Breaking News:

Pakar Penyakit Menular: Kemungkinan Vaksin Covid-19 Tak Perlu Dimodifikasi untuk Lawan Omicron

Pakar kesehatan menjelaskan vaksin saat ini masih bisa melawan virus corona varian omicron

Luis ROBAYO / AFP
ILUSTRASI - Seorang petugas kesehatan menyortir sampel darah untuk studi vaksinasi Covid-19 di Center for Pediatrics Infectology Studies (CEIP) di mana perusahaan farmasi Janssen, dari Johnson and Johnson, sedang mengembangkan studi fase 3 vaksin di Cali, Kolombia pada 26 November, 2020. Uji coba vaksin virus corona dapat segera dimulai pada bayi yang baru lahir serta wanita hamil 

TRIBUNHEALTH.COM - Kehadiran virus corona varian omicron sempat menggemparkan dunia di akhir tahun 2021.

Bukan tanpa alasan, virus jenis ini berhasil membuat angka kasus Covid-19 di sejumlah negara kembali melonjak, utamanya yang tengah memasuki musim dingin.

Ketika dihadapkan dengan varian virus corona, mulai dari delta dan beta, Pfizer dan Moderna sama-sama bekerja untuk mengembangkan modifikasi vaksin.

Hal itu dimaksudkan agar vaksin tetap bisa memberi perlindungan dari varian baru.

Bahkan, Pfizer mengatakan saat ini sedang mengerjakan vaksin khusus omicron yang dapat siap untuk didistribusikan pada awal Maret 2022.

Akan tetapi seorang ahli melihat bahwa formula saat ini masih memberikan perlindungan yang sama besarnya.

Baca juga: Pemakaian Mouthwash Selama 30 Detik dapat Mematikan Virus Corona? Begini Ulasan drg. Anastasia

Baca juga: Delmicron Bukan Varian Baru Virus Corona, Pertama Kali Diucapkan oleh Dokter India

Ilustrasi virus corona varian omicron
Ilustrasi virus corona varian omicron (Pixabay)

“Kita mungkin perlu atau tidak perlu membuat vaksin baru yang disesuaikan dengan varian baru di masa depan,” kata Dr. William Schaffner, pakar penyakit menular di Vanderbilt University di Nashville, Tennessee, dilansir TribunHealth.com dari Healhline.

“Ada banyak pertanyaan tentang apakah itu akan dibutuhkan dengan Omicron, yang sangat menular," katanya.

"Mereka mengumpulkan data untuk menunjukkan bahwa itu mungkin tidak menciptakan infeksi yang parah."

"Dan jika itu masalahnya, vaksin kami saat ini dengan booster memang memberikan ukuran perlindungan terhadap Omicron, maka kemungkinan kami tidak akan membutuhkan vaksin khusus Omicron. Tapi keputusan itu belum dibuat," tandasnya.

Hal senada disampaikan Dr. Monica Gandhi, seorang spesialis penyakit menular dari Universitas California, San Francisco.

Baca juga: Penelitian Ilmiah: Infeksi Virus Corona Varian Omicron 70 Kali Lebih Cepat Dibanding Delta

Baca juga: Studi Terbaru Sebut Vaksin Pfizer 41 Kali Kurang Efektif Lawan Virus Corona Varian Omicron

Ilustrasi virus corona varian omicron
Ilustrasi virus corona varian omicron (Pixabay)

Gandhi mengatakan bahwa karena antibodi dari sel B yang diinduksi vaksin beradaptasi dengan varian, penguat spesifik varian kemungkinan tidak akan diperlukan.

“Kami tahu sekarang bahwa sel T dari vaksin masih bekerja melawan Omicron,” katanya. Selain itu “Sel B (dihasilkan oleh vaksin) mengadaptasi antibodi baru yang mereka hasilkan untuk bekerja melawan varian.”

Namun, vaksin tidak akan menjadi satu-satunya senjata kita melawan Omicron.

Antivirus juga dapat mencegah infeksi berkembang menjadi kasus yang parah.

Sebagai informasi, dua pil antivirus, Pfizer Paxlovid dan molnupiravir Merck, kini sedang dalam uji klinis.

Baca berita lain tentang Covid-19 di sini.

(TribunHealth.com/Nur)

Penulis: anrosikin
Editor: Melia Istighfaroh
Ikuti kami di
Data Berhasil Terkirim!
Data Harus Diisi!
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved