinya tiga jenis platform yang virus dimatikan, atau berbeda yakni sinovac-sinovac dengan Pfizer atau dengan Astrazeneca.

Siti Nadia Tarmizi menyampaikan, kalaupun jenis vaksin yang didapat berbeda tidak akan menjadi masalah dan tidak perlu takut dengan efek sampingnya karena sudah dilakukan penelitian dan uji klinis dari bagaimana mix and match daripada vaksinasi ini.

Ini disampaikan pada channel YouTube KompasTV bersama dengan Siti Nadia Tarmizi, seorang Juru Bicara vaksinasi covid-19 Kementrian Kesehatan RI. Senin (17/1/2022)

(TribunHealth.com/Putri Pramesti Anggraini)

Penulis: Putri Pramestianggraini
Editor: Ahmad Nur Rosikin
Ikuti kami di
Data Berhasil Terkirim!
Data Harus Diisi!
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved