Breaking News:

Kasus Positif Covid-19 Aktif, Kematian, BOR, dan Positivity Rate di 8 Wilayah Terus Alami Penurunan

Menurut Prof. Wiku Adisasmito penting untuk mengevaluasi kembali indikator-indikator perkembangan kasus Covid-19 pasca periode libur panjang.

Pixabay
Ilustrasi perkembangan Covid-19 di Indonesia, Prof. Wiku Adisasmito paparkan perkembangan Covid-19 pasca libur panjang 

TRIBUNHEALTH.COM - Pada tanggal 10 Mei 2022 Koordinator Tim Pakar dan Juru Bicara Pemerintah untuk Penanganan Covid-19, Prof. Wiku Adisasmito menyampaikan perkembangan penanganan Covid-19 di Indonesia setelah 2 tahun lamannya masyarakat tidak bisa bersilaturahmi langsung ke kampung halaman karena penularan Covid-19 yang masih tinggi.

Akhirnya pada perayaan Hari Raya Idul Fitri 2022 masyarakat Indonesia bersukacita melaksanakan mudik ke kampung halamannya dan berkumpul dengan orang tua maupun saudara.

Tentunya ini adalah momentum yang penting dan menandakan bahwa Indonesia cukup tangguh dalam menghadapi pandemi Covid-19.

Sehingga mampu mempertahankan kasus agar tetap rendah dan menciptakan kondisi aman Covid-19 untuk melakukan perayaan hari besar.

Baca juga: dr. Febriyanto Kurniawan, Sp. B (K) Onk Tegaskan jika Tak Semua Kanker Payudara Harus di Kemoterapi

Hal ini disampaikan oleh Koordinator Tim Pakar dan Juru Bicara Pemerintah untuk Penanganan Covid-19, Prof. Wiku Adisasmito yang dilansir oleh Tribunhealth.com dalam tayangan YouTube Sekretariat Presiden edisi 10 Mei 2022.

ilustrasi virus covid-19, Prof. Wiku Adisasmito sebut
ilustrasi virus covid-19, Prof. Wiku Adisasmito sebut seiring dengan penurunan kasus Covid-19 di tingkat global, beberapa negara mulai melonggarkan pengaturan perjalanan secara berkala, tidak terkecuali Indonesia(femina.co.ic)

Baca juga: dr. Febriyanto Kurniawan, Sp. B (K) Onk: Kanker Payudara Tak Sama Artinya dengan Kehilangan Payudara

Seiring dengan penurunan kasus Covid-19 di tingkat global, beberapa negara mulai melonggarkan pengaturan perjalanan secara berkala, tidak terkecuali Indonesia.

Keputusan ini tentunya di ambil dengan mengevaluasi perkembangan Covid-19 di seluruh wilayah di Indonesia.

Terutama pada daerah-daerah dengan tujuan mudik terbesar yaitu Jawa Tengah, Jawa Barat, Jawa Timur, DKI Jakarta, Daerah Istimewa Yogyakarta, Lampung, Sumatera Utara dan Sumatera Barat.

Kasus positif, kasus aktif, kematian, BOR, serta positivity rate di kedelapan wilayah yang terus mengalami penurunan yang signifikan menjadi pertimbangan utama dalam pengambilan keputusan tersebut.

Namun penting untuk mengevaluasi kembali indikator-indikator perkembangan kasus Covid-19 pasca periode libur panjang.

2 dari 3 halaman

Tentunya dengan mobilitas yang tinggi serta kemungkinan lengahnya protokol kesehatan saat kegiatan berkumpul tetap ada potensi peningkatan penularan Covid-19 di tengah masyarakat.

Pada pembelajaran libur panjang sebelumnya, dampak libur panjang terhadap perkembangan kasus Covid-19 terbaru bisa dilihat dua sampai tiga minggu pasca periode tersebut.

Baca juga: Menurut dr. Satya Perdana Faktor Genetik Sangat Memengaruhi Warna Bibir

ilustrasi virus corona, menurut Prof. Wiku Adisasmito
ilustrasi virus corona, menurut Prof. Wiku Adisasmito dampak libur panjang terhadap perkembangan kasus Covid-19 terbaru bisa dilihat dua sampai tiga minggu pasca periode tersebut(tribunnewswiki.com)

Baca juga: Merasakan Nyeri saat Dilakukan Penarikan Kawat Gigi? Begini Penjelasan drg. Ardiansyah S. Pawinru

Koordinator Tim Pakar dan Juru Bicara Pemerintah untuk Penanganan Covid-19, Prof. Wiku Adisasmito menyampaikan perkembangan Covid-19 di minggu ini meskipun baru satu minggu berlalu dari periode libur panjang.

Hal ini agar menjadi antisipasi di seluruh lapisan masyarakat dan pemerintah agar kita dapat terus memantau perkembangan Covid-19, sehingga jika ada kenaikan kasus sedikit saja dapat langsung diatasi.

Pada delapan provinsi tujuan mudik kasus positif, sembuh, meninggal dan aktif serta BOR mengalami perkembangan yang bervariasi.

Kasus positif mingguan di seluruh provinsi mengalami penurunan.

Penambahan kasus positif pada 7 hari terakhir, tertinggi di DKI Jakarta yaitu 519 kasus dan penambahan terendah di Sumatera Barat sebanyak 6 kasus.

Persentase kesembuhan harian di seluruh provinsi mengalami kenaikan.

Per tanggal 09 Mesi 2022 persentase kesembuhan di seluruh provinsi sudah lebih dari 90%.

Persentase kesembuhan tertinggi yaitu DKI Jakarta sebanyak 98.7%, Jawa Barat 98,4%, dan Sumatera Utara 97,8%.

3 dari 3 halaman

Kasus kematian mingguan di seluruh provinsi 3 bulan terakhir mengalami penurunan.

Baca juga: Punya Double Chin Akibat Kelebihan Berat Badan, Berikut Kemungkinan Terburuk terhadap Kesehatan

Ilustrasi virus corona, menurut Prof. Wiku Adisasmito
Ilustrasi virus corona, menurut Prof. Wiku Adisasmito kasus positif mingguan di seluruh provinsi mengalami penurunan (Pixabay)

Namun Jawa Tengah beberapa minggu terakhir masih mengalami kenaikan tetapi tidak signifikan.

Penambahan kasus kematian pada 7 hari terakhir tertinggi juga di Jawa Tengah, yaitu 63 kasus dan penambahan terendah di Sumatera Barat yaitu 0 kasus.

Baca juga: Sakit Kepala dan Mata Tegang Bisa Jadi Tanda Seseorang Perlu Kacamata, Segera Konsultasi Dokter

Penjelasan Koordinator Tim Pakar dan Juru Bicara Pemerintah untuk Penanganan Covid-19, Prof. Wiku Adisasmito dilansir oleh Tribunhealth.com dalam tayangan YouTube Sekretariat Presiden edisi 10 Mei 2022.

(Tribunhealth.com/DN)

Baca berita lain tentang kesehatan di sini.

Selanjutnya
Penulis: Dhiyanti Nawang Palupi
Editor: Ahmad Nur Rosikin
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved