Breaking News:

Bayi Ikut Dapatkan Antibodi jika Ibu Hamil Lakukan Vaksinasi Covid-19

Sebuah penelitian menyoroti vaksinasi pada ibu hamil, tak perlu menunda agar bayi dapat antibodi

TRIBUNNEWS/HERUDIN
Ilustrasi vaksin Moderna. Indonesia menerima vaksin donasi dari pemerintah Belanda sebanyak 819.600 dosis vaksin Moderna dalam bentuk jadi. 

TRIBUNHEALTH.COM - Penelitian terbaru mengungkap beberapa manfaat melakukan vaksinasi bagi ibu hamil, termasuk terbentuknya antibodi untuk bayi dalam kandungan.

Para peneliti mengatakan wanita hamil tidak boleh menunda vaksinasi hingga akhir masa kehamilan mereka.

Peneliti menemukan sedikit peningkatan kadar antibodi pada orang yang menerima vaksin mereka selama trimester ketiga.

Tetapi perbedaan ini tidak cukup besar untuk membenarkan penundaan vaksinasi, sebagaimana dilansir TribunHealth.com dari Express.co.uk, Juma (31/12/2021).

Penelitian tersebut dipublikasikan dalam jurnal Obstetrics & Gynecology.

Untuk vaksin dosis tunggal Johnson dan Johnson, tidak ditemukan korelasi antara waktu vaksinasi dan tingkat antibodi.

Baca juga: Apakah Penderita Hepatitis Boleh Vaksin Covid-19? Ini Kata dr. Kaka Renaldi, Sp.PD-KGEH

Baca juga: dr. H. Teuku Mirza Sebut Idealnya Vaksin Pencegahan Kanker Serviks Diberikan Pada Usia 15-19 Tahun

ILUSTRASI Vaksinas - Petugas kesehatan menyuntikkan vaksin Covid-19 pada warga saat vaksinasi Covid-19 keliling Polda Metro Jaya di kawasan Blok M, Jakarta Selatan, Kamis (25/6/2021) malam. Polda Metro Jaya menggelar vaksinasi Covid-19 keliling di kawasan titik pembatasan mobilitas saat Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) Mikro guna mempercepat target pemerintah menjalankan program vaksinasi Covid-19.
ILUSTRASI Vaksinas - Petugas kesehatan menyuntikkan vaksin Covid-19 pada warga saat vaksinasi Covid-19 keliling Polda Metro Jaya di kawasan Blok M, Jakarta Selatan, Kamis (25/6/2021) malam. Polda Metro Jaya menggelar vaksinasi Covid-19 keliling di kawasan titik pembatasan mobilitas saat Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) Mikro guna mempercepat target pemerintah menjalankan program vaksinasi Covid-19. (Tribunnews/Irwan Rismawan)

Penelitian sebelumnya menunjukkan bahwa Covid-19 mampu menyebabkan komplikasi parah bagi ibu hamil.

Infeksi Covid telah dikaitkan dengan peningkatan risiko kelahiran prematur, lahir mati, dan dampak negatif lain yang membahayakan anak.

Vaksinasi mengurangi kemungkinan mengembangkan gejala parah yang lebih mungkin mengakibatkan komplikasi ini.

Selain itu, antibodi yang melindungi terhadap Covid mampu melewati plasenta dan melindungi anak dari infeksi setelah mereka lahir.

Baca juga: Vaksin pada Anak merupakan Usaha Perlindungan Ekstra, Satgas Himbau Masyarakat Tidak Termakan Hoaks

Baca juga: Vaksinasi Covid-19 saat Hamil Akan Membuat Antibodi Bayi Sangat Tinggi, Simak Ulasan dr. Ariani Dewi

ilustrasi vaksin Covid-19 pada ibu hamil
ilustrasi vaksin Covid-19 pada ibu hamil (kompas.com)

Penulis senior penelitian itu, Dr. Laura Riley, adalah ketua Departemen Obstetri dan Ginekologi di Weill Cornell Medicine.

Dia berkata, "hasil penelitian ini konsisten dengan apa yang kita lihat dengan vaksin ibu lainnya seperti flu dan Tdap, yang bila diberikan selama kehamilan, melindungi ibu dan bayi."

'Tdap' adalah vaksin rangkap tiga tetanus, difteri, pertusis (batuk rejan) melawan trio penyakit bakteri yang berpotensi mengancam jiwa.

Studi untuk vaksin Covid-19 yang paling populer tidak menemukan peningkatan tingkat keparahan efek samping ketika diberikan kepada ibu.

Baca juga: Pemerintah Siapkan Vaksin Merah Mutih sebagai Vaksin Booster di 2022

Baca juga: Apakah Penderita Penyakit Jantung Bawaan Boleh Vaksin Covid-19? Ini Kata dr. Syarif Rohimi, Sp.A (K)

Ilustrasi vaksinasi. Petugas kesehatan menyuntikan vaksin COVID-19 pada warga.
Ilustrasi vaksinasi. Petugas kesehatan menyuntikan vaksin COVID-19 pada warga. (TRIBUNNEWS/Jeprima)

Wanita dalam penelitian yang melaporkan infeksi sebelumnya dengan Covid-19 rata-rata memiliki tingkat antibodi yang lebih tinggi.

Ketika pernah positif, antibodi akan meningkat setelah vaksinasi, dan menghasilkan penurunan tingkat antibodi yang lebih lambat setelah vaksin.

Dr. Malavika Prabhu, asisten profesor Obstetri dan Ginekologi di Weill Cornell Medical Center mengatakan, “perempuan sering bertanya kapan waktu vaksinasi terbaik untuk bayi—data kami menunjukkan bahwa sekarang.”

Para peneliti berencana untuk terus meneliti efek vaksin dan booster pada ibu hamil.

Khususnya mereka ingin menguji apakah varian baru Omicron akan menghasilkan hasil yang berbeda.

Baca berita lain tentang Covid-19 di sini.

(TribunHealth.com/Nur)

Penulis: anrosikin
Editor: Melia Istighfaroh
Ikuti kami di
Data Berhasil Terkirim!
Data Harus Diisi!
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved