TRIBUNHEALTH.COM - Hemofilia merupakan penyakit keturunan yang mengganggu proses pembekuan darah.
Selama ini diketahui jika penyandang hemofilia umumnya adalah laki-laki.
Apabila seorang laki-laki menyandang hemofilia, maka bisa dipastikan bahwa sang ibulah yang merupakan pembawa sifat (carrier).
Mengenai hal ini Dokter Spesialis Anak Konsultan Hematologi Onkologi, dr. Olga Rasiyanti Siregar, M.Ked(Ped), Sp.A(K) mengungkapkan jika hemofilia berkaitan dengan kromosom.
Kromosom perempuan adalah XX sementara laki-laki adalah XY.
"Dia (perempuan) berarti dua nih kromosom Xnya, dan yang terkena hanya X saja. Kalau dua-duanya terkena pada perempuan pasti meninggal nih, apakah di dalam janin. Setidaknya di dalam janin sudah meninggal tuh anak," terang dr. Olga.
"Jadi tidak mungkin pada perempuan," tegasnya.
Baca juga: Dokter Estetika, dr. Hafid Ernanda Paparkan Tahapan Treatment Hydrafacial, Simak Penjelasannya
Hal ini disampaikan oleh Dokter Spesialis Anak Konsultan Hematologi Onkologi, dr. Olga Rasiyanti Siregar, M.Ked(Ped), Sp.A(K) yang dilansir oleh Tribunhealth.com dalam tayangan YouTube Tribun Health program Healthy Talk edisi 14 Mei 2022.
Baca juga: dr. Caryn Miranda Saptari: Treatment Double Chin Sangat Dibutuhkan Lansia, Begini Alasannya
"Pada laki-laki mangkanya dia hanya satu pada X karena dia ada Y nya. Nah, si Xnya ini dibawa oleh ibunya," tuturnya.
Perlu diketahui jika perempuan hanyalah pembawa sifat.
Lantas apa yang terjadi pada perempuan?
dr. Olga Rasiyanti Siregar, M.Ked(Ped), Sp.A(K) menuturkan jika terdapat istilah yang disebut obligated hemofilia atau pasti pembawa hemofilia.
"Apa itu pembawa hemofilia, satu pada perempuan yang mempunyai dua anak laki-laki penderita hemofilia pasti si ibunya adalah pembawa," sambungnya.
"Dua, pada perempuan yang mempunyai satu anak laki-laki penderita hemofilia dan satu saudara lak-lakinya penderita hemofilia pasti si perempuan adalah pembawa," ungkapnya.
"Tiga, pada perempuan yang mempunya bapak penderita hemofilia," lanjutnya.
"Jadi kalau seorang penderita hemofilia dia mempunyai anak perempuan, 100% anakp perempuan itu adalah pembawa hemofilia," tambahnya.
Itulah perempuan-perempuan yang pasti membawa hemofilia tetapi tidak mungkin perempuan tersebut adalah penderita hemofilia.
Baca juga: Pesan drg. Ardiansyah S. Pawinru, Sp.Ort(K) Sebelum Melakukan Perawatan Ortodonti, Simak Ulasannya
Baca juga: Tak Hanya Wanita, Pria Juga Boleh Melakukan Treatment untuk Hilangkan Double Chin
Berbeda dengan laki-laki yang mendapatkan hemofilia karena genetik atau keturunan, maka perempuan penyandang hemofilia mendapatkan penyakit ini dikarenakan adanya mutasi gen yang terjadi saat dia dewasa.
Perlu diketahui jika hemofilia ada tingkatannya, yaitu ringan, sedang dan berat.
Untuk kasus hemofilia yang berat bisa diketahui langsung saat penderita mengalami pendarahan spontan.
Biasanya hemofilia yang berat bisa diketahui saat masih masa kanak-kanak yakni ketika si anak masih belajar berjalan.
Jika si anak seringkali mengalami memar, maka sekiranya patut dicurigai jika di anak menderita hemofilia.
Sementara untuk hemofilia tingkat ringan dan sedang biasanya akan ketahuan setelah terjadi trauma.
Misalnya seperti terjatuh kemudian pendarahannya tidak berhenti.
Baca juga: Meskipun Merawat Kulit dengan Baik, Sering Memicingkan Mata Beresiko Muncul Garis Halus pada Mata
Baca juga: Mengenal Cara Kerja Kawat Gigi yang Disampaikan oleh Dr. drg. Eddy Heriyanto Sp.Ort(K)
Penjelasan Dokter Spesialis Anak Konsultan Hematologi Onkologi, dr. Olga Rasiyanti Siregar, M.Ked(Ped), Sp.A(K) dilansir oleh Tribunhealth.com dalam tayangan YouTube Tribun Health program Healthy Talk edisi 14 Mei 2022.
(Tribunhealth.com/DN)
Baca berita lain tentang kesehatan di sini.